More

    Marak TPS Liar, DLH Salahkan Kesadaran Masyarakat Yang Masih Rendah

    Must Read

    Tolak Keputusan Gubernur Soal UMK 2021, Buruh Banten Bakal Gelar Aksi Mogok

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Aliansi Buruh Banten Bersatu (AB3) akan memasifkan sosialisasi penolakan Surat Keputusan (SK) Gubernur Banten Wahidin Halim, terkait...

    Pemkot Serang Khawatir Klaster Baru Penyebaran Covid-19 di BJB KCK Banten

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Setelah di tutup nya pelayanan pada Bank BJB KCK Banten, lantaran adanya klaster baru 83 pegawai dinyatakan...

    Marinir Kawal Pembongkaran PLTPB, LBH: Negara Abaikan Hak Dasar Rakyat Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Rakyat Banten menduga ada persoalan besar dalam rangkaian pemaksanaan mobilisasi alat berat PT...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota menyebutkan maraknya Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar di Kota Serang itu karena kesadaran masyarakat rendah.

    Hal tersebut disampaikan Kepala DLH Kota Serang Ipiyanto kepada pospublik saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon, Jum’at (12/6).

    Mengenai persoalan TPS Liar, Ipiyanto menuturkan bahwa sudah disampaikan kepada pihak eksekutif dan legislatif. Menurutnya, persoalan sampah liar atau TPS liar ini karena perilaku masyarakat yang belum menyadari persoalan tersebut.

    “Persoalan sampah liar ini bukan ada di Kami, kami sudah menyediakan tempat, tapi perilaku masyarakat yang belum menyadari persoalan itu,” kata Ipiyanto.

    Berdasarkan keterangan yang dihimpun pospublik, di Kota Serang ada sebanyak 92 TPS resmi, sedangkan untuk TPS liar ada sebanyak 120 titik, dengan jadwal pengangkutan yang berbeda dengan pengangkutan sampah di TPS resmi.

    Kendati demikian, demi menjaga lingkungan pihak DLH tetap mengangkut sampah yang berada di TPS liar, di samping itu hal tersebut dipandang sejalan dengan visi dan misi Wali Kota Serang.

    “TPS liar ada 120 titik itu sudah termasuk yang ada didalam perkampungan. Tidak ada retribusi dalam pengangkutan sampah liar. Tetap diangkut karena kita kan harus menjaga lingkungan dan kebersihan. Menurut saya masalah retribusi dengan pengangkutan itu dua hal yang berbeda,” ujarnya.

    Ipiyanto mengaku, menyoal hal tersebut dirinya sudah dipanggil untuk menindak lanjuti persoalan tersebut. Dalam waktu dekat ini DLH akan melakukan apel koordinasi.

    “Kedepan rencananya kami akan fokus pada TPS liar yang ada di pinggir-pinggir jalan protokol, jadi ini yang akan kita apelkan,” ungkapnya.

    Terlepas sampah yang berada di TPS resmi maupun TPS liar, Ipiyanto berkomitmen bahwa pihaknya akan tetap melakukan pengangkutan sampah demi menjaga lingkungan.

    “Semuanya terangkut hanya persoalannya schedule pengangkutan per dua hari atau, karena itu yang diluar dari pada TPS yang kami tempatkan,” jelas Ipiyanto.

    Volume Sampah Meningkat

    Dengan terus bertambahnya penduduk, maka secara otomatis volume sampah pun akan terus bertambah. Ipiyanto menyebutkan bahwa bayi yang baru lahir saja mengeluarkan sampah.

    “Persoalan sampah tentu perlu ada peranan masyarakat, sejauh ini volume sampah di Kota Serang semakin bertambah, anak baru lahirpun menghasilkan sampah,” ujarnya.

    Masyarakat Ibukota Provinsi Banten, disebutkan harus bisa mengelola sampahnya masing-masing sebagai upaya membatasi volume sampah yang ada di Kota Serang.

    “Misalnya dilakukan pemilahan sampah, lantas sampah organiknya sudah dibuat menjadi kompos, intinya sudah dilakukan daur ulang oleh masyarakat, sehingga volume yang kami angkut akan terbatas. Dengan demikian, kemungkinan ke depan armada untuk pengangkutan juga akan berkurang,” tukasnya.

    TPS Resmi Dirusak

    Dari sebanyak 92 TPS resmi yang dimiliki Kota Serang, hanya ada sebanyak 78 titik yang masih bisa dikatakan layak. Sisanya sudah banyak yang hancur karena respon masyarakat.

    “TPS resmi yang sudah kita alokasikan ada sekitar 92 , akan tetapi kondisi bangunan yang sudah dilakukan evaluasi yang masih bisa dikatakan setengah layak itu sekitar 78 titik,” kata Ipiyanto.

    “Yang lainya banyak yang hancur karena banyak masyarakat tidak mau menerima keberadaan TPS itu, walaupun posisinya di pinggir jalan jalan besar,” pungkasnya. (Jon)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Lelang Jabatan Sekda Kota Serang, Syafrudin Tunggu Rekomendasi KASN

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Wali Kota Serang Syafrudin menunggu rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) setelah rangking tiga besar diusulkan. Diketahui,...

    PAD Kota Serang Tahun 2020 Tak Capai Target

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Serang tahun 2020 tak mencapai target, lantaran PAD ini hanya mencapai Rp190 miliar dengan target Rp220 miliar....

    Tolak Keputusan Gubernur Soal UMK 2021, Buruh Banten Bakal Gelar Aksi Mogok

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Aliansi Buruh Banten Bersatu (AB3) akan memasifkan sosialisasi penolakan Surat Keputusan (SK) Gubernur Banten Wahidin Halim, terkait penetapan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK)...

    Marinir Kawal Pembongkaran PLTPB, LBH: Negara Abaikan Hak Dasar Rakyat Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Rakyat Banten menduga ada persoalan besar dalam rangkaian pemaksanaan mobilisasi alat berat PT Sintesa Geothermal Banten (PT SBG)...

    Awasi Anggaran Covid-19 dan Pilkada, KPK Sadap Ratusan Nomor Telepon

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nawawi Pomolango mengaku, pihaknya saat ini tengah melakukan upaya penyelidikan tindak pidana korupsi (Tipikor) secara tertutup...
    - Advertisement -
    - Advertisement -