More

    Gelar Aksi, Mahasiswa UNMA Desak Kampus Potong UKT

    Must Read

    PPDB di Banten Dinilai Marak Titipan Siswa

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Banten bagi Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Kejuruan SMA/SMK tengah berlangsung....

    Penjual Ikan Asin di Karangantu Keluhkan Sepi Pembeli

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Pedagang ikan asin di Karangantu, Kota Serang, mengeluhkan penjualan ikan asin yang minim dan sepi pembeli, tak...

    Upacara HUT RI, Pengibaran Bendera Hanya Dilakukan Tiga Paskibraka

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Banten Deden Apriandi menyebut Upacara HUT ke-75 Republik Indonesia di Banten...

    PANDEGLANG/POSPUBLIK.CO – Ratusan Mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Besar Mahasisa Universitas Mathlaul Anwar ( UNMA) Banten melakukan Aksi demonstrasi di Gedung baru rektorat Univerasitas Mathlaul Anwar (UNMA) Banten, Selasa (16/06/2020).

    Dalam aksinya mereka membakar ban dan atribut aksi sebagai simbol kekecewaan terhadap tidak adanya keringanan UKT/BKT dari Kampus UNMA Banten.

    Koordinator Lapangan Aksi Muhamad Abdullah mengatakan, aksi itu buah dari kegeraman mahasiswa atas kebijakan kampus yang di nilai masih memberatkan pembayaran UKT saat masih Pandemi covid-19.

    “Di tengah wabah Covid-19 melanda mengakibatkan pembelajaran dialihkan ke sistem daring, namun sampai saat ini tidak ada kontrol dari pihak kampus sehingga tidak berjalan dengan baik,” ucapnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

    Ia menilai, sistem daring yang di laksanakan terkesan tidak serius dan memberatkan mahasiswa, terlebih saat ini seluruh sektor terdampak atas Covid-19. Maka dari itu, pihaknya menuntut agar UKT di potong sebesar 50 persen.

    Namun bagi mahasiswa yg belum bisa membayar itu bisa di tangguhkan,agar mahasiswa bisa mengakses pembelajaran dan UAS dengan lancar. “Bank saja bisa di tangguhkan masa untuk mengakses pendidikan enggak,” terang Abdullah.

    Selain itu, lanjut abdullah, Kebijakan Kampus saat ini masih Memegang erat jiwa industrialisasi, idealnya, kata dia, Pada Saat pandemi ini mahasiswa menunggu kebijakan yang memang bisa meringankan beban biaya Kuliah, beban orang tua yang perekonomian nya terdampak.

    “Kami mengusulkan agar ada pemotongan uang kuliah sebesar 50 persen,Kalau tidak dipotong, setidaknya ada relaksasi pembayaran UKT selama satu tahun atau setidaknya 6 bulan,” ungkapnya.

    Abdullah juga mengatakan, seharusnya pihak universitas tidak mengambil keuntungan atau merencanakan pembangunan dalam waktu dekat. Melihat keadaan yang ada, tidak elok rasanya tetap memaksakan mahasiswa membayar dengan penuh.

    “Di titik ini, logika kapitalisme harus dikesampingkan dan mengedepankan kemanusiaan,” katanya.

    “Memotong atau menggratiskan UKT seharusnya bukanlah beban bagi universitas. Universitas pun terkena dampak dari corona, dan harusnya terlintas juga di pikiran mereka bagaimana dampaknya ke mahasiswa. Pembangunan atau hal lain yang tidak mendesak harusnya tidak menjadi alasan untuk memaksa mahasiswa membayar penuh,”tutupnya. (Moch)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Pedoman Penyusunan APBD 2021, Pemda Diminta Tetap Fokus Penanganan Covid-19

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara resmi telah menerbitkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 64 Tahun 2020...

    Sidang Gugatan Pemindahan RKUD Banten Masuk Tahap Penyerahan Resume Perdamaian

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sidang Perdata gugatan dugaan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) yang dilakukan Gubernur Banten Wahidin Halim terkait Pemindahan RKUD Bank Banten ke Bank Jawa...

    Innalilahi, Tokoh Pendiri Banten Wafat di RS Siloam Karawaci

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Masyarakat Banten kembali kehilangan salah satu tokoh pejuang sekaligus pendiri Provinsi Banten yakni Muchtar Mandala tutup usia di Rumah Sakit (RS) Siloam...

    PPDB di Banten Dinilai Marak Titipan Siswa

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Banten bagi Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Kejuruan SMA/SMK tengah berlangsung. Namun dalam pelaksanaannya PPDB 2020...

    Duh! Ada Botol Miras di Halaman Gedung Dewan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Pemandangan tidak etis nampak terlihat setelah ditemukan dua botol minuman keras (Miras) bekas berjenis anggur merah di sela-sela pohon sawit depan halaman...
    - Advertisement -
    - Advertisement -