More

    Dampak Covid-19, Tradisi ‘Pasar Jedogan’ Terancam Hilang

    Must Read

    Dianggap Rugikan Para Pekerja, F-PKS Banten Tolak Kebijakan Perpendek Libur Idul Fitri

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua Fraksi PKS DPRD Banten Juhaeni M Rois menyatakan menolak kebijakan Menpan-RB Tjahjo Kumolo yang akan memperpendek...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Tradisi ‘Pasar Jedogan’ di area Pasar Royal yang rutin dilaksanakan masyarakat Kota Serang setiap menjelang hari raya idul fitri terancam hilang. Hal itu akibat dampak Covid-19.

    Jika pada tahun-tahun sebelumnya area Pasar Royal dipenuhi pedagang dan penbeli hingga dilakukan penutupan jalan. Pada tahun ini, tidak ada penutupan jalan untuk para pedagang musiman itu.

    “Kebijakan Pemkot tidak diadakan penutupan royal, seperti biasa saja, tidak ada penutupan jalan,” tegas Kepala Dinas Perdagangan Industri Koperasi Usaha Kecil Menengah (Disperindaginkop UKM) Kota Serang Yoyo Wicahyono kepada wartawan, Jum’at (15/5/2020).

    Selain itu, Pemkot Serang tidak akan menerima atau menampung pedagang baru dan menambah pedagang musiman, selain pedagang yang biasa berjualan di Jalan Sultan Ageng Tirtayasa (Royal), Jalan Juhdi dan Jalan Maulana Hassanudin (Pasar Lama) sesuai Data Disperindaginkop UKM Kota Serang.

    Terkait adanya peraturan tersebut, Yoyo menjelaskan bahwa dengan kondisi masih merebaknya pandemi Covid-19 ini, sudah ada aturannya sendiri untuk menghindari kerumunan. “Lagi wabah Corona Covid-19 kan harus menghindari kerumunan, kemudian masyarakat setempat juga udah melarang,” ucapnya.

    Hal tersebut merujuk pada surat imbauan yang resmi dikeluarkan Wali Kota Serang dengan nomor 440/361/ Setda pada tanggal 13 Mei 2020 kemarin. Seperti yang tertuang pada surat imbauan tersebut, point dua disebutkan bahwa menjelang hari raya Idul Fitri (Lebaran) tahun ini, Jalan Sultan Ageng Tirtayasa (Royal) tidak dilakukan penutupan jalan seperti Idul Fitri (Lebaran) tahun-tahun sebelumnya.

    Bagi para pedagang tetap yang biasanya berjualan di area tersebut juga diharapkan untuk mematuhi protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 dalam melayani pembeli, dengan selalu menggunakan masker serta sarung tangan.

    Apabila imbauan yang dikeluarkan Wali Kota Serang tersebut tidak diindahkan maka, dalam surat disebutkan akan dilakukan langkah-langkah penertiban oleh gugus tugas percepatan penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) Kota Serang. (Iqbal)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Dianggap Rugikan Para Pekerja, F-PKS Banten Tolak Kebijakan Perpendek Libur Idul Fitri

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua Fraksi PKS DPRD Banten Juhaeni M Rois menyatakan menolak kebijakan Menpan-RB Tjahjo Kumolo yang akan memperpendek...

    DPD KNPI Banten Ali Tak Kunjung Musda, Suparta: Organisasi Dijadikan Dagelan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Tokoh Muda Banten Suparta Kurniawan menilai DPD KNPI Banten telah dijadikan dagelan organisasi oleh Ali Hanafiah. Dijelaskan Suparta, sejak digelarnya Musda DPD KNPI...

    F-Golkar DPRD Kota Serang Siap Sepakati Ruislag, Ini Syaratnya

    SERANG - Fraksi Golkar DPRD Kota Serang menyatakan siap mendukung ruislag antara Pemkot Serang dengan PT Bersama Kembang Kerep Sejahtera (BKKS). Hal tersebut langsung...

    Pengusaha Minta Perda PUK Dibatalkan, Ketua DPRD Kota Serang: Lawan, Miras Tidak Boleh Bebas Diperjual belikan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi , menyatakan siap pasang badan untuk melakukan perlawanan terhadap para pengusaha yang mengajukan permohonan pembatalan (Judicial...

    Dianggap Extra Ordinary Craem, Akademisi UNMA Desak Polda Banten Usut Pengedar Rokok Ilegal di Lebak Selatan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Akademisi Fakultas Hukum Pascasarjana Universitas Mathla'ul Anwar (UNMA) Banten Ipul Saepuloh, mendesak Kepolisian Daerah (Polda) Banten untuk mengusut tuntas peredaran rokok Ilegal...
    - Advertisement -
    - Advertisement -