More

    Gelar Aksi, Mahasiswa UNMA Desak Kampus Potong UKT

    Must Read

    Ketua DPRD Kota Serang Tolak Perpres Investasi Miras

    SERANG - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi menyatakan menolak mengenai kebijakan dibukanya keran investasi minuman keras (Miras) di...

    PANDEGLANG/POSPUBLIK.CO – Ratusan Mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Besar Mahasisa Universitas Mathlaul Anwar ( UNMA) Banten melakukan Aksi demonstrasi di Gedung baru rektorat Univerasitas Mathlaul Anwar (UNMA) Banten, Selasa (16/06/2020).

    Dalam aksinya mereka membakar ban dan atribut aksi sebagai simbol kekecewaan terhadap tidak adanya keringanan UKT/BKT dari Kampus UNMA Banten.

    Koordinator Lapangan Aksi Muhamad Abdullah mengatakan, aksi itu buah dari kegeraman mahasiswa atas kebijakan kampus yang di nilai masih memberatkan pembayaran UKT saat masih Pandemi covid-19.

    “Di tengah wabah Covid-19 melanda mengakibatkan pembelajaran dialihkan ke sistem daring, namun sampai saat ini tidak ada kontrol dari pihak kampus sehingga tidak berjalan dengan baik,” ucapnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

    Ia menilai, sistem daring yang di laksanakan terkesan tidak serius dan memberatkan mahasiswa, terlebih saat ini seluruh sektor terdampak atas Covid-19. Maka dari itu, pihaknya menuntut agar UKT di potong sebesar 50 persen.

    Namun bagi mahasiswa yg belum bisa membayar itu bisa di tangguhkan,agar mahasiswa bisa mengakses pembelajaran dan UAS dengan lancar. “Bank saja bisa di tangguhkan masa untuk mengakses pendidikan enggak,” terang Abdullah.

    Selain itu, lanjut abdullah, Kebijakan Kampus saat ini masih Memegang erat jiwa industrialisasi, idealnya, kata dia, Pada Saat pandemi ini mahasiswa menunggu kebijakan yang memang bisa meringankan beban biaya Kuliah, beban orang tua yang perekonomian nya terdampak.

    “Kami mengusulkan agar ada pemotongan uang kuliah sebesar 50 persen,Kalau tidak dipotong, setidaknya ada relaksasi pembayaran UKT selama satu tahun atau setidaknya 6 bulan,” ungkapnya.

    Abdullah juga mengatakan, seharusnya pihak universitas tidak mengambil keuntungan atau merencanakan pembangunan dalam waktu dekat. Melihat keadaan yang ada, tidak elok rasanya tetap memaksakan mahasiswa membayar dengan penuh.

    “Di titik ini, logika kapitalisme harus dikesampingkan dan mengedepankan kemanusiaan,” katanya.

    “Memotong atau menggratiskan UKT seharusnya bukanlah beban bagi universitas. Universitas pun terkena dampak dari corona, dan harusnya terlintas juga di pikiran mereka bagaimana dampaknya ke mahasiswa. Pembangunan atau hal lain yang tidak mendesak harusnya tidak menjadi alasan untuk memaksa mahasiswa membayar penuh,”tutupnya. (Moch)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Ketua DPRD Kota Serang Tolak Perpres Investasi Miras

    SERANG - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi menyatakan menolak mengenai kebijakan dibukanya keran investasi minuman keras (Miras) di...

    Dianggap Rugikan Para Pekerja, F-PKS Banten Tolak Kebijakan Perpendek Libur Idul Fitri

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua Fraksi PKS DPRD Banten Juhaeni M Rois menyatakan menolak kebijakan Menpan-RB Tjahjo Kumolo yang akan memperpendek libur Idul Fitri. Diketahui, MenPAN-RB Tjahjo...

    DPD KNPI Banten Ali Tak Kunjung Musda, Suparta: Organisasi Dijadikan Dagelan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Tokoh Muda Banten Suparta Kurniawan menilai DPD KNPI Banten telah dijadikan dagelan organisasi oleh Ali Hanafiah. Dijelaskan Suparta, sejak digelarnya Musda DPD KNPI...

    F-Golkar DPRD Kota Serang Siap Sepakati Ruislag, Ini Syaratnya

    SERANG - Fraksi Golkar DPRD Kota Serang menyatakan siap mendukung ruislag antara Pemkot Serang dengan PT Bersama Kembang Kerep Sejahtera (BKKS). Hal tersebut langsung...

    Pengusaha Minta Perda PUK Dibatalkan, Ketua DPRD Kota Serang: Lawan, Miras Tidak Boleh Bebas Diperjual belikan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi , menyatakan siap pasang badan untuk melakukan perlawanan terhadap para pengusaha yang mengajukan permohonan pembatalan (Judicial...
    - Advertisement -
    - Advertisement -