More

    Jelang Penutupan SP Online, Tingkat Partisipasi Masyarakat Kota Serang Terbilang Rendah

    Must Read

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Tingkat partisipasi masyarakat Kota Serang untuk melakukan Sensus Penduduk Online (SPO) terbilang rendah.

    Hal tersebut dikatakan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Serang Dadang Ahdiat kepada pospublik saat dikonfirmasi pada Rabu (27/5/2020).

    “Masih rendah betul, masih bisa ditingkatkan lg, khususnya di kalangan PNS,” kata Dadang.

    Berdasarkan keterangan, menjelang penutupan SPO, dari sebanyak 677.804 penduduk ibu kota Provinsi Banten, namun yang telah melakukan sensus hanya sekitar 56.314 penduduk.

    Dadang mengaku bahwa pihaknya telah menargetkan sebesar 24,62 persen masyarakat Kota Serang melakukan SPO. Namun, faktanya menjelang penutupan SPO pada 29 Mei 2020 mendatang, baru mencapai 7,79 persen.

    “Target kita 24,62 persen dari jumlah penduduk melakukan SP online. Tapi sampe dua hari terakhir menjelang ditutupnya SP online baru mencapai 7,79 persen penduduk yg yercatat di SP Online,” ujar Dadang.

    Dadang juga menyebutkan bahwa tingkat capaian Kota Serang yang hanya 7,79 masih di bawah capaian Kabupaten Lebak yand sudah mencapai angka 13 persen.

    “Kalo melihat lihat capaian kita, dari persentasenya dibawah Lebak yang diatas 13 persen,” tuturnya.

    Disebabkan tidak akan ada perpanjangan masa pengisian SPO, ia menjelaskan bahwa akan ada sensus secara manual pada bulan September tahun ini.

    “Tidak ada perpanjangan, insyaAllah nanti akan didata pada sept 2020. Akan didatangi petugas sensus ke rumah-rumah, jelasnya.

    Sementara itu, ada dua faktor yang menyebabkan tidak tercapainya target yang ditetapkan, lanjut Dadang, yakni rendahnya tingkat kesadaran masyarakat dalam melakukan SPO, kemudian masyarakat yang kesukitan dalam mengakses SPO.

    Perlu diketahui sebelumnya, seperti yang dituturkan Dadang bahwa sebelum masa pandemi Covid-19 pihak BPS Kota Serang sudah melakukan pendampingan pengisian SPO kepada beberapa lembaga pemerintahan.

    “Seperti, di Kejari Serang, Disperindagkop, dan Dinas Lingkungan Hidup,” pungkasnya. (Iqbal)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Dianggap Rugikan Para Pekerja, F-PKS Banten Tolak Kebijakan Perpendek Libur Idul Fitri

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua Fraksi PKS DPRD Banten Juhaeni M Rois menyatakan menolak kebijakan Menpan-RB Tjahjo Kumolo yang akan memperpendek...

    DPD KNPI Banten Ali Tak Kunjung Musda, Suparta: Organisasi Dijadikan Dagelan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Tokoh Muda Banten Suparta Kurniawan menilai DPD KNPI Banten telah dijadikan dagelan organisasi oleh Ali Hanafiah. Dijelaskan Suparta, sejak digelarnya Musda DPD KNPI...

    F-Golkar DPRD Kota Serang Siap Sepakati Ruislag, Ini Syaratnya

    SERANG - Fraksi Golkar DPRD Kota Serang menyatakan siap mendukung ruislag antara Pemkot Serang dengan PT Bersama Kembang Kerep Sejahtera (BKKS). Hal tersebut langsung...

    Pengusaha Minta Perda PUK Dibatalkan, Ketua DPRD Kota Serang: Lawan, Miras Tidak Boleh Bebas Diperjual belikan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi , menyatakan siap pasang badan untuk melakukan perlawanan terhadap para pengusaha yang mengajukan permohonan pembatalan (Judicial...

    Dianggap Extra Ordinary Craem, Akademisi UNMA Desak Polda Banten Usut Pengedar Rokok Ilegal di Lebak Selatan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Akademisi Fakultas Hukum Pascasarjana Universitas Mathla'ul Anwar (UNMA) Banten Ipul Saepuloh, mendesak Kepolisian Daerah (Polda) Banten untuk mengusut tuntas peredaran rokok Ilegal...
    - Advertisement -
    - Advertisement -