More

    Kiai dan Santri Kota Serang Tolak Rapid Tes, Ini Alasannya

    Must Read

    Klaster Perumahan Rawan Curanmor, Ratusan Kendaraan Berhasil di Amankan Polda Banten

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Selama bulan Oktober hingga November jajaran Polres yang berada di Wilayah Hukum Polda Banten berhasil ungkap ratusan...

    Dikawal Aparat, Warga Padarincang Pukul Mundur Alat Berat PLTPB

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ratusan warga Padarincang yang menghalau alat berat perusahaan PT Sintesa Geothermal Banten (PT SBG) atau Pembangkit Listrik...

    Banser Bantah Terlibat Dalam Deklarasi Penoalakan Habib Rizieq Shihab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ormas Banser Banten membantah keterlibatan dalam menolak rencana kehadiran pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Kota Serang membuat video penolakan adanya rapid test terhadap para kiai dan para santri sebagai bentuk ketidak percayaan terhadap hasil rapid tes.

    Presidium FSPP Kota Serang Enting Abdul Karim mengatakan, alasan penolakan itu berawal dari ketidak percayaan terhadap rapid tes, ia meminta pemerintah tidak perlu melakukan rapid tes terhadap para santri dan kiai yang ada di Kota Serang.

    “Jadi sekarang ini simpang siurnya virus itu (Covid-19) tidak sebahaya virus Flu Burung dan lain sebagainya, terus ada yang bilang obatnya cuman vitamin C, banyak berjemur, olah raga. Kalau terjadi pada diri kita lebih baik mengisolasi diri, sudah dan gak usah dirapid test,” kata Enting saat dikonfirmasi wartawan lewat sambungan telepon, Selasa (16/6).

    Menurutnya, untuk di Kota Serang sendiri ada 221 Pondok Pesantren (Ponpes) yang menolak untuk dilakukan rapid tes. Enting menegaskan bahwa ini disebabkan simpang siurnya informasi terkait penyakit itu dan rasa takut yang timbul dikalangan para Kiai.

    Video tersebut juga disebutkan sebagai bentuk peringatan, jika nantinya sampai terjadi rapid tes dikalangan santri dan Kiai, maka pihaknya akan langsung turun ke lokasi tersebut.

    “Itu baru sekedar warning, kalau sampai terjadi, kita akan turun langsung ke tempat dimana diterapkan rapid tes,” ujarnya.

    Menanggapi hal tersebut, Juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kota Serang Hari W Pamungkas menyebutkan akan melakukan komunikasi dan pendekatan secara persuasif kepada pihak yang melakukan penolakan.

    “Kami mengutamakan komunikasi dan pendekatan persuasif dengan sosialisasi dan edukasi yang terbaik. Disatu sisi kita juga harus memperhatikan aspek kesehatan, kita harus menekan penyebaran Covid-19,” tutur Hari.

    Adanya dinamika yang terjadi di masyarakat itu, menurut Hari membutuhkan treatmen khusus dan membutuhkan pola komunikasi yang efektif untuk mengedukasi. Terlebih Kota Serang akan memasuki masa transisi menuju ‘New Normal’.

    “Memasuki masa transisi ini ada beberapa catatan dari Wali Kota yang harus diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat,” jelasnya.

    “Intinya sebelum berlangsung rapid tes, akan ada pendekatan yg lebih komunikatif pada kelompok masyarakat tersebut,” tandas Hari.

    Hari menegaskan bahwa rapid test sebagai upaya memilah dan menekan angka Covid-19 di Ibukota Provinsi Banten. Oleh sebab itu, khususnya Ponpes akan diberikan pemahaman akan pentingnya rapid test.

    “Mereka akan kami beri pemahaman, rapid test ini gratis, Pemkot yang fasilitasi langsung,” ujarnya.

    Sementara itu, Wali kota serang Syafrudin menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan rapid test untuk 22.700 orang masyarakat yang akan dirapid test secara gratis.

    “Rapid test sudah kita siapkan untuk kota serang ada 22.700,gratis. Ini kita lakukan setelah proses persuasif,” pungkasnya. (Jon)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Tolak Keputusan Gubernur Soal UMK 2021, Buruh Banten Bakal Gelar Aksi Mogok

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Aliansi Buruh Banten Bersatu (AB3) akan memasifkan sosialisasi penolakan Surat Keputusan (SK) Gubernur Banten Wahidin Halim, terkait...

    Marinir Kawal Pembongkaran PLTPB, LBH: Negara Abaikan Hak Dasar Rakyat Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Rakyat Banten menduga ada persoalan besar dalam rangkaian pemaksanaan mobilisasi alat berat PT Sintesa Geothermal Banten (PT SBG)...

    Awasi Anggaran Covid-19 dan Pilkada, KPK Sadap Ratusan Nomor Telepon

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nawawi Pomolango mengaku, pihaknya saat ini tengah melakukan upaya penyelidikan tindak pidana korupsi (Tipikor) secara tertutup...

    Diduga Hendak Akhiri Hidup, Seorang Wanita Bergelantungan di Jembatan Baru Ciujung-Kragilan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Entah apa yang dipikirkan seorang wanita yang hendak mengakhiri hidupnya di salah satu jembatan baru Ciujung-Kragilan. Namun, menurut keterangan warga setempat yang berada...

    Ibu dan Anak di Serang Diduga Jadi Korban Pencabulan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Dugaan pencabulan oleh oknum ahli gigi yang berpraktik di sekitar lampu merah Ciruas dilaporkan ke Polres Serang. Dugaan pencabulan tersebut menimpa Ika Lestari,...
    - Advertisement -
    - Advertisement -