More

    Harga Tak Stabil, Pemkot Serang Minta Pengawalan KPK dan Inspektorat

    Must Read

    Tiga Ormas di Banten Gelar Deklarasi Tolak Habib Rizieq Shihab ke Banten

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Tiga Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) terdiri dari Laskar Pendekar Banten Sejati (Lapbas), Jalak Banten, dan Barisan Ansor (Banser)...

    Ribuan Massa Berkerumun di Kota Serang, Syafrudin Ogah Lakukan Swab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Walikota Serang Syafrudin menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan Tes Swab setelah deklarasi ribuan massa forum umat islam...

    Awasi Anggaran Covid-19 dan Pilkada, KPK Sadap Ratusan Nomor Telepon

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nawawi Pomolango mengaku, pihaknya saat ini tengah melakukan upaya penyelidikan tindak...

    SERANG/POSPUBLIK.CO-Pemerintah Kota (Pemkot) Serang meminta adanya pengawalan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Inspektorat terkait pengadaan barang. Hak itu karena adanya ketidakstabilan harga.

    Hal itu disampaikan Wali Kota Serang Syafrudin melalui sambungan virtual yang menanyakan langsung kepada KPK terkait mekanisme penetapan harga ditengah pandemi Covid-19 ini pada hari ini Rabu (13/5/2020) .

    “Saya tanyakan juga ke KPK tadi masalah harga, harga sekarang ini kan tidak stabil kemudian pengadaan barang juga agak susah,” kata Syafrudin kepada wartawan usai rapat koordinasi program percepatan penanganan Covid-19 di wilayah Banten, melalui Video Conference.

    “Yang biasanya barang itu harganya Rp 350 ribu sekarang menjadi Rp 1 juta lebih apalagi sembako, sembako ini meski sudah ada gudangnya susah, ada gudangnya gak ada pegawainya jadi serba salah kita,” lanjutnya.

    Sementara ini, ucap dia, untuk dana refocusing di Kota Serang dari Biaya Tidak Terduga (BTT) mencapai Rp 88 miliar untuk kesehatan, Jaring Pengaman Sosial (JPS) dan dampak ekonomi.

    “Tiga poin ini kita sudah melaksanakan. Sampai saat ini baru terserap sebanyak 30 persen dan ini ada Perwal nya,” tutup Syafrudin. (Iqbal)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Gelar Aksi Kamisan, Aktivis Lingkungan Soroti Dampak Geothermal Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah pegiat lingkungan menggelar aksi kamisan di depan kampus UIN SMH Banten, Jalan Jendral Soedirman nomor 30,...

    Ribuan Massa Berkerumun di Kota Serang, Syafrudin Ogah Lakukan Swab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Walikota Serang Syafrudin menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan Tes Swab setelah deklarasi ribuan massa forum umat islam bersatu (FPUIB) Banten yang menggelar...

    Dikabarkan Akan Safari ke Banten, Umat Islam di Tanah Jawara Siap Kawal Ketat Rizieq Shihab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Forum Persaudaraan Umat Islam Banten (FPUIB) menggelar serangkaian apel akbar persiapan kedatangan Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS)...

    Datangi Ribuan Massa Pendukung HRS, Walikota Serang Bilang Begini

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ribuan massa Forum Persaudaraan Umat Islam Banten (FPUIB) menggelar siaga apel akbar persiapan kedatangan imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq...

    Kapolda Banten: Spanduk Tak Berizin Akan di Turunkan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kapolda Banten, Irjen Pol Fiandar menegaskan untuk spanduk-spanduk yang dipasang dengan sengaja di daerah Banten dan tidak mempunyai izin akan di turunkan. Dirinya...
    - Advertisement -
    - Advertisement -