More

    Sejak Muncul Wacana ‘New Normal’, Pemohon SKCK di Kota Serang Meningkat

    Must Read

    Awasi Anggaran Covid-19 dan Pilkada, KPK Sadap Ratusan Nomor Telepon

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nawawi Pomolango mengaku, pihaknya saat ini tengah melakukan upaya penyelidikan tindak...

    Pekerja Migran Ilegal Asal Indonesia Capai 5,3 Juta Jiwa

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mencatat, sekitar 9 Juta pekerja migran asal Indonesia telah di berangkatkan...

    LUIB Kecam Keras Ormas Penolak Kedatangan HRS ke Banten

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah organisasi Islam yang tergabung dalam Laskar Umat Islam Banten (LUIB) mengecam keras ormas yang menolak kedatangan...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Sempat dibatasi selama dua bulan, pemohon Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Polres Serang Kota menjelang penerapan ‘New Normal’ meningkat.

    Sebelumnya, Polres Serang Kota memberlakukan pembatasan pelayanan sejak 1 April 2020 hingga 31 Mei 2020 untuk mengikuti aturan yang berlaku.

    Kapolres Serang Kota AKBP Yunus Hadith Pranoto mengatakan, per tanggal 1 Juni 2020, pemohon SKCK di Polres Serang Kota kembali terlihat ramai.

    “Memang kemarin sempat dibatasi pemohon SKCK dengan sifat prinsip, yakni yang memang sangat membutuhkan. Pemohon SKCK hanya 5 hingga 15 orang maksimal,” kata Yunus kepada wartawan, Kamis (4/6).

    “Mulai awal Juni ini sudah kembali ramai, mengingat pemerintah akan menerapkan aturan New Normal,” lanjutnya.

    Sejak adanya wacana ‘New Normal’, para pemohon SKCK ramai berdatangan. Pada umumnya, pemohon SKCK merupakan dari para pelajar yang baru lulus sekolah untuk mencari pekerjaan.

    “Mau tak mau harus dilayani, akan tetapi dengan menggunakan protokol kesehatan yakni jaga jarak, pakai masker dan cuci tangan,” ujarnya.

    Berdasarkan informasi, sejak 1 Juni kemarin hingga hari ini rata-rata pemohon SKCK mencapai 100 peserta. Dalam hal ini, peserta yang membuat SKCK harus mengikuti prosedur yang berlaku dan harus mematuhi aturan kesehatan Covid-19.

    “Mereka datang diberikan blanko, lalu isi blanko tersebut dengan disiapkan meja dan kursi yang sudah ditetapkan saling jaga jarak, ketika mereka sudah isi blanko kita
    proses dan kita suruh pulang. Tujuannya untuk menghindari penyebaran virus corona,” pungkasnya. (Jon)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Dikabarkan Akan Safari ke Banten, Umat Islam di Tanah Jawara Siap Kawal Ketat Rizieq Shihab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Forum Persaudaraan Umat Islam Banten (FPUIB) menggelar serangkaian apel akbar persiapan kedatangan Imam besar Front Pembela Islam...

    Datangi Ribuan Massa Pendukung HRS, Walikota Serang Bilang Begini

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ribuan massa Forum Persaudaraan Umat Islam Banten (FPUIB) menggelar siaga apel akbar persiapan kedatangan imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq...

    Kapolda Banten: Spanduk Tak Berizin Akan di Turunkan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kapolda Banten, Irjen Pol Fiandar menegaskan untuk spanduk-spanduk yang dipasang dengan sengaja di daerah Banten dan tidak mempunyai izin akan di turunkan. Dirinya...

    Pangdam III Siliwangi: 1.000 Personil TNI Akan Ikut Amankan Pilkada Serentak

    SERANG/POSPUBLIK.CO - TNI-Polri sudah menyiapkan personil untuk mengamankan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Provinsi Banten. Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto pun...

    Lelang Jabatan Sekda Kota Serang, Syafrudin Tunggu Rekomendasi KASN

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Wali Kota Serang Syafrudin menunggu rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) setelah rangking tiga besar diusulkan. Diketahui, peserta pada lelang jabatan Sekda...
    - Advertisement -
    - Advertisement -