More

    Ketua DPRD Kota Serang Minta Tim Gugus Tugas Covid-19 Minta Cek Point Mobil Plat B

    Must Read

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi meminta kepada tim gugus tugas Covid-19 yang bertugas di Posko Cek point dan Screening agar lebih cermat dan teliti dalam menghalau kendaraan yang berplat B. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi mobil pemudik dari wilayah zona merah Covid-19

    Budi mengatakan, dalam melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 ini, salah satunya dengan mengecek kendaraan plat B yang dicurigai dari wilayah zona merah penyebaran virus Corona. Budi menuturkan, semua pintu Gerbang Tol, baik di Cilegon maupun di Kota Serang sudah terkoordinasi.

    “Tadi ada juga yang dari Bekasi suruh pulang lagi. Sementara yang boleh masuk itu orang Serang. Tapi misalkan ketika dicek suhunya tinggi, maka akan dilakukan rapid tes,” katanya saat memantau Posko Cek point dan Screening, di Gerbang Tol Serang Timur, Kota Serang. Jumat (1/5/2020).

    Budi mengaku, untuk menunjang alat pengecekan, dirinya memberi bantuan alat rapid tes, kacamata google, dan alat pelindung diri (APD) medis bagi petugas di lokasi.

    “Kita datang memberikan bantuan alat rapidtes, kacamata google, APD dan lainnya. Saya ingin ketika nanti ada yang ODP maka langsung dilakukan rapidtes. Ini juga dalam rangka memberikan bantuan pada pemerintah,” katanya.

    Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Serang Ikbal mengatakan, pengecekan seperti ini dinilai efektif, terutama untuk kendaraan yang masuk dari zona merah seperti dari daerah Jakarta dan sekitarnya.

    “Selama ini memang tidak ada larangan, dan sifatnya hanya imbauan. Namun kita lakukan pengecekan lebih lanjut oleh petugas, apabila nanti ada yang kedapatan suhunya naik,” ujarnya.

    Ikbal membeberkan, pada saat pemantauan sudah ada beberapa kendaraan yang masuk ke Kota Serang, dan akan dilakukan penyelidikan epidomologi. Jika ada yang memiliki suhu tubuh tinggi, nantinya akan dilakukan pemantauan oleh Puskesma di wilayah tempat tinggalnya.

    “Mereka nantinya selama 14 hari harus tetap dikarantina mandiri. Selanjutnya apabila suhu badanya panas, dan tidak memiliki rencana tinggal di Kota Serang. Kita arahkan untuk kembali ke tempat domisilinya,” papar ikbal. (Sofi)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Dianggap Rugikan Para Pekerja, F-PKS Banten Tolak Kebijakan Perpendek Libur Idul Fitri

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua Fraksi PKS DPRD Banten Juhaeni M Rois menyatakan menolak kebijakan Menpan-RB Tjahjo Kumolo yang akan memperpendek...

    DPD KNPI Banten Ali Tak Kunjung Musda, Suparta: Organisasi Dijadikan Dagelan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Tokoh Muda Banten Suparta Kurniawan menilai DPD KNPI Banten telah dijadikan dagelan organisasi oleh Ali Hanafiah. Dijelaskan Suparta, sejak digelarnya Musda DPD KNPI...

    F-Golkar DPRD Kota Serang Siap Sepakati Ruislag, Ini Syaratnya

    SERANG - Fraksi Golkar DPRD Kota Serang menyatakan siap mendukung ruislag antara Pemkot Serang dengan PT Bersama Kembang Kerep Sejahtera (BKKS). Hal tersebut langsung...

    Pengusaha Minta Perda PUK Dibatalkan, Ketua DPRD Kota Serang: Lawan, Miras Tidak Boleh Bebas Diperjual belikan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi , menyatakan siap pasang badan untuk melakukan perlawanan terhadap para pengusaha yang mengajukan permohonan pembatalan (Judicial...

    Dianggap Extra Ordinary Craem, Akademisi UNMA Desak Polda Banten Usut Pengedar Rokok Ilegal di Lebak Selatan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Akademisi Fakultas Hukum Pascasarjana Universitas Mathla'ul Anwar (UNMA) Banten Ipul Saepuloh, mendesak Kepolisian Daerah (Polda) Banten untuk mengusut tuntas peredaran rokok Ilegal...
    - Advertisement -
    - Advertisement -