More

    Inspektorat Kota Serang Diminta Kawal Dinsos Soal Nominal JPS

    Must Read

    Pangdam III Siliwangi: 1.000 Personil TNI Akan Ikut Amankan Pilkada Serentak

    SERANG/POSPUBLIK.CO - TNI-Polri sudah menyiapkan personil untuk mengamankan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Provinsi Banten. Pangdam III Siliwangi Mayjen...

    PAD Kota Serang Tahun 2020 Tak Capai Target

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Serang tahun 2020 tak mencapai target, lantaran PAD ini hanya mencapai Rp190...

    Warga Padarincang Hadang Alat Berat PLTPB

    SERANG/POSPUBLIK.CO- Ratusan warga Padarincang, Kabupaten Serang, berhamburan disepanjang jalan bersiap melakukan penghadangan alat berat perusahaan Pembangkit ListrtikTenaga Panas Bumi...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Terkait nominal program Jaring Pengaman Sosial (JPS) yang dipersoalkan masyarakat di media sosial, Wali Kota Serang Syafrudin menginstruksikan inspektorat melakukan pengecekan terhadap Dinas Sosial (Dinsos) Kota Serang.

    Dengan adanya kejadian tersebut, Syafrudin menyampaikan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang merasa dilema dengan program bantuan JPS tersebut. Pasalnya, telah terjadi ledakan data dari 50.000 KK yang terdata, kini mencapai 70.000 KK yang terkonfirmasi Dinsos Kota Serang.

    “Kalau dibagi rata mungkin berkurang, dari Rp 200 ribu yang dianggarkan, sebab masyarakat sekarang saja banyak yang masuk,” kata Syafrudin kepada wartawan pada Selasa (5/5/2020).

    Perlu diketahui, dalam hal ini Pemkot Serang menyalurkan JPS berbentuk sembako. Oleh sebab itu, untuk melakukan pengadaannya Pemkot Serang memerlukan pihak ketiga untuk pengadaannya.

    “Karena Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat juga akan menyalurkan bantuan,” ujarnya.

    ” Wajar jika pihak ketiga pasti ada keuntungan. Sekarang akan dibahas lagi karena ini bermasalah, insyaallah akan kami bahas lagi,” jelasnya.

    Sementara itu, Inspektur Kota Serang Yudi Suryadi menuturkan, sesuai perintah pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap Dinsos yang hasilnya akan disampaikan ke Wali Kota Serang.

    “Kami sudah mulai melakukan dan hasilnya seperti apanya nanti akan kita sampaikan ke pimpinan,” tutur Yudi.

    Yudi mengaku dengan adanya proses pemeriksaan, pihaknya sempat disebut sebagai penghambat, padahal tugas inspektorat adalah mengingatkan agar tidak terjadi permasalahan.

    “Sebenarnya, pertama yang kami lakukan malah dikatakan kami penghambat,” ungkapnya. (Iqbal)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Gelar Refleksi Banten Dikepung Bencana, Kobar: Pemerintah Merusak Ekosistem

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah aktivis lingkungan yang terhimpun dalam aliansi kelompok pelajar (Kobar) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Alun-alun Kota...

    Gelar Webitalk, Unbaja Soroti Pembangunan Berkelanjutan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Unbaja menggelar Webitalk dalam mengkritsi pembangunan yang terjadi di Indonesia, khususnya di Banten. Kegiatan bertajuk 'Menyelaraskan Pertumbuhan Ekonomi...

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya kasus positif Covid-19 di Kota...

    Gelar Aksi Kamisan, Aktivis Lingkungan Soroti Dampak Geothermal Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah pegiat lingkungan menggelar aksi kamisan di depan kampus UIN SMH Banten, Jalan Jendral Soedirman nomor 30, Ciceri, Kota Serang, Banten, Kamis...

    Ribuan Massa Berkerumun di Kota Serang, Syafrudin Ogah Lakukan Swab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Walikota Serang Syafrudin menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan Tes Swab setelah deklarasi ribuan massa forum umat islam bersatu (FPUIB) Banten yang menggelar...
    - Advertisement -
    - Advertisement -