More

    Jelang Penutupan SP Online, Tingkat Partisipasi Masyarakat Kota Serang Terbilang Rendah

    Must Read

    Diduga Hendak Akhiri Hidup, Seorang Wanita Bergelantungan di Jembatan Baru Ciujung-Kragilan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Entah apa yang dipikirkan seorang wanita yang hendak mengakhiri hidupnya di salah satu jembatan baru Ciujung-Kragilan. Namun, menurut...

    Tolak Keputusan Gubernur Soal UMK 2021, Buruh Banten Bakal Gelar Aksi Mogok

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Aliansi Buruh Banten Bersatu (AB3) akan memasifkan sosialisasi penolakan Surat Keputusan (SK) Gubernur Banten Wahidin Halim, terkait...

    Warga Padarincang Hadang Alat Berat PLTPB

    SERANG/POSPUBLIK.CO- Ratusan warga Padarincang, Kabupaten Serang, berhamburan disepanjang jalan bersiap melakukan penghadangan alat berat perusahaan Pembangkit ListrtikTenaga Panas Bumi...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Tingkat partisipasi masyarakat Kota Serang untuk melakukan Sensus Penduduk Online (SPO) terbilang rendah.

    Hal tersebut dikatakan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Serang Dadang Ahdiat kepada pospublik saat dikonfirmasi pada Rabu (27/5/2020).

    “Masih rendah betul, masih bisa ditingkatkan lg, khususnya di kalangan PNS,” kata Dadang.

    Berdasarkan keterangan, menjelang penutupan SPO, dari sebanyak 677.804 penduduk ibu kota Provinsi Banten, namun yang telah melakukan sensus hanya sekitar 56.314 penduduk.

    Dadang mengaku bahwa pihaknya telah menargetkan sebesar 24,62 persen masyarakat Kota Serang melakukan SPO. Namun, faktanya menjelang penutupan SPO pada 29 Mei 2020 mendatang, baru mencapai 7,79 persen.

    “Target kita 24,62 persen dari jumlah penduduk melakukan SP online. Tapi sampe dua hari terakhir menjelang ditutupnya SP online baru mencapai 7,79 persen penduduk yg yercatat di SP Online,” ujar Dadang.

    Dadang juga menyebutkan bahwa tingkat capaian Kota Serang yang hanya 7,79 masih di bawah capaian Kabupaten Lebak yand sudah mencapai angka 13 persen.

    “Kalo melihat lihat capaian kita, dari persentasenya dibawah Lebak yang diatas 13 persen,” tuturnya.

    Disebabkan tidak akan ada perpanjangan masa pengisian SPO, ia menjelaskan bahwa akan ada sensus secara manual pada bulan September tahun ini.

    “Tidak ada perpanjangan, insyaAllah nanti akan didata pada sept 2020. Akan didatangi petugas sensus ke rumah-rumah, jelasnya.

    Sementara itu, ada dua faktor yang menyebabkan tidak tercapainya target yang ditetapkan, lanjut Dadang, yakni rendahnya tingkat kesadaran masyarakat dalam melakukan SPO, kemudian masyarakat yang kesukitan dalam mengakses SPO.

    Perlu diketahui sebelumnya, seperti yang dituturkan Dadang bahwa sebelum masa pandemi Covid-19 pihak BPS Kota Serang sudah melakukan pendampingan pengisian SPO kepada beberapa lembaga pemerintahan.

    “Seperti, di Kejari Serang, Disperindagkop, dan Dinas Lingkungan Hidup,” pungkasnya. (Iqbal)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Gelar Refleksi Banten Dikepung Bencana, Kobar: Pemerintah Merusak Ekosistem

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah aktivis lingkungan yang terhimpun dalam aliansi kelompok pelajar (Kobar) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Alun-alun Kota...

    Gelar Webitalk, Unbaja Soroti Pembangunan Berkelanjutan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Unbaja menggelar Webitalk dalam mengkritsi pembangunan yang terjadi di Indonesia, khususnya di Banten. Kegiatan bertajuk 'Menyelaraskan Pertumbuhan Ekonomi...

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya kasus positif Covid-19 di Kota...

    Gelar Aksi Kamisan, Aktivis Lingkungan Soroti Dampak Geothermal Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah pegiat lingkungan menggelar aksi kamisan di depan kampus UIN SMH Banten, Jalan Jendral Soedirman nomor 30, Ciceri, Kota Serang, Banten, Kamis...

    Ribuan Massa Berkerumun di Kota Serang, Syafrudin Ogah Lakukan Swab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Walikota Serang Syafrudin menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan Tes Swab setelah deklarasi ribuan massa forum umat islam bersatu (FPUIB) Banten yang menggelar...
    - Advertisement -
    - Advertisement -