More

    Edarkan Obat Terlarang, Pria Asal Aceh diamankan Polres Serang Kota

    Must Read

    Ketua DPRD Kota Serang Tolak Perpres Investasi Miras

    SERANG - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi menyatakan menolak mengenai kebijakan dibukanya keran investasi minuman keras (Miras) di...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Kepolisian Resor Serang Kota mengamankan salah seorang pria asal Aceh yang menjual obat-obatan terlarang berjenis Tramadol dan Eksimer di wilayah hukum Polres Serang Kota.

    Pelaku berinisial MW (26) yang berasal dari Aceh itu diamankan di Jalan Raya Sempu, Banten Girang, Kelurahan Cipare, Kecamatan Serang, kota Serang pada Minggu (26/04/2020).

    Kapolres Serang Kota AKBP Edhi Cahyono mengatakan, dari penangkapan itu, pihaknya berhasil mengamankan ratusan obat serta uang hasil penjualan.

    “567 butir obat terlarang jenis Tramadol dan 174 butir pil jenis Heximer serta Uang hasil penjualan sebesar Rp 220.000 berhasil kita amankan dari tersangka” ungkap AKBP Edhi.

    Penangkapan tersangka, ucap dia, berdasarkan laporan masyarakat yang merasa resah dengan keberadaan obat-obatan terlarang tersebut. Setelah mendapatkan laporan, ia langsung memerintahkan personel untuk melakukan penyelidikan. Kemudian, setelah dilakukan pemantauan, petugas langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka.

    “Setelah didapat barang bukti tersebut langsung diamankan ke Satresnarkoba Polres Serang Kota,” ujarnya.

    Berdasarkan pengakuannya, ujar Kapolres, tersangka sudah sudah dua Minggu mengedarkan obat terlarang dengan menyasar anak-anak muda. Obat terlarang itu didapatkan tersangka dari seseorang berinisial AN (DPO) yang memberi manfaat untuk menjual secara eceran.

    “Untuk pil berwarna kuning berlogo MF/heximer 4 butir/1paket kecil harganya Rp.10.000, sedangkan pil tramadol 1 butir harganya Rp.5000,- yang mana barang tersebut adalah Milik sdr AN (DPO). Setelah sudah terjual, MW akan menyetorkan hasil penjualan kepada sdr AN (DPO) warga asli aceh, dan kita akan kejar,”tandasnya.

    Atas perbuatannya tersebut tersangka dijerat pasal 196 jo 197 Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman pidana 10 sampai 15 tahun penjara. (Iqbal)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Ketua DPRD Kota Serang Tolak Perpres Investasi Miras

    SERANG - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi menyatakan menolak mengenai kebijakan dibukanya keran investasi minuman keras (Miras) di...

    Dianggap Rugikan Para Pekerja, F-PKS Banten Tolak Kebijakan Perpendek Libur Idul Fitri

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua Fraksi PKS DPRD Banten Juhaeni M Rois menyatakan menolak kebijakan Menpan-RB Tjahjo Kumolo yang akan memperpendek libur Idul Fitri. Diketahui, MenPAN-RB Tjahjo...

    DPD KNPI Banten Ali Tak Kunjung Musda, Suparta: Organisasi Dijadikan Dagelan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Tokoh Muda Banten Suparta Kurniawan menilai DPD KNPI Banten telah dijadikan dagelan organisasi oleh Ali Hanafiah. Dijelaskan Suparta, sejak digelarnya Musda DPD KNPI...

    F-Golkar DPRD Kota Serang Siap Sepakati Ruislag, Ini Syaratnya

    SERANG - Fraksi Golkar DPRD Kota Serang menyatakan siap mendukung ruislag antara Pemkot Serang dengan PT Bersama Kembang Kerep Sejahtera (BKKS). Hal tersebut langsung...

    Pengusaha Minta Perda PUK Dibatalkan, Ketua DPRD Kota Serang: Lawan, Miras Tidak Boleh Bebas Diperjual belikan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi , menyatakan siap pasang badan untuk melakukan perlawanan terhadap para pengusaha yang mengajukan permohonan pembatalan (Judicial...
    - Advertisement -
    - Advertisement -