More

    Marak Penolakan Rapid Tes, Begini Kata Wagub Banten

    Must Read

    Awasi Anggaran Covid-19 dan Pilkada, KPK Sadap Ratusan Nomor Telepon

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nawawi Pomolango mengaku, pihaknya saat ini tengah melakukan upaya penyelidikan tindak...

    Gelar Aksi Kamisan, Aktivis Lingkungan Soroti Dampak Geothermal Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah pegiat lingkungan menggelar aksi kamisan di depan kampus UIN SMH Banten, Jalan Jendral Soedirman nomor 30,...

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Maraknya penolakan rapid tes dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh, ulama, dan anggota dewan khusunya di wilayah Kota Serang mendapat tanggapan dari Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy.

    Andika mengatakan, untuk menangkal isu penolakan pemeriksaan rapid tes perlu dilakukan peningkatan komunikasi, informasi dan edukasi yang dilakukan oleh gugus tugas dari tingkat pusat sampai daerah dengan melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi profesi dan masyarakat.

    “Pemprov Banten sendiri sudah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota dan seluruh stake holder di masyarakat melakukan pendekatan personal kepada masyarakat menyikapi adanya penolakan rapid test ini,” kata Wagub dalam diskusi via video conference yang diselenggarakan Gugus Tugas Covid 19 Pemerintah Pusat di Kantor BNPB, Jakarta, Jumat (19/6/2020).

    Menurut Wagub, penolakan masyarakat khususnya di Kota Serang terhadap rapid test cenderung disebabkan karena faktor psikologis yaitu kekhawatiran bila positif akan langsung di isolasi atau dikarantina dan dipisahkan dari keluarganya.

    “Atas persoalan tersebut, kami selaku Pemerintah telah melakukan upaya pendekatan secara personal dengan memberikan pemahaman kepada mereka melalui alim ulama, tokoh masyarakat dan pesantren bahwa rapid test ini dilakukan untuk keselamatan bersama dalam upaya deteksi dini penyebaran virus corona,” jelasnya

    Wagub juga menjelaskan bahwa, ada pula kekhawatiran masyarakat mengenai rapid tes yang harus mengeluarkan biaya dari masyarakat. Atas hal itu, Wagub juga telah menjelaskan dan menegaskan kepada masyarakat bahwa rapid tes telah disediakan pemerintah secara gratis untuk masyarakat.

    “Imbauan kami selaku pemerintah kepada masyarakat khususnya masyarakat Banten ini, agar dalam melakukan aktivitas apapun di luar rumah tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19, dan saya harapkan juga dari pelaksanaan rapid tes yang dilaksanakan oleh pemerintah ini bisa diterima oleh masyarakat dan tidak ada pemikiran harus bayar karena ini kan gratis disediakan untuk masyarakat,” ujarnya

    Dijelaskan Wagub, dalam menjalankan rapid tes, Pemprov Banten berpedoman kepada apa yang dinamakan positif rate yang merupakan salah satu indikator pelonggaran sosial dengan target kurang dari 5 persen jumlah penduduk. Untuk mencapai target tersebut harus memperbanyak jumlah orang yang diperiksa PCR. Diakuinya, target sampel PCR berdasarkan BAPPENAS adalah 3.500 per 1 juta penduduk.

    “Jumlah penduduk Provinsi Banten sendiri adalah 12 juta. Artinya sampel yang harus diperiksa sebanyak 42.000 orang. Saat ini sampel yang dikirim baru 30 persen dari target,” paparnya.

    Ketua Tim Pakar Gugusnas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyampaikan, rapid tes sendiri bukan hal yang harus ditakuti oleh masyarakat, tes ini dilakukan sebagai screening untuk mengetahui kasus negatif dan positif. “Rapid tes sendiri memiliki alur yang jelas dan memiliki protokol kesehatan yang dijalankan dengan baik,”ujarnya

    Sementara, Kepala Pusat Kesehatan Angkatan Darat Mayjen TNI dr. Tugas Ratmono menambahkan, keadaan di RSPAD sudah mulai lengang, karena mulai berkurangnya pasien yang dirawat terkait dengan Covid-19. Terakhir, board menunjukan 40% hunian tempat tidur terpakai oleh pasien terkait Covid-19. Hal ini menunjukkan terjadi proses penurunan dari kapasitas 100%, terutama yang memiliki kondisi berat.

    “Adapun contoh dari Rapid tes yang dilakukan, dari 110.000 Rapid tes yang dilakukan terdapat 22 yang reaktif. Dari 22 yang reaktif dilakukan PCR dan menghasilkan 3 positif Covid-19 hal ini menunjukkan 0,3 persen kemungkinan positif dari Rapid-test.Rapid Tes yang dilakukan sangat penting untuk melindungi masyarakat lainnya yang tidak terinfeksi Covid-19,”tandasnya.

    Untuk diketahui, per tanggal 18 Juni 2020 total data Covid-19 Provinsi Banten sendiri adalah ODP 9.415 orang, dengan rincian masih dipantau 586 orang, dan sembuh 8.829 orang. Untuk PDP jumlah 2.727 orang dengan rincian masih dirawat 452 orang, sembuh 1.964 orang dan meninggal 311 orang. Untuk yang positif sebanyak 1.172 orang dengan rincian masih dirawat 395 orang, sembuh 693 orang dan meninggal 84 orang. (Moch)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Gelar Webitalk, Unbaja Soroti Pembangunan Berkelanjutan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Unbaja menggelar Webitalk dalam mengkritsi pembangunan yang terjadi di Indonesia, khususnya di...

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya kasus positif Covid-19 di Kota...

    Gelar Aksi Kamisan, Aktivis Lingkungan Soroti Dampak Geothermal Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah pegiat lingkungan menggelar aksi kamisan di depan kampus UIN SMH Banten, Jalan Jendral Soedirman nomor 30, Ciceri, Kota Serang, Banten, Kamis...

    Ribuan Massa Berkerumun di Kota Serang, Syafrudin Ogah Lakukan Swab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Walikota Serang Syafrudin menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan Tes Swab setelah deklarasi ribuan massa forum umat islam bersatu (FPUIB) Banten yang menggelar...

    Dikabarkan Akan Safari ke Banten, Umat Islam di Tanah Jawara Siap Kawal Ketat Rizieq Shihab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Forum Persaudaraan Umat Islam Banten (FPUIB) menggelar serangkaian apel akbar persiapan kedatangan Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS)...
    - Advertisement -
    - Advertisement -