More

    GMNI Banten Sebut Merger Bank Banten Penyebab Tersendatnya Bansos

    Must Read

    Pangdam III Siliwangi: 1.000 Personil TNI Akan Ikut Amankan Pilkada Serentak

    SERANG/POSPUBLIK.CO - TNI-Polri sudah menyiapkan personil untuk mengamankan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Provinsi Banten. Pangdam III Siliwangi Mayjen...

    Gelar Aksi Kamisan, Aktivis Lingkungan Soroti Dampak Geothermal Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah pegiat lingkungan menggelar aksi kamisan di depan kampus UIN SMH Banten, Jalan Jendral Soedirman nomor 30,...

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Banten menyebutkan bahwa adanya proses merger Bank Banten dengan BJB menjadi penyebab tersendatnya Bantuan Sosial (Bansos) untuk beberapa kabupaten dan kota di Provinsi Banten.

    Dalam rilisnya pada Jumat (1/5/2020) GMNI Banten menuturkan bahwa di tengah dampak mewabahnya Covid-19, masyarakat sampai hari ini sangat mengharapkannya adanya bantuan tersebut.

    Ketua umum DPD GMNI Banten Indra Patiwara mengatakan jika segala bentuk kebijakan yang ada harus melihat sisi sosial-ekonomi masyarakat. Sesuai dengan amanat Undang-Undang pemerintah daerah nomor 23 tahun 2014.

    Ditengah kondisi pandemi Covid-19 ini, Indra menuturkan seharusnya Gubernur Banten Wahidin Halim fokus untuk membantu masyarakat Banten yang terkena dampak covid-19, karena banyak sekali masyarakat yang tidak bisa bekerja untuk memnuhi kebutuhan dasar sehari-harinya.

    Dengan dikeluarkannya Keputusan Gubenur (Kepgub) Banten nomor 580/Kep144.Huk/2020 tentang penunjukan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJB) kantor Cabang khusus Banten sebagai tempat penyimpanan uang milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, justru membuat masyarakat panik dan melakukan penarikan uangnya di bank banten.

    “Seharusnya, Gubernur Banten tidak melakukan merger Bank Banten ke Bank BJb secara tergesa-gesa dan sepihak, ‘ini ada apa?’ perlu kiranya melakukan sebuah kajian dengan melibatkan para anggota wakil rakyat DRPD Provinsi Banyen dan juga beberapa steakholder terkait, kemudian menyosialisasikannya kepada masyarakat, agar kejadian beberapa hari yang lalu, yang membuat masyarakat panik tidak terjadi,” jelasnya.

    “Gubernur Banten juga seharusnya memperkuat keberadaan Bank Banten dengan cara mengalokasikan anggaran demi keberlangsungan Bank Banten itu sendiri bukan memindahkan kas daerah Provinsi Banten dari Bank Banten ke Bank BJB, karena tidak bisa pungkiri Bank Banten adalah salah satu Bank kebanggaan masyarakt Banten,” tandasnya.

    Oleh sebab itu, DPD GMNI banten mengeluarkan empat tuntutan, yakni, Provinsi Banten harus segera mencairkan Bansos untuk masyarakat yang terkena dampak Covid-19, Mendukung langkah anggota dewan provinsi banten untuk mengunakan hak interpelasi secepat mungkin terkait kebijakan yang dikeluarkan oleh Gubernur Banten.

    “Kemudian, transparansi pengelolaan keuangan penanganan Covid-19 serta Provinsi Banten harus pro rakyat dalam mengambil kebijakan,” tutupnya. (Iqbal)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Gelar Refleksi Banten Dikepung Bencana, Kobar: Pemerintah Merusak Ekosistem

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah aktivis lingkungan yang terhimpun dalam aliansi kelompok pelajar (Kobar) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Alun-alun Kota...

    Gelar Webitalk, Unbaja Soroti Pembangunan Berkelanjutan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Unbaja menggelar Webitalk dalam mengkritsi pembangunan yang terjadi di Indonesia, khususnya di Banten. Kegiatan bertajuk 'Menyelaraskan Pertumbuhan Ekonomi...

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya kasus positif Covid-19 di Kota...

    Gelar Aksi Kamisan, Aktivis Lingkungan Soroti Dampak Geothermal Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah pegiat lingkungan menggelar aksi kamisan di depan kampus UIN SMH Banten, Jalan Jendral Soedirman nomor 30, Ciceri, Kota Serang, Banten, Kamis...

    Ribuan Massa Berkerumun di Kota Serang, Syafrudin Ogah Lakukan Swab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Walikota Serang Syafrudin menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan Tes Swab setelah deklarasi ribuan massa forum umat islam bersatu (FPUIB) Banten yang menggelar...
    - Advertisement -
    - Advertisement -