More

    Sejak Muncul Wacana ‘New Normal’, Pemohon SKCK di Kota Serang Meningkat

    Must Read

    Ketua DPRD Kota Serang Tolak Perpres Investasi Miras

    SERANG - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi menyatakan menolak mengenai kebijakan dibukanya keran investasi minuman keras (Miras) di...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Sempat dibatasi selama dua bulan, pemohon Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Polres Serang Kota menjelang penerapan ‘New Normal’ meningkat.

    Sebelumnya, Polres Serang Kota memberlakukan pembatasan pelayanan sejak 1 April 2020 hingga 31 Mei 2020 untuk mengikuti aturan yang berlaku.

    Kapolres Serang Kota AKBP Yunus Hadith Pranoto mengatakan, per tanggal 1 Juni 2020, pemohon SKCK di Polres Serang Kota kembali terlihat ramai.

    “Memang kemarin sempat dibatasi pemohon SKCK dengan sifat prinsip, yakni yang memang sangat membutuhkan. Pemohon SKCK hanya 5 hingga 15 orang maksimal,” kata Yunus kepada wartawan, Kamis (4/6).

    “Mulai awal Juni ini sudah kembali ramai, mengingat pemerintah akan menerapkan aturan New Normal,” lanjutnya.

    Sejak adanya wacana ‘New Normal’, para pemohon SKCK ramai berdatangan. Pada umumnya, pemohon SKCK merupakan dari para pelajar yang baru lulus sekolah untuk mencari pekerjaan.

    “Mau tak mau harus dilayani, akan tetapi dengan menggunakan protokol kesehatan yakni jaga jarak, pakai masker dan cuci tangan,” ujarnya.

    Berdasarkan informasi, sejak 1 Juni kemarin hingga hari ini rata-rata pemohon SKCK mencapai 100 peserta. Dalam hal ini, peserta yang membuat SKCK harus mengikuti prosedur yang berlaku dan harus mematuhi aturan kesehatan Covid-19.

    “Mereka datang diberikan blanko, lalu isi blanko tersebut dengan disiapkan meja dan kursi yang sudah ditetapkan saling jaga jarak, ketika mereka sudah isi blanko kita
    proses dan kita suruh pulang. Tujuannya untuk menghindari penyebaran virus corona,” pungkasnya. (Jon)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Ketua DPRD Kota Serang Tolak Perpres Investasi Miras

    SERANG - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi menyatakan menolak mengenai kebijakan dibukanya keran investasi minuman keras (Miras) di...

    Dianggap Rugikan Para Pekerja, F-PKS Banten Tolak Kebijakan Perpendek Libur Idul Fitri

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua Fraksi PKS DPRD Banten Juhaeni M Rois menyatakan menolak kebijakan Menpan-RB Tjahjo Kumolo yang akan memperpendek libur Idul Fitri. Diketahui, MenPAN-RB Tjahjo...

    DPD KNPI Banten Ali Tak Kunjung Musda, Suparta: Organisasi Dijadikan Dagelan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Tokoh Muda Banten Suparta Kurniawan menilai DPD KNPI Banten telah dijadikan dagelan organisasi oleh Ali Hanafiah. Dijelaskan Suparta, sejak digelarnya Musda DPD KNPI...

    F-Golkar DPRD Kota Serang Siap Sepakati Ruislag, Ini Syaratnya

    SERANG - Fraksi Golkar DPRD Kota Serang menyatakan siap mendukung ruislag antara Pemkot Serang dengan PT Bersama Kembang Kerep Sejahtera (BKKS). Hal tersebut langsung...

    Pengusaha Minta Perda PUK Dibatalkan, Ketua DPRD Kota Serang: Lawan, Miras Tidak Boleh Bebas Diperjual belikan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi , menyatakan siap pasang badan untuk melakukan perlawanan terhadap para pengusaha yang mengajukan permohonan pembatalan (Judicial...
    - Advertisement -
    - Advertisement -