More

    Relawan Cek Poin, Bekerja 12 Jam Demi Antisipasi Penyebaran Covid-19

    Must Read

    Datangi Ribuan Massa Pendukung HRS, Walikota Serang Bilang Begini

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ribuan massa Forum Persaudaraan Umat Islam Banten (FPUIB) menggelar siaga apel akbar persiapan kedatangan imam besar Front...

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya...

    Duh! Sebanyak 101 Pengawas Pilkada Kabupaten Serang Reaktif Covid-19

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Bawaslu Kabupaten Serang mencatat ada 101 Pengawas TPS (PTPS) yang tersebar di 29 kecamatan reaktif Covid-19 saat...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Pemerintah Indonesia dan daerah terus berupaya dalam melawan wabah Pandemi Covid-19 sejak awal Maret lalu. Berbagai upaya terus dilakukan seperti physical distancing, menggunakan masker, penyemprotan disinfektan dan menggunakan handsanitizer.

    Selain itu, upaya lain yang dilakukan dengan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bagi daerah-daerah yang menjadi zona merah penyebaran virus. Di Kota Serang sendiri, meskipun tidak menerapkan PSBB, tapi tetap melakukan upaya mencegah penyebaran dengan membuka posko cek poin.

    Di posko cek poin ini, selain diisi petugas dari gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kota Serang, terdapat juga kalangan relawan yang ikut membantu penanganan.

    Seperti yang dikisahkan Qurrota Aini (21) yang merupakan salah seorang relawan dari Korps Sukarela (KSR) unit PMI Kota Serang. Ia mengaku sudah menjadi relawan di posko cek poin Palima sejak 25 April lalu. Bersama timnya, ia harus siaga di posko selama 12 jam setiap harinya sejak pukul 20.00 WIB sampai dengan pukul 08.00 WIB untuk melakukan pengecekan suhu tubuh para pengendara.

    Wanita muda itu menuturkan, meskipun sempat ada larangan dari orang tuanya untuk menjadi relawan di masa Pandemi ini. Namun, dengan diberikan pengertian bahwa dirinya ingin membantu orang lain, akhirnya orang tuanya merestui.

    “Pastinya orang tua gak kasih izin, dari jauh-jauh hari udah ingetin biar gak ikut kegiatan apapun di PMI selama Pandemi, berhubung saya anaknya rada ngeyel jadi saya terus-terusan ngasih pengertian ke orang tua biar ngerti kalo anaknya gak harus di rumah saja, biar ngerti kalau anaknya bisa bantu orang lain diluar, dan coba yakin kalau saya bisa jaga diri saya. Dan orang tua saya kasih izin,” kata Aini kepada pospublik pada Senin (11/5/2020).

    “Malah sekarang dukung banget, karena orang tua saya percaya kalau kegiatan yang selalu saya lakukan itu positif,” tambahnya.

    Bukan kali ini saja, Aini mengaku sudah terjun menjadi relawan sejak massa Sekolah Menengah Atas (SMA) karena tergabung dan aktif dalam Palang Merah Remaja (PMR). Ia memiliki prinsip menjadi manusia yang berguna bagi orang lain dengan jalan sebagai seorang relawan.

    Aini yang juga berstatus mahasiswi tingkat akhir di Universitas Islam Negri (UIN) Sultan Maulana Hasanudin (SMH) tersebut hanya berbekal keyakinan dan protokol kesehatan saat melakukan tugasnya sebagai relawan.

    Karena, bagaimanapun jika protokol kesehatan yang sudah ditetapkan tersebut tidak diterapkan, maka akan menjadi mimpi buruk ketika dirinya tanpa diketahui membawa virus Covid-19 dan menyebarkan terhadap keluarganya.

    “Ketika saya yakin, saya gak ngerasa takut, tapi ada waktu ketika berkontak dengan beberapa pengendara yang bersuhu 38 keatas, ada rasa khawatir saya pulang membawa virus dan keluarga yang menjadi dampaknya. Maka dari itu saya sangat berhati-hati agar tidak membawa virus kerumah,” ujarnya.

