More

    Waspada, Sekitar 526 Warga Kota Serang Terjangkiti Virus TBC

    Must Read

    Ketua DPRD Kota Serang Tolak Perpres Investasi Miras

    SERANG - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi menyatakan menolak mengenai kebijakan dibukanya keran investasi minuman keras (Miras) di...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Selain Covid-19, masyarakat Kota Serang tidak boleh menyepelekan penularan atau penyebaran dari penyakit lain seperti penyakit tuberkulosis (TB/TBC), karena TBC merupakan suatu penyakit bakteri menular yang berpotensi mengakibatkan kematian.

    Pasalnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang mencatat mulai dari Januari hingga Juni 2020, ada sekitar 526 warga Kota Serang yang terjangkiti virus tuberkulosis (TB/TBC).

    “Dari total 526 orang yang mengalami penyakit TBC (tuberkulosis), yakni 9 orang diantaranya meninggal dunia,” ucap kepala seksi pencegahan penanggulangan penyakit menular Dinkes Kota Serang Dr. H. Muhamad Affan kepada pospublik.co saat ditemui di ruangan kerjanya, Kota Serang, Selasa (23/6/2020).

    Penularan terbanyak, ujar dia, berada di wilayah Walantaka yang tercatat ada sekitar 169 orang, sehingga daerah Walantaka mendominasi diantara kecamatan lainnya. Meski Begitu, presentasi kematian akibat virus TBC di tahun 2020 menurun daripada tahun-tahun sebelumnya.

    “Tahun 2018 lalu ada 30 yang meninggal, sedangkan di pertengahan tahun 2020 ini, angka kematian justru menurun cuma ada 9 orang,” jelasnya.

    “Data kematian masing-masing dari wilayah di Ciracas ada 1 orang, di puskesmas Curug ada 3 orang, di Puskesmas Kasemen ada 1 orang, di Puskesmas Serang Kota ada 2 orang, dan di Puskesmas Singandaru ada 2 orang,”ungkapnya.

    Affan menuturkan, dalam menekan penularan penyakit TBC pihaknya telah berupaya semaksimal mungkin untuk menekan penularan TBC melalui program-program kesehatan yang ditargetkan mencapai 1.924 pengobatan.

    “Kita ada target 1.924 (pengobatan), Ya contohnya, di Banten Girang yang diobati sudah ada 32 (orang),” ujar Affan.

    Affan berharap selain harus mewaspadai penyebaran Covid-19 masyarakat juga harus mewaspadai penyakit TB/TBC.

    “Ditengah Covid-19 penyakit menular ini (TBC) tidak boleh disepelekan masyarakat, harus tetap waspada,” tandasnya. (Moch)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Ketua DPRD Kota Serang Tolak Perpres Investasi Miras

    SERANG - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi menyatakan menolak mengenai kebijakan dibukanya keran investasi minuman keras (Miras) di...

    Dianggap Rugikan Para Pekerja, F-PKS Banten Tolak Kebijakan Perpendek Libur Idul Fitri

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua Fraksi PKS DPRD Banten Juhaeni M Rois menyatakan menolak kebijakan Menpan-RB Tjahjo Kumolo yang akan memperpendek libur Idul Fitri. Diketahui, MenPAN-RB Tjahjo...

    DPD KNPI Banten Ali Tak Kunjung Musda, Suparta: Organisasi Dijadikan Dagelan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Tokoh Muda Banten Suparta Kurniawan menilai DPD KNPI Banten telah dijadikan dagelan organisasi oleh Ali Hanafiah. Dijelaskan Suparta, sejak digelarnya Musda DPD KNPI...

    F-Golkar DPRD Kota Serang Siap Sepakati Ruislag, Ini Syaratnya

    SERANG - Fraksi Golkar DPRD Kota Serang menyatakan siap mendukung ruislag antara Pemkot Serang dengan PT Bersama Kembang Kerep Sejahtera (BKKS). Hal tersebut langsung...

    Pengusaha Minta Perda PUK Dibatalkan, Ketua DPRD Kota Serang: Lawan, Miras Tidak Boleh Bebas Diperjual belikan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi , menyatakan siap pasang badan untuk melakukan perlawanan terhadap para pengusaha yang mengajukan permohonan pembatalan (Judicial...
    - Advertisement -
    - Advertisement -