More

    Dampak Covid-19, Inilah Catatan BI Terhadap Perekonomian di Banten

    Must Read

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Banten Erwin Soeriadimadja mengatakan, ditengah pandemi Covid-19, stabilitas keuangan di Provinsi Banten masih menunjukan kinerja yang baik.

    “Itu tercermin dari pertumbuhan indikator utama perbankan antara lain aset, Dana Pihak Ketiga (DPK) dan penyaluran kredit yang masih tumbuh positif,” katanya saat memberika keterangan tertulis kepada awak media, Rabu (24/6/2020).

    Namun, kata dia, Pertumbuhan kredit triwulan I 2020 menunjukkan perlambatan bila dibandingkan triwulan IV 2019 atau rata-rata tiga tahun terakhir.

    Erwin mengatakan, Pada triwulan II 2020 pertumbuhan ekonomi diprakirakan masih melambat bahkan terkoreksi lebih dalam dibandingkan triwulan sebelumnya. Laju Pertumbuhan Ekonomi diprakirakan sebesar -1,2 persen hingga – 0,8 persen (yoy).

    “Koreksi pertumbuhan ekonomi merupakan lanjutan dari perlambatan yang lebih dalam di berbagai sektor unggulan, seperti sektor Industri Pengolahan, sektor Perdangangan, dan sektor Konstruksi,” ucap Erwin.

    Pada triwulan II 2020, lanjut Erwin, dampak Covid-19 dirasakan lebih besar seiring dengan berlakunya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di wilayah Tangerang Raya.

    “Dari sisi pengeluaran, penurunan ekspektasi konsumsi rumah tangga berlanjut seiring dengan melemahnya aktivitas ekonomi. Demikian pula dengan investasi dan ekspor yang masih terganggu,” ungkapnya.

    Dengan demikian, menurut Erwin, Inflasi triwulan II 2020 diprakirakan akan menurun dalam rentang 2,5 persen hingga 2,9 persen. Penurunan level inflasi didorong oleh menurunnya tekanan tarif jasa angkutan udara seiring dengan himbauan larangan mudik Lebaran.

    “Inflasi lebih lanjut tertahan oleh peningkatan harga emas domestik seiring naiknya harga emas dunia. Dari sisi Bahan Makanan, Minuman, dan Tembakau, peningkatan terjadi didorong oleh komoditas bawang merah dan daging ayam ras,” jelasnya.

    Meski begitu, Erwin mengakui, Pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten pada triwulan III 2020 diperkirakan tumbuh lebih tinggi dibandingkan triwulan I 2020 didukung oleh Konsumsi Rumah Tangga, Investasi, dan membaiknya kinerja ekspor-impor terutama antar daerah.

    “Di sisi penawaran, sebagian lapangan usaha utama diperkirakan akan tumbuh meningkat antara lain Perdagangan, Pertanian, Akomodasi & Makan Minum, dan Transportasi & Pergudangan,” terang Erwin.

    Di sisi perkembangan harga, sambungnya, laju inflasi Provinsi Banten pada triwulan III 2020 diperkirakan meningkat dibandingkan triwulan II 2020. Namun, lanjut dia, laju inflasi pada tahun 2020 masih sejalan dengan target pemerintah di kisaran 3,0±1persen (yoy) meskipun diperkirakan lebih rendah dibandingkan realisasi inflasi tahun 2019.

    Erwin juga mengatakan, Untuk keseluruhan tahun 2020, perekonomian Provinsi Banten diperkirakan akan lebih rendah dibandingkan tahun 2019 disebabkan oleh adanya pandemi Covid-19 yang menahan pertumbuhan konsumsi rumah tangga, investasi, baik swasta maupun pemerintah, dan kinerja ekspor baik antar daerah maupun luar negeri.

    “Perlambatan pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten tersebut akan berdampak pada penurunan tekanan inflasi pada tahun 2020,” tutup Ewrin.

    “Inflasi provinsi Banten 2020 diperkirakan masih akan sejalan dengan target pemerintah yaitu di kisaran 3,0± persen (yoy),” ujar Erwin.

    Namun demikian, kata dia, terdapat beberapa risiko dan tantangan yang berpotensi meningkatkan tekanan inflasi sehingga harus menjadi perhatian bagi pemerintah pusat dan daerah.

    “Risiko pandemi global virus COVID-19 yang berkepanjangan, perekonomian negara dan kawasan tujuan utama ekspor berpotensi terkoreksi pada tahun 2020,” jelas Erwin.

    Potensi lain, dijelaskan Erwin, seperti ketidakpastian pasca negosiasi perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok tahap I yang dapat berdampak pada kinerja industri manufaktur.

    “Kedua negara akan mempengaruhi permintaan ekspor produk Indonesia ke kedua negara tersebut,” tambahnya.

    Ke depannya, ditambahkan Erwin, Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan OJK untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-1,dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.

    “BI akan melakukan langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan,” tutupnya.(Moch)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Dianggap Rugikan Para Pekerja, F-PKS Banten Tolak Kebijakan Perpendek Libur Idul Fitri

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua Fraksi PKS DPRD Banten Juhaeni M Rois menyatakan menolak kebijakan Menpan-RB Tjahjo Kumolo yang akan memperpendek...

    DPD KNPI Banten Ali Tak Kunjung Musda, Suparta: Organisasi Dijadikan Dagelan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Tokoh Muda Banten Suparta Kurniawan menilai DPD KNPI Banten telah dijadikan dagelan organisasi oleh Ali Hanafiah. Dijelaskan Suparta, sejak digelarnya Musda DPD KNPI...

    F-Golkar DPRD Kota Serang Siap Sepakati Ruislag, Ini Syaratnya

    SERANG - Fraksi Golkar DPRD Kota Serang menyatakan siap mendukung ruislag antara Pemkot Serang dengan PT Bersama Kembang Kerep Sejahtera (BKKS). Hal tersebut langsung...

    Pengusaha Minta Perda PUK Dibatalkan, Ketua DPRD Kota Serang: Lawan, Miras Tidak Boleh Bebas Diperjual belikan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi , menyatakan siap pasang badan untuk melakukan perlawanan terhadap para pengusaha yang mengajukan permohonan pembatalan (Judicial...

    Dianggap Extra Ordinary Craem, Akademisi UNMA Desak Polda Banten Usut Pengedar Rokok Ilegal di Lebak Selatan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Akademisi Fakultas Hukum Pascasarjana Universitas Mathla'ul Anwar (UNMA) Banten Ipul Saepuloh, mendesak Kepolisian Daerah (Polda) Banten untuk mengusut tuntas peredaran rokok Ilegal...
    - Advertisement -
    - Advertisement -