More

    Akan di Rapid Test, Lingkungan Ciloang Mendadak Sepi

    Must Read

    Buruh Nilai KHL Tidak Sensitive Gender

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kesenjangan buruh gender dalam dunia pekerjaan dan upah dinilai semakin melebar, bahkan regulasi yang mengatur komponen kebutuhan...

    Diduga Hendak Akhiri Hidup, Seorang Wanita Bergelantungan di Jembatan Baru Ciujung-Kragilan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Entah apa yang dipikirkan seorang wanita yang hendak mengakhiri hidupnya di salah satu jembatan baru Ciujung-Kragilan. Namun, menurut...

    Warga Padarincang Hadang Alat Berat PLTPB

    SERANG/POSPUBLIK.CO- Ratusan warga Padarincang, Kabupaten Serang, berhamburan disepanjang jalan bersiap melakukan penghadangan alat berat perusahaan Pembangkit ListrtikTenaga Panas Bumi...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Suasana perkampungan di Lingkungan Ciloang, Kelurahan Sumurpecung, Kecamatan Serang, Kota Serang mendadak sepi dari aktifitas masyarakat. Hal itu setelah masyarakat mengetahui bahwa pada Kamis (25/6/2020) akan diadakan rapid test di lingkungannya.

    Berdasarkan hasil pantauan pospublik di Lingkungan Ciloang, nampak sejumlah warung dan bengkel motor milik masyarakat setempat tidak menunjukan adanya aktifitas alias tutup.

    Berdasarkan keterangan Harir salah seorang warga setempat mengatakan bahwa hari-hari biasanya warung-warung dan bengkel motor itu buka, lingkungan sekitarpun biasanya ramai dengan aktifitas masyarakatnya.

    “Semalam warung masih pada buka, biasanya juga lingkungan rame,” tutur Harir kepada wartawan di lingkungan pelaksanaan rapid test.

    Harir mengatakan, bahwa gambaran rapid test yang ada di masyarakat lingkungannya merupakan sesuatu yang menyeramkan, ia berspekulasi bahwa hal tersebut yang menyebabkan lingkungannya mendadak sepi pada hari ini.

    “Masyarakat takutnya pada simpang siur, katanya hidung atau mulutnya dicolok pakai selang,” ungkapnya.

    Sementara Ketua Rukun Warga (RW) setempat Ma’ruf menyampaikan bahwa kemungkinan timbulnya rasa ketakutan dan kekhawatiran di masyarakatnya disebabkan adanya informasi yang simpang siur.

    Ma’ruf mengklaim bahwa pihaknya telah melakukan sosialiasi rapid test terhadap masyarakat sejak satu minggu yang lalu. Namun, untuk sekarang masih ada masyarakat yang belum mengerti mengenai test tersebut.

    “Kebanyakan info simpang siur itu datang dari orang yang ga tau tapi pura-pura tau, memang kalo sosialisasi sudah dilakukan, masyarakat ada yang ngerti dan ada juga yang tidak,” ujarnya.

    “Padahal rapid test ini kan supaya tidak ada rasa was-was diantara masyarakat,” imbuhnya.

    12 Orang Reaktif

    Sementara, ditemui di lokasi rapid test Kepala Puskesmas Serang Kota Drg. Yayat Cahyati mengatakan hasil dari 90 orang warga sekitar yang telah melaksanakan rapid test, terdapat 12 orang yang menunjukan hasil reaktif.

    Dari 12 orang reaktif yang didominasi wanita tersebut, Drg. Yayat menyebutkan bahwa sebagai tindak lanjutnya mereka dianjurkan untuk melakukan isolasi mandiri sebelum dilakukan test swab, untuk mengetahui hasil apakah ada yang terjangkit Covid-19 atau tidak.

    “Data-datanya sudah kita catat. 12 itu detailnya delapan wanita dan empat pria, mereka adalah yang sering beraktifitas seperti ngojek dan ke pasar. Mereka bersedia swab, waktu nya belum bisa ditentukan, karena beberapa lab sudah penuh,” jelas Drg. Yayat Cahyati kepada wartawan.

    Sementara diketahui, berdasarkan penuturan Kepala Puskesmas Serang Kota itu bahwa pada awalnya nampak adanya keraguan di wajah masyarakat untuk mengikuti rapid test, sebelum akhirnya Drg. Yayat mencoba untuk meyakinkan masyarakat dan menepis kabar burung yang beredar di masyarakat terkait rapid test.

    “Masyarakat memang awalnya nampak ragu, tapi setelah dikasih edukasi lambat laun mereka antusias. Kita yakinkan bahwa test ini hanya untuk memastikan antibodi dalam tubuh,” tukasnya.

    Kedepan, jika masih ada rapid test, ia berharap harus ada beberapa golongan yang menjadi prioritas dalam pelaksanaan rapid test ini. “Memang harusnya dalam proses rapid test, dari 100 yang kita sediakan harus selektif, terutama orang yang sering bepergian keluar daerah, yang kerja dipasar sering bertemu orang, ibu hamil yang akan melahirkan atau orang tua yang sering dikunjungi atau sering bepergian juga. Memang untuk mendapatkan data itu susah, makanya ini siapa pun yg ingin dites maka kita lakukan,” pungkasnya. (Jon)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Dikabarkan Akan Safari ke Banten, Umat Islam di Tanah Jawara Siap Kawal Ketat Rizieq Shihab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Forum Persaudaraan Umat Islam Banten (FPUIB) menggelar serangkaian apel akbar persiapan kedatangan Imam besar Front Pembela Islam...

    Datangi Ribuan Massa Pendukung HRS, Walikota Serang Bilang Begini

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ribuan massa Forum Persaudaraan Umat Islam Banten (FPUIB) menggelar siaga apel akbar persiapan kedatangan imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq...

    Kapolda Banten: Spanduk Tak Berizin Akan di Turunkan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kapolda Banten, Irjen Pol Fiandar menegaskan untuk spanduk-spanduk yang dipasang dengan sengaja di daerah Banten dan tidak mempunyai izin akan di turunkan. Dirinya...

    Pangdam III Siliwangi: 1.000 Personil TNI Akan Ikut Amankan Pilkada Serentak

    SERANG/POSPUBLIK.CO - TNI-Polri sudah menyiapkan personil untuk mengamankan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Provinsi Banten. Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto pun...

    Lelang Jabatan Sekda Kota Serang, Syafrudin Tunggu Rekomendasi KASN

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Wali Kota Serang Syafrudin menunggu rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) setelah rangking tiga besar diusulkan. Diketahui, peserta pada lelang jabatan Sekda...
    - Advertisement -
    - Advertisement -