More

    Gubernur WH Geram, Pelanggar Protokol Kesehatan Harus Diberikan Sanksi

    Must Read

    Warga Padarincang Hadang Alat Berat PLTPB

    SERANG/POSPUBLIK.CO- Ratusan warga Padarincang, Kabupaten Serang, berhamburan disepanjang jalan bersiap melakukan penghadangan alat berat perusahaan Pembangkit ListrtikTenaga Panas Bumi...

    Marinir Kawal Pembongkaran PLTPB, LBH: Negara Abaikan Hak Dasar Rakyat Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Rakyat Banten menduga ada persoalan besar dalam rangkaian pemaksanaan mobilisasi alat berat PT...

    Awasi Anggaran Covid-19 dan Pilkada, KPK Sadap Ratusan Nomor Telepon

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nawawi Pomolango mengaku, pihaknya saat ini tengah melakukan upaya penyelidikan tindak...

    SERANG/POSPUBLIK.CO — Gubernur Banten Wahidin Halim, geram atas terjadinya berbagai pelanggaran protokol kesehatan di wilayahnya. Selain penumpukan penumpang di Bandara Soekarno Hatta, Stasiun KA Rangkasbitung kembali mencatat persoalan yang sama atas membludaknya kerumunan penumpang.

    Hal ini bisa membatalkan skema penerapan tatanan kenormalan baru atau ‘New Normal’ di Banten.

    “Pada waktu PSBB kita kan telah sepakat untuk memperketat transportasi Kereta Api dengan pola dan pendekatan protokol kesehatan yang ketat”, ucap Gubernur WH, Rabu (10/6/2020).

    Menurut WH, setelah dibuka ruang transisi menuju kenormalan baru, mulai terjadi pelanggaran-pelanggaran yang serius, bahkan grafik kenaikannya sangat tinggi mulai dari 14 hingga 22 orang terkonfirmasi positif setiap harinya. Sehingga, bisa mendegradasikan upaya Pemprov Banten dalam menghentikan penyebaran Covid-19.

    Selain itu, WH mengaku beberapa daerah di Banten yang tadinya zona hijau kini berubah menjadi zona kuning, meski demikian WH tidak menafikan bahwa perubahan itu akibat mobilisasi para pekerja yang keluar masuk Jakarta-Banten didominasi pekerja yang tinggal di Jabodetabek.

    “Bagaimana kita bisa memutus mata rantai jika pendekatan protokol kesehatannya belum terselesaikan,” jelas WH.

    Atas masalah itu WH mengurai dua persoalan. Pertama, menyangkut proses penyelesaian Covid-19 dan persoalan ekonomi. Menurutnya masalah ini tidak bisa dipararelkan bersama baik antara urusan ekonomi dan penyelesaian Covid-19.

    WH mencontohkan, seperti supermarket yang berorientasi supaya banyak pengunjung, berbanding terbalik dengan konsep protokol kesehatan dalam memutus mata rantai penularan Covid-19.

    “Dari pertama persoalan lock down,
    PSBB hingga ke masa transisi dan sekarang new normal, saya belum bisa membayangkan akhirnya bagaimana dan formulasinya juga gimana,” ujar WH.

    Selanjutnya, di tempat peribadatan, ia merasa kapasitas masjid di beberapa area luasnya terbatas. Sehingga, jemaah yang jumlahnya banyak akan bergerombolan masuk dan terjadi kelebihan kapasitas. Kecuali masjid agung atau masjid besar lainnya.

    “Sebagai Gubernur sejak awal tidak banyak komentar tapi saya terus bekerja, memantau dan terus melakukan aktifitas sosialisasi untuk upaya pencegahan, karena polanya berubah-ubah dan kurang sinergi antara satu daerah dengan daerah lainnya, akhirnya saya rasakan menjadi kurang efektif,” ungkapnya.

    Terakhir, WH mengatakan, keterlibatan aparatur negara dalam memutus rantai Covid-19 harus lebih tegas memberikan sanksi kepada para pelanggar protokol kesehatan, sementara untuk pengusaha wajib ditekan agar perusahaan menerapkan protokol kesehatan di tempat kerjanya.

    “Sudah banyak contoh di negara lain yang terjadi. Kalau kita tidak konsisten dan tidak saling melindungi, apalagi sebatas karena alasan ekonomi dan kita tidak indahkan rambu-rambu protokol kesehatan soal pandemi. Saya tidak tahu bagaimana ke depannya nanti,” tutup WH. (Jejen)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Dikabarkan Akan Safari ke Banten, Umat Islam di Tanah Jawara Siap Kawal Ketat Rizieq Shihab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Forum Persaudaraan Umat Islam Banten (FPUIB) menggelar serangkaian apel akbar persiapan kedatangan Imam besar Front Pembela Islam...

    Datangi Ribuan Massa Pendukung HRS, Walikota Serang Bilang Begini

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ribuan massa Forum Persaudaraan Umat Islam Banten (FPUIB) menggelar siaga apel akbar persiapan kedatangan imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq...

    Kapolda Banten: Spanduk Tak Berizin Akan di Turunkan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kapolda Banten, Irjen Pol Fiandar menegaskan untuk spanduk-spanduk yang dipasang dengan sengaja di daerah Banten dan tidak mempunyai izin akan di turunkan. Dirinya...

    Pangdam III Siliwangi: 1.000 Personil TNI Akan Ikut Amankan Pilkada Serentak

    SERANG/POSPUBLIK.CO - TNI-Polri sudah menyiapkan personil untuk mengamankan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Provinsi Banten. Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto pun...

    Lelang Jabatan Sekda Kota Serang, Syafrudin Tunggu Rekomendasi KASN

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Wali Kota Serang Syafrudin menunggu rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) setelah rangking tiga besar diusulkan. Diketahui, peserta pada lelang jabatan Sekda...
    - Advertisement -
    - Advertisement -