More

    TNUK Segera Dibuka Untuk Wisatawan

    Must Read

    Lelang Jabatan Sekda Kota Serang, Syafrudin Tunggu Rekomendasi KASN

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Wali Kota Serang Syafrudin menunggu rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) setelah rangking tiga besar diusulkan. Diketahui,...

    Dikawal Aparat, Warga Padarincang Pukul Mundur Alat Berat PLTPB

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ratusan warga Padarincang yang menghalau alat berat perusahaan PT Sintesa Geothermal Banten (PT SBG) atau Pembangkit Listrik...

    Warga Padarincang Hadang Alat Berat PLTPB

    SERANG/POSPUBLIK.CO- Ratusan warga Padarincang, Kabupaten Serang, berhamburan disepanjang jalan bersiap melakukan penghadangan alat berat perusahaan Pembangkit ListrtikTenaga Panas Bumi...

    PANDEGLANG/POSPUBLIK.CO – Menjelang dibukanya kembali destinasi pariwisata berbasis ekosistem dan konservasi. Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) Pandeglang, Banten menyiapkan Standar Operasional (SOP).

    Sebelumnya, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional menyatakan akan membuka kembali sektor pariwisata berbasis ekosistem dan konservasi yang berada di 270 Kabupaten/Kota yang berstatus zona hijau dan zona kuning.

    Humas Balai Taman Nasional Ujung Kulon (BTNUK), Andri Firmansyah menuturkan bahwa pihaknya tengah mempersiapkan SOP sambil menunggu surat edaran dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

    SOP tersebut disiapkan untuk diterapkan pada wisatawan yang berkunjung ke TNUK, tentunya hal demikian untuk meminimalisir penyebaran wabah Covid-19 di kawasan konservasi. Sementara ini, ia meminta agar para wisatawan yang ingin berkunjung ke TNUK untuk sedikit bersabar.

    “Insya Allah sebentar lagi dibuka wisata di Taman Nasional Ujung Kulon. SOP nya sudah kita siapkan,” kata Andri saat dikonfirmasi wartawan, Senin (22/6) malam.

    Oleh sebab itu, demi menjaga kesehatan di masa penyebaran Covid-19 ini nantinya ketika TNUK dibuka kembali, maka wisatawan diimbau untuk mengikuti SOP dan aturan-aturan yang dikeluarkan oleh BTNUK.

    Andri menuturkan bahwa tentunya SOP yang berlaku sesuai dengan intruksi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional yang mengacu kepada Keputusan Menkes No. HK. 01.07/MENKES/382 tahun 2020 mengenai protokol kesehatan bagi masyarakat di tempat dan fasilitas umum dalam rangka pencegahan dan pengendalian Covid-19.

    “Soalnya jika nanti ditemukan kasus Covid-19 atau pelanggaran terhadap ketentuan di kawasan pariwisata alam seperti di TNUK, bisa-bisa ditutup kembali,” tandas Andri.

    Saat ini, pihaknya tengah berupaya pada bulan ini untuk membuka kembali TNUK. “Kita belum bisa memastikan, kita sih mendorong bulan ini (Juni) juga SE Menteri (KLHK) sudah dapat dikeluarkan,” pungkasnya. (Jon)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Gelar Refleksi Banten Dikepung Bencana, Kobar: Pemerintah Merusak Ekosistem

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah aktivis lingkungan yang terhimpun dalam aliansi kelompok pelajar (Kobar) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Alun-alun Kota...

    Gelar Webitalk, Unbaja Soroti Pembangunan Berkelanjutan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Unbaja menggelar Webitalk dalam mengkritsi pembangunan yang terjadi di Indonesia, khususnya di Banten. Kegiatan bertajuk 'Menyelaraskan Pertumbuhan Ekonomi...

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya kasus positif Covid-19 di Kota...

    Gelar Aksi Kamisan, Aktivis Lingkungan Soroti Dampak Geothermal Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah pegiat lingkungan menggelar aksi kamisan di depan kampus UIN SMH Banten, Jalan Jendral Soedirman nomor 30, Ciceri, Kota Serang, Banten, Kamis...

    Ribuan Massa Berkerumun di Kota Serang, Syafrudin Ogah Lakukan Swab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Walikota Serang Syafrudin menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan Tes Swab setelah deklarasi ribuan massa forum umat islam bersatu (FPUIB) Banten yang menggelar...
    - Advertisement -
    - Advertisement -