More

    Hasil Pengawasan Dewan, Program JPS Kelebihan Bayar Rp 1,9 Miliar

    Must Read

    Dikawal Aparat, Warga Padarincang Pukul Mundur Alat Berat PLTPB

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ratusan warga Padarincang yang menghalau alat berat perusahaan PT Sintesa Geothermal Banten (PT SBG) atau Pembangkit Listrik...

    Sepanjang Oktober-November 2020, Polda Banten Bekuk 47 Tersangka Curanmor

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kepolisian Daerah (Polda) Banten beserta Polres jajaran berhasil membekuk 47 tersangka pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) dan mengungkap...

    Setahun Hilang Dicuri, Kendaraan Faizal Berhasil Ditemukan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Faizal Rahman (39) warga Walantaka, Kota Serang, langsung bergegas mendatangi Mapolda Banten. Hal itu menyusul adanya, penangkapan puluhan...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Komisi II DPRD Kota Serang mendapati adanya kelebihan pembayaran pada program Jaring Pengaman Sosial (JPS) yang dilaksanakan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang sebesar Rp 1.901.400.000. Temuan itu berdasarkan hasil evaluasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Serang.

    Ketua Komisi II DPRD Kota Serang, Pujiyanto mengatakan, angka kelebihan bayar tersebut diperoleh dari hasil audit Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) terkait anggaran sebesar Rp 30 miliar yang digunakan untuk program JPS Kota Serang.

    Dengan adanya kelebihan bayar tersebut, Komisi II DPRD Kota Serang meminta pihak Dinas Sosial (Dinsos) Kota Serang untuk segera melakukan pengembalian kelebihan tersebut kepada kas daerah.

    “Berdasarkan LKPP nomor 3 tahun 2020 diktum nomor 5 setelah pembayaran barang harus dihitung Inspektorat atau BPKP dan ternyata ada kelebihan Rp 1,9 miliar dan harus dikembalikan ke kas daerah,” kata Pujiyanto di ruang aspirasi DPRD Kota Serang pada Rabu (13/5/2020).

    Politisi partai Nasdem tersebut menuturkan, setalah dilakukan audit, harga item pangan yang dibagikan dalam program JPS mengalami perubahan.

    “Seperti harga beras yang semula Rp 13.000 menjadi Rp 12.800 per kilogram. Mie instan dari harga Rp 3.000 menjadi Rp 2.800 dan Sarden yang sebelumnya Rp 14.000 menjadi Rp 10.000. Jumlah itu sudah termasuk keuntungan penyedia,” ujarnya.

    Menurutnya, berdasarkan hasil hitung yang telah dilakukan, dari batas maksimal keuntungan sebesar 15 persen, pihak ketiga atau penyedia terhitung hanya meraup keuntungan sebanyak 13 persen.

    Dalam penyediaan tiga item barang yang disebutkan sebelumnya, pihak Pemkot Serang sudah membuat kontrak bersama pihak ketiga untuk tiga bulan mendatang (April, Mei, dan Juni).

    Dengan adanya temuan tersebut, Komisi II DPRD Kota Serang menyarankan kepada Pemkot Serang untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat dalam massa penyaluran JPS ini.

    “Bantuan diberikan kepada yang membuthkan, bukan yang mempermasalahkan,” tandasnya.

    Sementara itu, anggota komisi II Muji Rohman menyampaikan bahwa penyaluran JPS yang dilakukan Pemkot Serang sejauh ini telah sesuai.

    Selain itu, politisi partai golkar tersebut mengusulkan penyaluran JPS pada tahap kedua yaitu dengan adanya penambahan dari segi jumlah penerima, kuantitas produk, serta kualitas produk.

    “Hasil evaluasi kemarin, saya mengusulkan ada penambahan baik kualitas dan kuantitasnya di perbaiki,” ungkapnya.

    Dengan anggaran sebesar Rp 1,9 miliar itu, jika ditambahkan ke jumlah penerima bantuan, maka setidaknya akan ada penambahan penerima sebanyak 10 ribu orang.

    “Kelebihan ini dikembalikan lagi, sementara ada masyarakat yang tidak terakomodir, padahal hampir 70 persen terpenuhi baik dari kota, provinsi dan pusat,” pungkasnya. (Iqbal)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Diduga Hendak Akhiri Hidup, Seorang Wanita Bergelantungan di Jembatan Baru Ciujung-Kragilan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Entah apa yang dipikirkan seorang wanita yang hendak mengakhiri hidupnya di salah satu jembatan baru Ciujung-Kragilan. Namun, menurut...

    Ibu dan Anak di Serang Diduga Jadi Korban Pencabulan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Dugaan pencabulan oleh oknum ahli gigi yang berpraktik di sekitar lampu merah Ciruas dilaporkan ke Polres Serang. Dugaan pencabulan tersebut menimpa Ika Lestari,...

    Dikawal Aparat, Warga Padarincang Pukul Mundur Alat Berat PLTPB

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ratusan warga Padarincang yang menghalau alat berat perusahaan PT Sintesa Geothermal Banten (PT SBG) atau Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) berhasil...

    Warga Padarincang Hadang Alat Berat PLTPB

    SERANG/POSPUBLIK.CO- Ratusan warga Padarincang, Kabupaten Serang, berhamburan disepanjang jalan bersiap melakukan penghadangan alat berat perusahaan Pembangkit ListrtikTenaga Panas Bumi (PLTPB) alias Getohermal. Berdasarkan informasi yang...

    UMK Banten 2021 Naik Sebesar 1,5 Persen, Ini Besaranya

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Gubernur Banten Wahidin Halim telah menetapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tahun 2021 di seluruh wilayah Banten naik sebesar 1,5 persen. Penetapan tersebut tertuang...
    - Advertisement -
    - Advertisement -