More

    Wisuda Digelar Online, Mahasiswa UIN Banten Mengaku Kecewa

    Must Read

    Sebut Gubernur WH Tak Pro Pekerja, Buruh Puji Kepemimpinan Ratu Atut Chosiyah

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ratusan buruh yang terdiri dari berbagai elmen serikat pekerja menggelar aksi demonstrasi di halaman pendopo Gubernur Banten,...

    Empat SPBU di Kota Serang Hapus BBM Jenis Premium

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Empat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Serang menghapus BBM jenis premium. BBM tersebut digantikan...

    Sepanjang Oktober-November 2020, Polda Banten Bekuk 47 Tersangka Curanmor

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kepolisian Daerah (Polda) Banten beserta Polres jajaran berhasil membekuk 47 tersangka pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) dan mengungkap...

    SERANG/POSPUBLIK.CO — Perguruan Tinggi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten berencana akan menerapkan wisuda online. Hal itu dilakukan guna menghindari penyebaran covid-19 di lingkungan kampus.

    Wakil Rektor I Profesor Ilzamudin Ma’mur mengatakan, berdasarkan hasil rapat, wisuda tahun ini akan digelar secara online menyesuaikan dengan situasi Covid-19.

    “Karena situasi sekarang tidak memungkinkan untuk dilaksanakan secara offline atau mahasiswa untuk hadir di kampus, maka wisuda akan kita laksanakan online,” ucapnya saat ditemui di ruangannya, Kampus UIN SMH Banten, Kota Serang, Selasa (16/6/2020).

    Menurut Ilzamudin, Jumlah peserta wisuda gelombang I mencapai 500 mahasiswa yang terdiri dari S1 dan S2. Namun, diakuinya, ada beberapa calon wisuda yang merasa keberatan dengan kebijakan tersebut.

    “Yang tidak nerima pasti ada saja, tetapi kita juga harus realistis. Kita utamakan kesehatan, karena kalau dipaksakan banyak madharatnya. Kan bukan hanya wisuda saja, haji juga ditunda,” tegasnya.

    Terkait teknis pelaksanaan wisuda, sambungnya, masih dirapatkan dengan pihak rektorat, sehingga jika sudah ada SOP (Standar Operasional Prosedur) akan segera diumumkan melalui website resmi UIN SMH Banten.

    “Kita sedang buat skenarionya, kemungkinan nanti wisudawan di rumah masing-masing, tetapi harus dipastikan ada jaringannya atau ke tempat terdekat yang ada jaringannya. Entah nanti pakai android, laptop atau komputer. Karena ini pertama tentu nanti akan kita sosialisasikan,” ungkapnya.

    Selain itu, Ujar dia, lembaga saat ini sedang membuat skenario untuk penerapan wisuda online. “Apakah nanti yang hadir semuanya seperti biasanya, atau hanya guru-guru besar saja. Itu sedang kita bahas,” katanya.

    Selnjutnya, lembaga akan memfasilitasi perlengkapan wisuda online, oleh karenanya, kata dia, wisudawan akan tetap menggunakan baju wisuda.

    “Untuk pengambilannya juga masih kita buat skenario, bisa saja nanti pengambilan atribut wisuda dikirim lewat paket, atau kalaupun diambil langsung dibagi waktu atau shift agar tidak terjadi kerumunan, dan ketika masuk kampus ada pengecekan suhu dan penyemprotan disinfektan,” ujarnya.

    Terpisah, salah seorang mahasiswa yang akan diwisuda Siti Mafrudoh mengaku kecewa atas kebijakan wisuda online yang terkesan memaksakan.

    Meski begitu, Siti pasrah lantaran tidak bisa melawan kebijakan kampus, terlebih saat ini situasi penyebaran Covid-19 belum sepenuhnya berakhir.

    “Sebagai mahasiswa kita tidak mau wisuda online, karena kan kita nggak ada momen buat poto (keluarga), tapi mau gimana lagi kalau menunda-nunda nanti kita nggak bisa cari kerja,” kata Siti.

    Sebelumnya, Ujar dia, sudah ada bocoran dari pihak jurusan akan diselenggarakan wisuda online, namun teknis pelaksanaanya mahasiswa belum dikasih tahu oleh pihak lembaga. “Teknisnya kita belum tahu, mungkin ada rapat lanjutan untuk teknisnya,” jelasnya.

    Ia berharap kebijakan wisuda harus disesuaikan dengan kondisi Covid-19, jika bulan Agustus mendatang Covid-19 sudah mereda harusnya dialihkan ke wishuda ofline.

    “Harapanya sih pengen ofline cuma mau gimana lagi,” tandasnya. (Moch)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Diduga Hendak Akhiri Hidup, Seorang Wanita Bergelantungan di Jembatan Baru Ciujung-Kragilan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Entah apa yang dipikirkan seorang wanita yang hendak mengakhiri hidupnya di salah satu jembatan baru Ciujung-Kragilan. Namun, menurut...

    Ibu dan Anak di Serang Diduga Jadi Korban Pencabulan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Dugaan pencabulan oleh oknum ahli gigi yang berpraktik di sekitar lampu merah Ciruas dilaporkan ke Polres Serang. Dugaan pencabulan tersebut menimpa Ika Lestari,...

    Dikawal Aparat, Warga Padarincang Pukul Mundur Alat Berat PLTPB

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ratusan warga Padarincang yang menghalau alat berat perusahaan PT Sintesa Geothermal Banten (PT SBG) atau Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) berhasil...

    Warga Padarincang Hadang Alat Berat PLTPB

    SERANG/POSPUBLIK.CO- Ratusan warga Padarincang, Kabupaten Serang, berhamburan disepanjang jalan bersiap melakukan penghadangan alat berat perusahaan Pembangkit ListrtikTenaga Panas Bumi (PLTPB) alias Getohermal. Berdasarkan informasi yang...

    UMK Banten 2021 Naik Sebesar 1,5 Persen, Ini Besaranya

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Gubernur Banten Wahidin Halim telah menetapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tahun 2021 di seluruh wilayah Banten naik sebesar 1,5 persen. Penetapan tersebut tertuang...
    - Advertisement -
    - Advertisement -