More

    Angkat Suara, Kadin Kota Serang Minta Pemprov Segera Terbitkan Perda

    Must Read

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya...

    Tolak Keputusan Gubernur Soal UMK 2021, Buruh Banten Bakal Gelar Aksi Mogok

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Aliansi Buruh Banten Bersatu (AB3) akan memasifkan sosialisasi penolakan Surat Keputusan (SK) Gubernur Banten Wahidin Halim, terkait...

    Warga Padarincang Hadang Alat Berat PLTPB

    SERANG/POSPUBLIK.CO- Ratusan warga Padarincang, Kabupaten Serang, berhamburan disepanjang jalan bersiap melakukan penghadangan alat berat perusahaan Pembangkit ListrtikTenaga Panas Bumi...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Serang angkat suara soal polemik Bank Banten, mereka meminta Pemerintah Provinsi (Pemrov) Banten segera menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) tentang penunjukan PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) sebagi milik daerah.

    Demikian disampaikan Ketua Kadin Kota Serang Ibnu Nurul Ibadurachman saat dikonfirmasi awak media pada, Rabu (24/6/2020).

    Penerbitan tersebut diusung agar ketika suatu saat Bank Banten membuahkan keuntungan, maka dapat di manfaatkan langsung untuk kepentingan pembangunan ataupun kepentingan pihak Pemprov Banten lainnya.

    “Deviden yang nanti bakal diterima (jika Bank Banten menguntungkan), bukan PT BGD yang menikmati, tetapi masuk ke kas daerah secara resmi,” kata Ibnu.

    Adanya polemik yang terjadi di Bank Banten belakangan ini dinilai Ibnu sebagai ketidakmampuan dewan komisaris dan dewan direksi dalam mengelola sebuah bank.

    Bahkan Ketua Kadin Kota Serang Ibnu Nurul Ibadurachman dengan adanya polemik tersebut meminta kepada pihak Pemrov Banten agar mengganti seluruh direksi dan komisaris Bank Banten.

    “Direksi dan komisaris Bank Banten harus diganti, karena polemik hari ini menunjukkan bahwa jajaran direksi dan komisaris tidak mampu mengelola bank,” jelasnya.

    Sejak namanya diganti dari Bank Pundi menjadi Bank Banten, Ibu menuturkan bahwa berdasarkan laporan keuangan yang dikirimkan pihak Bank Banten kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Banten selalu mengalami kerugian.

    “Bank Banten tidak pernah membukukan keuntungan atau deviden,” tandas Ibnu. (Jon)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Gelar Refleksi Banten Dikepung Bencana, Kobar: Pemerintah Merusak Ekosistem

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah aktivis lingkungan yang terhimpun dalam aliansi kelompok pelajar (Kobar) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Alun-alun Kota...

    Gelar Webitalk, Unbaja Soroti Pembangunan Berkelanjutan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Unbaja menggelar Webitalk dalam mengkritsi pembangunan yang terjadi di Indonesia, khususnya di Banten. Kegiatan bertajuk 'Menyelaraskan Pertumbuhan Ekonomi...

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya kasus positif Covid-19 di Kota...

    Gelar Aksi Kamisan, Aktivis Lingkungan Soroti Dampak Geothermal Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah pegiat lingkungan menggelar aksi kamisan di depan kampus UIN SMH Banten, Jalan Jendral Soedirman nomor 30, Ciceri, Kota Serang, Banten, Kamis...

    Ribuan Massa Berkerumun di Kota Serang, Syafrudin Ogah Lakukan Swab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Walikota Serang Syafrudin menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan Tes Swab setelah deklarasi ribuan massa forum umat islam bersatu (FPUIB) Banten yang menggelar...
    - Advertisement -
    - Advertisement -