More

    Penerapan ‘New Normal’ Terkendala Kesadaran Masyarakat

    Must Read

    Ribuan Orang Berkerumun Hadiri Haul Syekh Abdul Qadir Jaelani, Gubernur WH: Saya Tidak Hadir

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Gubernur Banten, Wahidin Halim (WH) menyatakan, pihaknya secara resmi telah memberikan izin perihal acara Haul Syekh Abdul...

    Waduh! Kapolsek Walantaka Dicopot Pasca Kerumunan pada Pertandingan Sepak Bola

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Pasca adanya kerumunan pada pertandingan sepak bola di Kecamatan Walantaka pada Rabu (3/12) lalu, Kapolsek Walantaka AKP...

    Jadi Tempat Esek-Esek, Pemkot Serang Bakal Sulap Kepandean

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kerap dijadikan tempat esek-esek, Pasar Kepandean direncanakan bakal di tata ulang atau dijadikan tempat terbuka hijau pada...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Penerapan kenormalan baru atau yang dewasa ini dikenal dengan “New Normal” tinggal menunggu tanda tangan dari Wali Kota Serang Syafrudin. Namun, saat ini harus terkendala kesadaran masyarakat.

    Hal tersebut disampaikan Wali Kota Serang Syafrudin kepada wartawan usai melakukan Rakornas Pengawasan Intern Tahun 2020 secara virtual di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Serang, Senin (15/6/2020).

    “Covid-19 ini akan selesai dengan kesadaran masyarakat. Kalo masyarakatnya tidak sadar dengan yang dianjurkan pemerintah, justru akan bertambah,” katanya.

    Menurutnya, Adanya peningkatan kasus positif terinfeksi Covid-19 tidak akan mempengaruhi penerapan konsep tersebut. Namun, yang terpenting masyarakat tidak mengabaikan protokol kesehatan.

    “Ada peningkatan ataupun tidak, konsep ini tetap kita terapkan, karena ini penyelamatan semua, termasuk penyelamatan masyarakat. Yang terpenting harus jaga protokol kesehatan,” tandasnya.

    Masyarakat yang terlalu lama berdiam diri di rumah saja, ujar dia, akan terlalu beresiko bagi pemerintah setempat. Sehingga, penerapan kenormalan baru lebih baik dibandingkan harus menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

    “Kalau masyarakat dibiarkan hidup di rumah saja, maka akan beresiko juga bagi pemerintah. ‘New Normal’ itu lebih baik dari pada PSBB, karena PSBB juga tetap akan melakukan ‘New Normal’,” kata Syafrudin.

    Diketahui, belakangan ini wacana penerapan konsep kenormalan baru ini terus menjadi pembahasan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang. (Jon)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Harga Gabah Petani di Banten Alami Penurunan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Badan Pusat Statistik (BPS) Banten mencatat rata-rata harga gabah di tingkat petani pada November 2020 mengalami penurunan. Penurunan...

    Waduh! Kapolsek Walantaka Dicopot Pasca Kerumunan pada Pertandingan Sepak Bola

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Pasca adanya kerumunan pada pertandingan sepak bola di Kecamatan Walantaka pada Rabu (3/12) lalu, Kapolsek Walantaka AKP Kasmuri, di copot jabatannya dan...

    Pasca Diguyur Hujan Deras, Sejumlah Wilayah di Kota Serang Terendam Banjir

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Setelah diguyur hujan deras semalaman, beberapa wilayah di Kota Serang terendam banjir, seperti di Komplek Citra Gading, Kampung Munjul Jaya, Kelurahan Karundang dan...

    Kota Serang Dikepung Banjir, Warga Diminta Waspada Banjir Susulan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kota Serang kembali dikepung banjir setelah diguyur hujan sejak Rabu malam hingga kamis (3/12) pagi. Beberapa titik yang jadi langganan banjir diantaranya komplek...

    Banten Dinilai Darurat Kekerasan Perempuan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Hari Internasional Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan kerap diperingati setiap tanggal 25 November, namun kali ini berbeda lantaran dihadapkan dengan situasi pandemi corona,...
    - Advertisement -
    - Advertisement -