More

    PAD Turun, Pemkot Serang Klaim Pegang Kendali Cash Flow

    Must Read

    Dua Pegawai Positif Covid-19, Pengadilan Agama Serang Tunda Persidangan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Dua pegawainya terkonfirmasi positif Covid-19, Pengadilan Agama Serang tutup atau lockdown. Imbasnya, persidangan pada hari ini pun di...

    Waspada! Empat Daerah di Banten Kembali Berstatus Zona Merah Covid-19

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Empat daerah dari delapan kabupaten/kota di Provinsi Banten kembali menjadi zona merah penyebaran Covid-19. Hal ini sejalan dengan...

    Ribuan Massa Berkerumun di Kota Serang, Syafrudin Ogah Lakukan Swab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Walikota Serang Syafrudin menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan Tes Swab setelah deklarasi ribuan massa forum umat islam...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Serang mengalami penurunan pada semester pertama ini akibat Pandemi Covid-19. Meski demikian, Pemkot mengklaim masih memegang kendali cash flow (arus kas) daerah.

    Hal tersebut disampaikan Wachyu Budi Kristiawan kepada awak media usai mendampingi Wali Kota Serang menerima kunjungan dari pihak Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Selasa (16/6/2020).

    “Sejauh ini masih dalam kendali kita soal cash flow, memang ada penurunan penerimaan PAD, itu lumayan berpengaruh,” kata Wachyu.

    Kendati Wachyu belum bisa menyebutkan angka penurunan PAD di Kota Serang hingga berapa persen, namun ia menuturkan bahwa dalam satu semester, PAD Kota Serang ditargetkan mencapai 45 persen.

    “Presentase penurunan PAD nanti nunggu akhir bulan saja, sekalian semester pertama. Perkiraan di akhir bulan atau di awal bulan Juli, supaya jadi pembanding semester satu ini dengan tahun lalu,” tuturnya.

    Ia menjelaskan dengan target 45 persen pada semester pertama tahun ini, maka pada triwulan pertama harus sudah mencapai 20 persen, kemudian pada triwulan kedua diharuskan mencapai angka 25 persen.

    “Jadi sampai bulan Juni ini harusnya 45 persen dari target pendapatan, tapi rasanya ada jenis pajak yg tidak sampai target, jadi target 45 persen itu sepertinya tidak tercapai,” ungkapnya.

    Hal tersebut disebabkan di masa pandemi Covid-19 ini ada beberapa jenis pajak yang mengalami penurunan drastis. Sementara untuk serapan anggaran sendiri, ia tidak terlalu mengkhawatirkan.

    “Seperti pajak hotel yang paling terlihat. Itu hampir smua Hotel di Kota Serang. Restoran juga ada beberapa, karena ada beberapa yang tutup sebelum bulan Juni, dan ada beberapa yang melayani take away. Untuk serapan saya ga terlalu risau, karena kemrin ada yang dipangkas, jadi cash flow kita terjaga,” pungkas Wachyu. (Jon)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Jadi Tempat Esek-Esek, Pemkot Serang Bakal Sulap Kepandean

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kerap dijadikan tempat esek-esek, Pasar Kepandean direncanakan bakal di tata ulang atau dijadikan tempat terbuka hijau pada...

    Puluhan Sekolah di Kota Serang Dikategorikan Belum Ramah Anak

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Puluhan sekolah SMP di Kota Serang masih di dikategorikan sebagai Sekolah Ramah Anak. Pasalnya, masih banyak syarat-syarat yang belum terpenuhi dari sekolah...

    FPUIB di Polisikan, Advokat: Ada Orang Yang Benci Islam

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Warga Kota Serang berinisial H didampingi kuasa hukum dari Banten Lawyers Club (BLC) melaporkan dugaan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) pada acara Apel...

    Diduga Deklarasi Damai Langgar Prokes, FPUIB di Polisikan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Warga Kota Serang berinisial H melaporkan dugaan pelanggaran protokol kesehatan (Prokes) pada acara Apel Akbar deklarasi damai yang digelar oleh Forum Persaudaraan...

    APBD Kota Serang Tahun 2021 Defisit 75 Miliar

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kota Serang tahun anggaran 2021 alami defisit sebesar Rp 75,5 miliar. Demikian hal tersebut di...
    - Advertisement -
    - Advertisement -