More

    Pengelolaan Kas Daerah Dipindahkan, Nasabah Ramai-ramai Tarik Uang

    Must Read

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Pasca dicabutnya penetapan Bank Banten sebagai pengelola kas daerah Provinsi Banten melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur Banten nomor 580/Kep.144-Huk/2020, tertanggal Selasa 21 April 2020. Nasabah ramai-ramai menarik uangnya.

    Pantauan di KCU Bank Banten, di Jalan Raya Ahmad Yani pada Kamis (23/4), sejumlah nasabah rela mengantre panjang hingga ke pinggir jalan raya. Bahkan, nomer antrian mencapai 350 orang.

    “Saya kaget, antrean bisa sepanjang ini, biasanya mah sepi. Saya datang pukul 09.15 WIB saja, sudah dapat antrian 201,” kata Edy salah satu nasabah Bank Banten, saat ditemui diantrean depan kantor KCU Banten.

    Menurut Edi, banyaknya nasabah yang ingin menarik uangnya dari Bank Banten karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Sehingga masyarakag berbondong dan antrean pun tidak terhindarkan.

    “Jangan dadakan dong, biar gak ngantri seperti ini,” ujar dia.

    Nasabah lainya, Rahmawati mengaku sudah mengantre sejak pukul 10.00 WIB. Ia terpaksa ikut mengantre karena dibeberapa Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank Banten sudah tidak bisa melakukan penarikan.

    “Saya sudah ke Bank Banten Pusat, disitu tidak ada penarikan uang. Saya ke KCU Bank Banten Palima, sudah close. Selanjutnya ke Indomaret maupun Alfamart gak bisa mengambil uang. Makanya, saya kesini (KCU Bank Banten Ahmad Yani, Red). Eh taunya, ramai banget,” ujarnya.

    Sementara itu, di KCU Bank Banten Palima, meskipun nasabah yang datang cukup banyak hingga mencapai ratusan. Namun, antrean tidak seramai di KCU Ahmad Yani. Bahkan, di Kantor Bank Banten Pusat yang terletak di Jalan Raya Jenderal Sudirman, Kemang, Kota Serang terpantau sepi karena tidak ada layanan penarikan uang.

    Diketahui, kebijakan pemindahan tempat penyimpanan kas daerah Provinsi Banten dari Bank Banten ke Bank Jabar dan Banten (BJB) tersebut, tertuang dalam keptusan Gubernur Banten nomor 580/Kep.144-Huk/2020, tertanggal Selasa 21 April 2020. (Sofi)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Dianggap Rugikan Para Pekerja, F-PKS Banten Tolak Kebijakan Perpendek Libur Idul Fitri

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua Fraksi PKS DPRD Banten Juhaeni M Rois menyatakan menolak kebijakan Menpan-RB Tjahjo Kumolo yang akan memperpendek...

    DPD KNPI Banten Ali Tak Kunjung Musda, Suparta: Organisasi Dijadikan Dagelan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Tokoh Muda Banten Suparta Kurniawan menilai DPD KNPI Banten telah dijadikan dagelan organisasi oleh Ali Hanafiah. Dijelaskan Suparta, sejak digelarnya Musda DPD KNPI...

    F-Golkar DPRD Kota Serang Siap Sepakati Ruislag, Ini Syaratnya

    SERANG - Fraksi Golkar DPRD Kota Serang menyatakan siap mendukung ruislag antara Pemkot Serang dengan PT Bersama Kembang Kerep Sejahtera (BKKS). Hal tersebut langsung...

    Pengusaha Minta Perda PUK Dibatalkan, Ketua DPRD Kota Serang: Lawan, Miras Tidak Boleh Bebas Diperjual belikan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi , menyatakan siap pasang badan untuk melakukan perlawanan terhadap para pengusaha yang mengajukan permohonan pembatalan (Judicial...

    Dianggap Extra Ordinary Craem, Akademisi UNMA Desak Polda Banten Usut Pengedar Rokok Ilegal di Lebak Selatan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Akademisi Fakultas Hukum Pascasarjana Universitas Mathla'ul Anwar (UNMA) Banten Ipul Saepuloh, mendesak Kepolisian Daerah (Polda) Banten untuk mengusut tuntas peredaran rokok Ilegal...
    - Advertisement -
    - Advertisement -