More

    Edarkan Obat Terlarang, Pria Asal Aceh diamankan Polres Serang Kota

    Must Read

    Banser Bantah Terlibat Dalam Deklarasi Penoalakan Habib Rizieq Shihab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ormas Banser Banten membantah keterlibatan dalam menolak rencana kehadiran pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab...

    Buruh Nilai KHL Tidak Sensitive Gender

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kesenjangan buruh gender dalam dunia pekerjaan dan upah dinilai semakin melebar, bahkan regulasi yang mengatur komponen kebutuhan...

    Klaster Perumahan Rawan Curanmor, Ratusan Kendaraan Berhasil di Amankan Polda Banten

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Selama bulan Oktober hingga November jajaran Polres yang berada di Wilayah Hukum Polda Banten berhasil ungkap ratusan...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Kepolisian Resor Serang Kota mengamankan salah seorang pria asal Aceh yang menjual obat-obatan terlarang berjenis Tramadol dan Eksimer di wilayah hukum Polres Serang Kota.

    Pelaku berinisial MW (26) yang berasal dari Aceh itu diamankan di Jalan Raya Sempu, Banten Girang, Kelurahan Cipare, Kecamatan Serang, kota Serang pada Minggu (26/04/2020).

    Kapolres Serang Kota AKBP Edhi Cahyono mengatakan, dari penangkapan itu, pihaknya berhasil mengamankan ratusan obat serta uang hasil penjualan.

    “567 butir obat terlarang jenis Tramadol dan 174 butir pil jenis Heximer serta Uang hasil penjualan sebesar Rp 220.000 berhasil kita amankan dari tersangka” ungkap AKBP Edhi.

    Penangkapan tersangka, ucap dia, berdasarkan laporan masyarakat yang merasa resah dengan keberadaan obat-obatan terlarang tersebut. Setelah mendapatkan laporan, ia langsung memerintahkan personel untuk melakukan penyelidikan. Kemudian, setelah dilakukan pemantauan, petugas langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka.

    “Setelah didapat barang bukti tersebut langsung diamankan ke Satresnarkoba Polres Serang Kota,” ujarnya.

    Berdasarkan pengakuannya, ujar Kapolres, tersangka sudah sudah dua Minggu mengedarkan obat terlarang dengan menyasar anak-anak muda. Obat terlarang itu didapatkan tersangka dari seseorang berinisial AN (DPO) yang memberi manfaat untuk menjual secara eceran.

    “Untuk pil berwarna kuning berlogo MF/heximer 4 butir/1paket kecil harganya Rp.10.000, sedangkan pil tramadol 1 butir harganya Rp.5000,- yang mana barang tersebut adalah Milik sdr AN (DPO). Setelah sudah terjual, MW akan menyetorkan hasil penjualan kepada sdr AN (DPO) warga asli aceh, dan kita akan kejar,”tandasnya.

    Atas perbuatannya tersebut tersangka dijerat pasal 196 jo 197 Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman pidana 10 sampai 15 tahun penjara. (Iqbal)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Diduga Hendak Akhiri Hidup, Seorang Wanita Bergelantungan di Jembatan Baru Ciujung-Kragilan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Entah apa yang dipikirkan seorang wanita yang hendak mengakhiri hidupnya di salah satu jembatan baru Ciujung-Kragilan. Namun, menurut...

    Ibu dan Anak di Serang Diduga Jadi Korban Pencabulan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Dugaan pencabulan oleh oknum ahli gigi yang berpraktik di sekitar lampu merah Ciruas dilaporkan ke Polres Serang. Dugaan pencabulan tersebut menimpa Ika Lestari,...

    Dikawal Aparat, Warga Padarincang Pukul Mundur Alat Berat PLTPB

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ratusan warga Padarincang yang menghalau alat berat perusahaan PT Sintesa Geothermal Banten (PT SBG) atau Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) berhasil...

    Warga Padarincang Hadang Alat Berat PLTPB

    SERANG/POSPUBLIK.CO- Ratusan warga Padarincang, Kabupaten Serang, berhamburan disepanjang jalan bersiap melakukan penghadangan alat berat perusahaan Pembangkit ListrtikTenaga Panas Bumi (PLTPB) alias Getohermal. Berdasarkan informasi yang...

    UMK Banten 2021 Naik Sebesar 1,5 Persen, Ini Besaranya

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Gubernur Banten Wahidin Halim telah menetapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tahun 2021 di seluruh wilayah Banten naik sebesar 1,5 persen. Penetapan tersebut tertuang...
    - Advertisement -
    - Advertisement -