More

    Soal Membludaknya Penumpang di Stasiun Rangkasbitung, Begini Tanggapan Wagub Andika

    Must Read

    SERANG/POSPUBLIK.CO — Antrean panjang penumpang kereta api di Stasiun Rangkasbitung, Lebak pada Senin (8/6) lalu menjadi persoalan baru menjelang diterapkannya kenormalan baru atau ‘New Normal’.

    Antrean penumpang yang mencapai ratusan meter dari Stasiun Rangkasbitung hingga ke depan Pusat Perbelanjaan Rangkasbitung Indah Plaza (Rabinza) di Jalan RT Hadiwinangun, Kelurahan Muara Ciujung Timur, Kecamatan Rangkas Bitung itu menunjukan belum siapnya pemerintah daerah (Pemda) dalam mengantisipasi kerumunan ditengah wabah Covid-19.

    Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengatakan, perlu adanya pembagian jam kantor atau jadwal shift kerja untuk mengantisipasi penumpukan penumpang disejumlah terminal dan stasiun kereta api selama di berlakukanya PSBB di wilayah Tangerang Raya.

    “Perlu adanya penambahan petugas untuk mengatur antrean di luar pagar stasiun bagi calon penumpang, sesuai dengan protokol kesehatan agar tidak terjadi kerumunan,” ucapnya saat memberikan keterangan tertulis kepada awak media, Selasa (9/6/2020).

    Menurut Andika, pembagian Waktu kerja karyawan baik di Provinsi Banten maupun DKI Jakarta perlu ditingkatkan selama PSBB berlangsung agar tidak terjadi penumpukan penumpang pada jam-jam tertentu.

    “Pemprov Banten akan menyesuaikan kebijakan Pemerintah Pusat, untuk pembagian jam kerja bagi warga masyarakat Banten yang bekerja di DKI Jakarta,” katanya.

    Dengan adanya pembagian shift kerja karyawan, sambung pria yang akrab disapa Aa itu, stasiun kereta api dapat mengurangi penumpukan penumpang, sehingga, ia berharap kuota transportasi sesuai dengan protokol kesehatan dapat berjalan secara maksimal.

    Selain itu, selama pemberlakuan PSBB, sektor Industri khususnya di wilayah Tangerang harus beroperasi dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Namun, dalam rangka mencegah Covid-19 Industri diwajibkan melakukan rapid tes melalui kerjasama dengan dinas terkait.

    “Pemerintah Provinsi Banten telah menyosialisasikan kepada masyarakat penerapan tatanan kenormalan baru (new normal) melalui laman website dan media sosial Pemerintah Provinsi Banten,” ungkapnya.

    Perlu diketahui, Pemprov Banten telah memperpanjang PSBB selama 14 hari, terhitung sejak tanggal 1 hingga 14 Juni mendatang melalui keputusan Gubernur Banten khusus untuk wilayah Tangerang Raya berdasarkan surat keputusan gubernur Banten bernormor 443/Kep. 161 – Huk/2020 tentang penetapan perpanjangan tahap ketiga pembatasan sosial bersekala besar (PSBB) di Wilayah Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan dalam rangka percepatan penanganan Covid-19. (Jejen)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Dianggap Rugikan Para Pekerja, F-PKS Banten Tolak Kebijakan Perpendek Libur Idul Fitri

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua Fraksi PKS DPRD Banten Juhaeni M Rois menyatakan menolak kebijakan Menpan-RB Tjahjo Kumolo yang akan memperpendek...

    DPD KNPI Banten Ali Tak Kunjung Musda, Suparta: Organisasi Dijadikan Dagelan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Tokoh Muda Banten Suparta Kurniawan menilai DPD KNPI Banten telah dijadikan dagelan organisasi oleh Ali Hanafiah. Dijelaskan Suparta, sejak digelarnya Musda DPD KNPI...

    F-Golkar DPRD Kota Serang Siap Sepakati Ruislag, Ini Syaratnya

    SERANG - Fraksi Golkar DPRD Kota Serang menyatakan siap mendukung ruislag antara Pemkot Serang dengan PT Bersama Kembang Kerep Sejahtera (BKKS). Hal tersebut langsung...

    Pengusaha Minta Perda PUK Dibatalkan, Ketua DPRD Kota Serang: Lawan, Miras Tidak Boleh Bebas Diperjual belikan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi , menyatakan siap pasang badan untuk melakukan perlawanan terhadap para pengusaha yang mengajukan permohonan pembatalan (Judicial...

    Dianggap Extra Ordinary Craem, Akademisi UNMA Desak Polda Banten Usut Pengedar Rokok Ilegal di Lebak Selatan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Akademisi Fakultas Hukum Pascasarjana Universitas Mathla'ul Anwar (UNMA) Banten Ipul Saepuloh, mendesak Kepolisian Daerah (Polda) Banten untuk mengusut tuntas peredaran rokok Ilegal...
    - Advertisement -
    - Advertisement -