More

    Berbeda Dengan Dinsos, Wali Kota Sebut Menjamurnya PMKS Akibat Wabah Covid-19

    Must Read

    Minim Pasokan, Harga Cabai Rawit di Pasar Rau Semakin ‘Pedas’

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Harga cabai rawit merah di Pasar Induk Rau (PIR) terus mengalami kenaikan dan semakin 'pedas' bagi kantong...

    PPDB di Banten Dinilai Marak Titipan Siswa

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Banten bagi Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Kejuruan SMA/SMK tengah berlangsung....

    Kondisi Covid-19 Membaik, RSUD Banten Kembali Layani Pasien Umum

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Setelah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten membuka pelayanan pasien umum kini pasien non Covid-19 yang sedang...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Wali Kota Serang Syafrudin menyebut menjamurnya Penyadang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) disepanjang jalan protokol Kota Serang akibat wabah Virus Corona (Covid-19).

    “Itu mah kehidupan musiman, beritanya baru tahun ini, bukan bertahun-tahun tapi baru musim corona ini,” tegasnya kepada wartawan pada Senin (27/4/2020).

    Ia menuturkan, maraknya fenomena gelandangan, pengemis dan anak jalanan itu akan ditindak lanjuti oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, seperti Dinas Sosial (Dinsos) Kota Serang dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Serang.

    “Saya kira nanti Dinsos dan Satpol pp yang akan menindak lanjuti,” tuturnya.

    Sebelumnya, keterangan berbeda disampaikan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Serang Poppy Nopriandi. Ia menyebutkan bahwa fenomena itu merupakan kebiasaan lama setiap memasuki Ramadan dan bukan barang baru lagi di Kota Serang.

    “Namanya juga PMKS, mereka punya teknik tertentu. Metode seperti itu supaya banyak yang iba,” kata Poppy saat dikonfirmasi wartawan lewat sambungan telepon pada Jum’at, (24/4/2020).

    Poppy menuturkan, masyarakat Kota Serang terutama yang muslim biasanya gencar melakukan sedekah dalam mencari pahala di bulan Ramadan.

    “Ini kadang dimanfaatkan juga, mungkin para pemberi dengan maksudnya tulus memberi sedekah dan bantuan, tapi kan kadang-kadang orang yang dikasih bantuan malah memanfaatkan itu,” tuturnya.

    “Makanya dibuat skenario dengan bawa bawa gerobak, ada juga deket (Jalan depan-red) Brimob itu ibu-ibu tuna netra gendong anaknya, atau bawa-bawa gerobak keliling -keliling, kan itumah hanya rintisan,” lanjutnya. (Iqbal)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Pedoman Penyusunan APBD 2021, Pemda Diminta Tetap Fokus Penanganan Covid-19

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara resmi telah menerbitkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 64 Tahun 2020...

    Sidang Gugatan Pemindahan RKUD Banten Masuk Tahap Penyerahan Resume Perdamaian

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sidang Perdata gugatan dugaan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) yang dilakukan Gubernur Banten Wahidin Halim terkait Pemindahan RKUD Bank Banten ke Bank Jawa...

    Innalilahi, Tokoh Pendiri Banten Wafat di RS Siloam Karawaci

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Masyarakat Banten kembali kehilangan salah satu tokoh pejuang sekaligus pendiri Provinsi Banten yakni Muchtar Mandala tutup usia di Rumah Sakit (RS) Siloam...

    PPDB di Banten Dinilai Marak Titipan Siswa

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Banten bagi Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Kejuruan SMA/SMK tengah berlangsung. Namun dalam pelaksanaannya PPDB 2020...

    Duh! Ada Botol Miras di Halaman Gedung Dewan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Pemandangan tidak etis nampak terlihat setelah ditemukan dua botol minuman keras (Miras) bekas berjenis anggur merah di sela-sela pohon sawit depan halaman...
    - Advertisement -
    - Advertisement -