More

    Jelang Idul Fitri 1441 H, Cuaca Ekstrem Berpotensi Melanda Banten

    Must Read

    Dikawal Aparat, Warga Padarincang Pukul Mundur Alat Berat PLTPB

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ratusan warga Padarincang yang menghalau alat berat perusahaan PT Sintesa Geothermal Banten (PT SBG) atau Pembangkit Listrik...

    Ibu dan Anak di Serang Diduga Jadi Korban Pencabulan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Dugaan pencabulan oleh oknum ahli gigi yang berpraktik di sekitar lampu merah Ciruas dilaporkan ke Polres Serang. Dugaan...

    Dikabarkan Akan Safari ke Banten, Umat Islam di Tanah Jawara Siap Kawal Ketat Rizieq Shihab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Forum Persaudaraan Umat Islam Banten (FPUIB) menggelar serangkaian apel akbar persiapan kedatangan Imam besar Front Pembela Islam...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Menjelang hari raya Idul Fitri 1441 Hijriah, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Klas I Serang memprediksi wilayah Provinsi Banten akan dilanda cuaca ekstrem.

    Hal tersebut disebabkan, saat ini beberapa wilayah di Banten sudah memasuki masa peralihan musim, dari musim penghujan ke musim kemarau.

    “Masa peralihan musim ditandai sering terjadinya cuaca ekstrem seperti hujan lebat dan angin kencang yang disertai petir,” kata Kasi Data dan Informasi BMKG Klas I Serang, Tarjono, Rabu (20/5/2020).

    Sementara itu, disebut dalam rilis resmi BMKG bahwa cuaca ekstrem yang akan melanda Banten berpotensi terjadi antara tanggal 21 – 22 Mei 2020. Tak hanya di Banten, BMKG juga menyebutkan cuaca serupa melanda hampir seluruh wilayah Indonesia.

    Berdasarkan keterangan yang disampaikan Tarjono, atmosfer membentuk pusaran angin harian, atau yang dikenal dengan istilah sirkulasi Eddy. Hujan lebat yang mengguyur Kota Serang pada Senin (18/5/2020) lalu disebutkan sebagai salah satu contohnya.

    “Sehingga cenderung turun hujan dengan intensitas tinggi,” ujarnya.

    Sirkulasi Eddy yang berada di Selat Karimata dan daerah tekanan rendah (L 1006) di barat Lampung, disebutkan Tarjono, mengakibatkan massa udara terfokus pada wilayah Laut Jawa bagian barat. Sehingga berpotensi tumbuhnya awan konvektif.

    Menurutnya, dinamika atmosfer dan pertumbuhan awan memiliki sifat yang dinamis. Ia mengingatkan, masyarakat harus tetap waspada dan jangan panik.

    “Cuaca ekstrem yang terjadi di Kota Serang beberapa waktu lalu bisa saja kembali terjadi atau bergeser ke wilayah lain,” ungkapnya.

    Selain itu, masyarakat juga diminta untuk senantiasa mengupdate informasi yang disampaikan oleh BMKG. Serta melakukan konfirmasi atas informasi yang belum jelas asal usulnya.

    “Selalu konfirmasi jika mendapat berita tentang peringatan dini agar tidak menimbulkan keresahan,” pungkasnya. (Iqbal)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Gelar Refleksi Banten Dikepung Bencana, Kobar: Pemerintah Merusak Ekosistem

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah aktivis lingkungan yang terhimpun dalam aliansi kelompok pelajar (Kobar) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Alun-alun Kota...

    Gelar Webitalk, Unbaja Soroti Pembangunan Berkelanjutan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Unbaja menggelar Webitalk dalam mengkritsi pembangunan yang terjadi di Indonesia, khususnya di Banten. Kegiatan bertajuk 'Menyelaraskan Pertumbuhan Ekonomi...

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya kasus positif Covid-19 di Kota...

    Gelar Aksi Kamisan, Aktivis Lingkungan Soroti Dampak Geothermal Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah pegiat lingkungan menggelar aksi kamisan di depan kampus UIN SMH Banten, Jalan Jendral Soedirman nomor 30, Ciceri, Kota Serang, Banten, Kamis...

    Ribuan Massa Berkerumun di Kota Serang, Syafrudin Ogah Lakukan Swab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Walikota Serang Syafrudin menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan Tes Swab setelah deklarasi ribuan massa forum umat islam bersatu (FPUIB) Banten yang menggelar...
    - Advertisement -
    - Advertisement -