More

    Dinilai Terima Gratifikasi Beras, GMNI Geruduk DPRD Banten

    Must Read

    Pangdam III Siliwangi: 1.000 Personil TNI Akan Ikut Amankan Pilkada Serentak

    SERANG/POSPUBLIK.CO - TNI-Polri sudah menyiapkan personil untuk mengamankan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Provinsi Banten. Pangdam III Siliwangi Mayjen...

    Datangi Ribuan Massa Pendukung HRS, Walikota Serang Bilang Begini

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ribuan massa Forum Persaudaraan Umat Islam Banten (FPUIB) menggelar siaga apel akbar persiapan kedatangan imam besar Front...

    Lelang Jabatan Sekda Kota Serang, Syafrudin Tunggu Rekomendasi KASN

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Wali Kota Serang Syafrudin menunggu rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) setelah rangking tiga besar diusulkan. Diketahui,...

    SERANG/POSPUBLIK.CO — Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) Banten menggeruduk DPRD Banten, Mereka mengecam tindakan anggota Dewan yang menerima CSR Beras dari bank BJB yang diduga sebagai bentuk Gratifikasi.

    Dalam aksinya, mereka menduga kucuran beras CSR sebagai bentuk penghentian usulan hak interpelasi terkait pemindahan RKUD dari Bank Banten ke Bank BJB.

    Ketua umum DPD Gmni Banten, Indra Patiwara mengatakan, Unsur Pimpinan DPRD Banten tidak mempunyai sikap dalam menjelaskan kepada publik terkait penerimaan beras CSR oleh anggota DPRD.

    “Dewan ini jangan lemah jangan mandul, harus bersikap tegas sebagai seorang pimpinan dewan,” kata Indra disela-sela orasi di DPRD Banten, Senin (15/6/2020).

    Menurut Indra, statemen ketua pimpinan dewan di beberapa media tidak mencerminkan representasi rakyat dengan dalih tidak tahu atas persoalan penerimaan beras CSR, sehingga dirinya akan lebih dalam mengkaji keterlibatan unsur pimpinan.

    “Kita juga masih mengkaji ketidak tahuan beliau (Ketua Dewan) itu asli atau memang sengaja, kan sudah ketahuan baru di salurkan,” imbuhnya.

    “Kami menuntut seluruh anggota dewan khususnya ketua dewan harus bertanggungjawab terkait dengan persoalan (Gratifikasi) beras CSR ini,” tegas Indra.

    Dikatakan Indra, beberapa Fraksi yang menerima CSR beras dari bank BJB yakni Fraksi PKB, Fraksi PAN, dan Frkasi PKS.

    Sejauh ini, Ujar dia, Beberapa anggota dewan yang sudah mengembalikan misalnya ketua dewan dengan tidak mengetahuinya bahwa itu CSR dari Bank BJB dikembalikan (disalurkan) lagi langsung.

    “Salahnya disini, para anggota dewan ketika ramai ketahuan mendapatkan beras 2 ton dari BJB dikembalikan lagi ke penyalur. Nah ini salah, harusnya laporan dulu ke KPK biar KPK yang mengkaji,” ungkapnya.

    “Nggak wajar anggota dewan menerima beras CSR 2 ton beras masuk ke pribadi, kecuali melalui lembaga,” jelasnya.

    Berdasarkan Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (UU tipikor), pejabat tidak boleh menerima fasilitas ataupun barang karena merupakan bentuk gratifikasi.

    “Kalau melihat UU Tipikor baik pejabat pusat maupun daerah tidak boleh menerima barang atau fasilitas dari pihak lain, itu sudah masuk dalam unsur gratifikasi,” tandasnya.

    “Kami akan meminta Kejati Banten, menekan MoU (Memorandum of Understanding) terkait penyelesaian kasus ini selama 7 hari, Kalau tuntutan kita nggak digubris oleh kejati kita akan laporkan ke KPK,” tutupnya.(Jejen)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Gelar Refleksi Banten Dikepung Bencana, Kobar: Pemerintah Merusak Ekosistem

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah aktivis lingkungan yang terhimpun dalam aliansi kelompok pelajar (Kobar) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Alun-alun Kota...

    Gelar Webitalk, Unbaja Soroti Pembangunan Berkelanjutan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Unbaja menggelar Webitalk dalam mengkritsi pembangunan yang terjadi di Indonesia, khususnya di Banten. Kegiatan bertajuk 'Menyelaraskan Pertumbuhan Ekonomi...

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya kasus positif Covid-19 di Kota...

    Gelar Aksi Kamisan, Aktivis Lingkungan Soroti Dampak Geothermal Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah pegiat lingkungan menggelar aksi kamisan di depan kampus UIN SMH Banten, Jalan Jendral Soedirman nomor 30, Ciceri, Kota Serang, Banten, Kamis...

    Ribuan Massa Berkerumun di Kota Serang, Syafrudin Ogah Lakukan Swab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Walikota Serang Syafrudin menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan Tes Swab setelah deklarasi ribuan massa forum umat islam bersatu (FPUIB) Banten yang menggelar...
    - Advertisement -
    - Advertisement -