More

    Jelang Ramadan, Harga Komoditas Mengalami Lonjakan Harga

    Must Read

    Ketua DPRD Kota Serang Tolak Perpres Investasi Miras

    SERANG - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi menyatakan menolak mengenai kebijakan dibukanya keran investasi minuman keras (Miras) di...

    SERANG/POSPUBLIC.CO – Menjelang bulan suci Ramadan 1441 Hijriah, beberapa komoditas di Pasar Induk Rau (PIR) Kota Serang terpantau mengalami lonjakan harga. Komoditas yang mengalami kenaikan bawang merah dan cabai merah.

    Salah seorang pedagang Emar mengatakan, untuk harga bawang merah yang biasanya Rp 35 ribu menjadi Rp 48 ribu. Kenaikan sebesar Rp 13 ribu sudah terjadi sejak sepekan lalu.

    “Lagi mahal bawang merah mah, harganya Rp 48 ribu. Harga naik sudah ada sekitar satu minggu,” kata Emar disela melayani pembeli pada Kamis (23/4/2020).

    Sementara, untuk harga cabai merah yang biasanya dijual Rp 25 ribu per kilogramnya. Saat ini mengalami kenaikan sebesar Rp 5 ribu menjadi Rp 30 ribu. Harga itu sesuai dengan harga pasar saat ini.

    “Kalau cabai naik sudah ada sekitar tiga hari mah,” ucapnya.

    Sementara itu, Adi salah seorang pembeli mengaku dirinya merasa terbebani dengan harga yang naik. Sebab, dengan kondisi sulitnya mencari uang dimasa Pandemi Covid-19 beberapa komoditi justru mengalami kenaikan harga.

    “Dengan kondisi saat ini lumayan berat, sebab kita menghadapi bulan suci ramadhan perekonomian sedang sulit,” katanya saat ditemui di lokasi.

    Ia berharap, pemerintah dapat hadir dalam mengontrol harga bahan pokok di pasar. Sehingga, tidak membebani masyarakat.

    Dikonfirmasi terpisah, Kepala Disperdaginkop dan UKM Kota Serang, Yoyo Wicahyono mengatakan, untuk saat ini harga bahan pokok terpantau normal dan belum terjadi kenaikan yang cukup signifikan.

    “Harga normal, gak ada gejolak. Kita disini ada pengamat harga. Pedagang itu kalau harga turun menghabiskan stok dulu, kan Tidak bisa dicampur harga beli mahal dengan beli yang murah,” ujarnya saat dihubungi awak media melalui saluran telepon.

    Harga Telur Ayam Turun

    Meski beberapa komoditi mengalami kenaikan, harga telur ayam di PIR justru mengalami penurunan sebesar Rp 2 ribu. Penurunan harga itu sudah terjadi sejak dua hari lalu.

    “Kalau sekarang harga telur lagi turun dari Rp 26.000 perkilogram, sekarang jadi Rp 24.000. Turunnya sudah dua hari dari kemarin,” kata salah seorang pedagang telur ayam di PIR Mamah Rido.

    Ia mengatakan, pedagang pasar mengikuti harga pasaran yang sudah ditentukan. “Kalau masalah harga, kita tergantung dari pasar mas,” ujarnya. (Sofi)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Ketua DPRD Kota Serang Tolak Perpres Investasi Miras

    SERANG - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi menyatakan menolak mengenai kebijakan dibukanya keran investasi minuman keras (Miras) di...

    Dianggap Rugikan Para Pekerja, F-PKS Banten Tolak Kebijakan Perpendek Libur Idul Fitri

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua Fraksi PKS DPRD Banten Juhaeni M Rois menyatakan menolak kebijakan Menpan-RB Tjahjo Kumolo yang akan memperpendek libur Idul Fitri. Diketahui, MenPAN-RB Tjahjo...

    DPD KNPI Banten Ali Tak Kunjung Musda, Suparta: Organisasi Dijadikan Dagelan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Tokoh Muda Banten Suparta Kurniawan menilai DPD KNPI Banten telah dijadikan dagelan organisasi oleh Ali Hanafiah. Dijelaskan Suparta, sejak digelarnya Musda DPD KNPI...

    F-Golkar DPRD Kota Serang Siap Sepakati Ruislag, Ini Syaratnya

    SERANG - Fraksi Golkar DPRD Kota Serang menyatakan siap mendukung ruislag antara Pemkot Serang dengan PT Bersama Kembang Kerep Sejahtera (BKKS). Hal tersebut langsung...

    Pengusaha Minta Perda PUK Dibatalkan, Ketua DPRD Kota Serang: Lawan, Miras Tidak Boleh Bebas Diperjual belikan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi , menyatakan siap pasang badan untuk melakukan perlawanan terhadap para pengusaha yang mengajukan permohonan pembatalan (Judicial...
    - Advertisement -
    - Advertisement -