More

    Memasuki Ramadan, Gepeng Menjamur di Kota Serang

    Must Read

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Menginjak awal bulan Ramadan, gelandangan dan pengemis (Gepeng) mulai menjamur di Ibu Kota Provinsi Banten. Para Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) itu memanfaatkan Ramadan untuk mengais rezeki.

    Pantauan di lapangan, para PMKS tersebut nampak duduk berjajar disepanjang Jalan Jenderal Sudirman, Kota Serang. Dengan berbagai macam tampilan, dari menarik gerobak, membawa karung, hingga ada yang menggendong balita.

    Menanggapi fenomena tersebut, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Serang, Poppy Nopriandi mengatakan hal tersebut merupakan kebiasaan lama dan bukan barang baru lagi di Kota Serang.

    “Namanya juga PMKS, mereka punya teknik tertentu. Metode seperti itu supaya banyak yang iba,” kata Poppy saat dikonfirmasi wartawan lewat sambungan telepon pada Jum’at, (24/4/2020).

    Poppy menuturkan, masyarakat Kota Serang terutama yang muslim biasanya gencar melakukan sedekah dalam mencari pahala di bulan Ramadan.

    “Ini kadang dimanfaatkan juga, mungkin para pemberi dengan maksudnya tulus memberi sedekah dan bantuan, tapi kan kadang-kadang orang yang dikasih bantuan malah memanfaatkan itu,” tuturnya.

    “Makanya dibuat skenario dengan bawa bawa gerobak, ada juga deket (Jalan depan-red) Brimob itu ibu-ibu tuna netra gendong anaknya, atau bawa-bawa gerobak keliling -keliling, kan itumah hanya rintisan,” lanjutnya.

    Untuk itu, mantan Asda II Kota Serang tersebut mengimbau masyarakat Kota Serang untuk menyalurkan sedekah atau bantuan kepada lembaga yang tepat, panti asuhan, atau langsung kepada orang yang benar-benar membutuhkan supaya tepat sasaran.

    “Tidak pernah ada larangan untuk berbuat baik, cuma maksudnya kalau mau berbuat baik itu bisa disalurkan kepada lembaga yang tepat, supaya tepat sasaran,” jelasnya.

    Selain itu, hak tersebut juga bertujuan tidak memberikan peluang kepada masyarakat untuk bermalas-malasan. “Karena mungkin menurutnya (pelaku PMKS-red) dibandingkan kerja mending nongkrong dilampu merah per-3 jam duitnya lebih besar dari pada PNS loh,” katanya.

    Menurutnya, ditengah situasi kondisi pandemi Covid-19, pihaknya perlu mengantisipasi, karena dikhawatirkan pelaku PMKS berasal dari wilayah yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

    “Seperti di Tanggerang ada PSBB, di Jakarta kan PSBB juga, siapa tau mereka itu karena disana sudah dilarang jadi beralih kesini (red : Kota Serang) itu yang harus kita cegah,” pungkasnya. (Ikbal)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    HUT PDIP Ke-48, Bambang Berharap PDIP Lebih Disukai Masyarakat

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kota Serang Bambang Janoko berharap di Hari Ulang Tahun (HUT) PDIP...

    Ganja Yang Gitu-Gitu dan Gini-Gini

    Kau tahu perdebatan suatu persoalan memang memakan banyak waktu dan tenaga. Banyak soal yang menjadi sebuah perdebatan dalam jagat alam semesta ini. Tapi, sebuah...

    Dilantik Walikota, Nanang Saefudin Jabat Sekda Kota Serang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Wali Kota Serang Syafrudin resmi melantik Nanang Saefudin sebagai Sekertaris Daerah Kota Serang. Pelantikan tersebut berdasarkan surat keputusan Walikota Nomor 133/Kep.25-hub/2021 tanggal...

    Nanang Dilantik Jadi Sekot, Ini Harapan Ketua DPRD Kota Serang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi berharap kepada Nanang Saefudin yang sudah dilantik Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Serang oleh Walikota Serang Syafrudin,...

    Digitalisasi dan Peluang Bisnis di Masa Pandemic Covid-19

    Pandemi Covid-19 yang terjadi secara global tentu saja berdampak terhadap berbagai sektor terutama di sektor ekonomi. Dampak perekonomian ini tidak hanya di rasakan secara...
    - Advertisement -
    - Advertisement -