    Ketika ada masyarakat yang terdeteksi suhu tubuhnya mencapai 37,5 celcius, Aini bersama tim akan mencari tahu riwayat perjalan yang bersangkutan. Selanjutnya, jika memiliki gejala maka akan segera ditindak lanjuti oleh pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang.

    “kita lakukan pertolongan pertama, cek suhu, edukasi, sama data kalo ada yang bersuhu tinggi, setelah itu kita laporan dan bakal ada tindak lanjut dari pihak dinkes,” tutur Aini.

    Sejauh ini, ia mengaku sangat menikmati rutinitas sebagai relawan Cek poin yang dijadwalkan berakhir pada 20 Juli 2020 mendatang.

    Mengikuti Protokol Kesehatan

    Sementara itu, rasa khawatir juga dirasakan oleh Cecep Sudirman yang merupakan salah seorang relawan cek poin lainnya di Kota Serang.

    Kepada Pospublik, pria yang tengah menempuh pendidikan di Universitas Bina Bangsa (UNIBA) tersebut mengaku baru kali ini turun sebagai relawan. Berdasarkan penuturannya, Cecep baru tergabung sebagai anggota KSR PMI unit UNIBA yang ikut turun sebagai relawan.

    Sama seperti Aini, Cecep hampir tidak diperbolehkan oleh orang tuanya. Namun, dengan niat tulus Cecep untuk membantu dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19, ia pun diizinkan orang tuanya.

    “Orang tua, bilang hati-hati dan selalu jaga diri baik-baik, patuhi protokol kesehatan supaya tidak tertular virus,” ungkapnya.

    Ia mengaku khawatir saat awal melakukan tugas pengecekan terhadap pengendara yang tidak diketahui terpapar virus atau tidak. Terlebih, jika tanpa diketahui dirinya membawa virus saat usai bertugas dan berjumpa dengan orang rumah.

    “Ya hanya sedikit cemas aja, takut ada yang terkena covid, soalnya ada Orang Tanpa Gejala (OTG) juga yang bahayanya,” ujarnya

    Namun, sejauh ini ia mengaku sudah merasa tenang dan tidak ada rasa khawatir di benaknya. Menurut Cecep, selama dirinya beserta tim yang bertugas menjalankan protokol kesehatan serta tetap waspada, maka akan baik-baik saja.

    “Sejauh ini sudah agak tenangan sih, karna yang saya cek semuanya rata-rata normal suhu badannya ,itu yang membuat saya tenang, tapi tetap waspada juga, itu kunci utamanya,” tuturnya. (Iqbal)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Jadi Tempat Esek-Esek, Pemkot Serang Bakal Sulap Kepandean

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kerap dijadikan tempat esek-esek, Pasar Kepandean direncanakan bakal di tata ulang atau dijadikan tempat terbuka hijau pada...

    Puluhan Sekolah di Kota Serang Dikategorikan Belum Ramah Anak

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Puluhan sekolah SMP di Kota Serang masih di dikategorikan sebagai Sekolah Ramah Anak. Pasalnya, masih banyak syarat-syarat yang belum terpenuhi dari sekolah...

    FPUIB di Polisikan, Advokat: Ada Orang Yang Benci Islam

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Warga Kota Serang berinisial H didampingi kuasa hukum dari Banten Lawyers Club (BLC) melaporkan dugaan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) pada acara Apel...

    Diduga Deklarasi Damai Langgar Prokes, FPUIB di Polisikan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Warga Kota Serang berinisial H melaporkan dugaan pelanggaran protokol kesehatan (Prokes) pada acara Apel Akbar deklarasi damai yang digelar oleh Forum Persaudaraan...

    APBD Kota Serang Tahun 2021 Defisit 75 Miliar

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kota Serang tahun anggaran 2021 alami defisit sebesar Rp 75,5 miliar. Demikian hal tersebut di...
    - Advertisement -
    - Advertisement -