More

    Revisi RTRW, Lahan Pertanian Kota Serang Akan Disulap Jadi Zona Industri

    Must Read

    Gelar Aksi Kamisan, Aktivis Lingkungan Soroti Dampak Geothermal Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah pegiat lingkungan menggelar aksi kamisan di depan kampus UIN SMH Banten, Jalan Jendral Soedirman nomor 30,...

    Ribuan Massa Berkerumun di Kota Serang, Syafrudin Ogah Lakukan Swab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Walikota Serang Syafrudin menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan Tes Swab setelah deklarasi ribuan massa forum umat islam...

    UMK Banten 2021 Naik Sebesar 1,5 Persen, Ini Besaranya

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Gubernur Banten Wahidin Halim telah menetapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tahun 2021 di seluruh wilayah Banten naik...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Serang tahun 2020 – 2024, lahan pertanian yang tersebar di sejumlah wilayah di Kota Serang akan disulap menjadi zona industri dan perumahan.

    Hal ini menyusul turunnya persetujuan substansi dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR).

    Meski demikian, