More

    Putus Mata Rantai Pandemi Covid-19, Pakar Ekonomi: Segera Terapkan Karantina Wilayah

    Must Read

    Awasi Anggaran Covid-19 dan Pilkada, KPK Sadap Ratusan Nomor Telepon

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nawawi Pomolango mengaku, pihaknya saat ini tengah melakukan upaya penyelidikan tindak...

    Pangdam III Siliwangi: 1.000 Personil TNI Akan Ikut Amankan Pilkada Serentak

    SERANG/POSPUBLIK.CO - TNI-Polri sudah menyiapkan personil untuk mengamankan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Provinsi Banten. Pangdam III Siliwangi Mayjen...

    Kapolda Banten: Spanduk Tak Berizin Akan di Turunkan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kapolda Banten, Irjen Pol Fiandar menegaskan untuk spanduk-spanduk yang dipasang dengan sengaja di daerah Banten dan tidak...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Pakar Ekonomi Provinsi Banten Rizqullah menilai bahwa pemerintah saat ini sudah layak mengambil langkah penerapan karantina wilayah. Hal itu dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19.

    Menurutnya, sebelum pandemi Covid-19 makin meluas, pemerintah harus segera melakukan langkah strategis salah satunya dengan melakukan karantina wilayah. Namun, dalam menerapkan strategi itu harus melibatkan semua elemen masyarakat bukan banya Pemprov Banten dan Pemkab maupun Pemkot tapi para pengusaha dan dermawan perlu diikuti sertakan.

    Hal itu, dilakukan semata-mata untuk sama-sama mengatur dan merencanakan solusi apabila dilakukan karantina wilayah. “Perlu dibicarakan bersama, tidak mungkin Pemda bisa mengatasi sepenuhnya berdasarkan anggaran yang ada, kecuali kalau memang seluruh alokasi anggaran yang sudah ada dipindahkan untuk mengatasi penanganan covid-19,” kata Rizqullah saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler, Selasa (31/3/2020).

    Untuk itu, perlu pembahasan yang yang cepat , tuntas baik Pemda maupun DPRD. Mumpung penyebaran Covid-19 ini belum parah seperti yang terjadi di negara seperti Italia dan Spanyol. Karena bagaimanapun kebijakan tersebut akan berimbas pada sektor ekonomi mikro atau UMKM maupun pekerja harian lepas.

    “Sudah bisa dilakukan (karantina wilayah-red), ini kan hanya tinggal menunggu waktu saja. Sekarang orang dari Jakarta pulang kampung sudah ke empat provinsi. Kita kan nggak tahu mereka ini bagaimana selama di Jakarta,” ucapnya.

    Yang jelas, lanjut Rdia, kebijakan karantina wilayah sesuatu yang baru di negri ini. Karena, baik pemerintah pusat maupun Pemda belum berpengalaman dalam menjalankan kebijakan seperti ini.

    “Orang kan masih meraba-raba mau seperti apa dan bagaimana caranya melakukan karantina wilayah dan bagaimana konsekuensinya, jadi banyak pihak yang juga masih gamang untuk melakukannya,” lanjutnya.

    “Karena kita juga tidak tidak bisa memprediksi seberapa besar magnitude dampak korona ini terhadap kemampuan Pemkot atau pemkab itu menanggulangi kebutuhan pokok sehari-hari dari masyarakatnya,” tambahnya.

    Maka, segala kemungkinan yang terjadi dikemudian hari apabila diterapkan karantina wilayah harus bisa diantisipasi. Karena kata dia, persoalannya bukan hanya untuk bagaimana menutupi kebutuhan hidup masyarakat saja, akan tetapi bagaimana mendukung biaya operasional dari rumah sakit, tenaga medis dan sebagainya yang juga itu harus harus diupayakan.

    “Kita harus segera mengambil action, panggil itu DPRD ajak pembahasan ini, untuk kepentingan yang sangat urgent ini dan bilamana diperlukannya undang itu para pengusaha, dermawan juga tokoh masyarakat. Kepentingan umat harus dikedepankan, jangan dianggap sepele,” tutupnya. (Red)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Gelar Refleksi Banten Dikepung Bencana, Kobar: Pemerintah Merusak Ekosistem

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah aktivis lingkungan yang terhimpun dalam aliansi kelompok pelajar (Kobar) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Alun-alun Kota...

    Gelar Webitalk, Unbaja Soroti Pembangunan Berkelanjutan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Unbaja menggelar Webitalk dalam mengkritsi pembangunan yang terjadi di Indonesia, khususnya di Banten. Kegiatan bertajuk 'Menyelaraskan Pertumbuhan Ekonomi...

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya kasus positif Covid-19 di Kota...

    Gelar Aksi Kamisan, Aktivis Lingkungan Soroti Dampak Geothermal Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah pegiat lingkungan menggelar aksi kamisan di depan kampus UIN SMH Banten, Jalan Jendral Soedirman nomor 30, Ciceri, Kota Serang, Banten, Kamis...

    Ribuan Massa Berkerumun di Kota Serang, Syafrudin Ogah Lakukan Swab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Walikota Serang Syafrudin menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan Tes Swab setelah deklarasi ribuan massa forum umat islam bersatu (FPUIB) Banten yang menggelar...
    - Advertisement -
    - Advertisement -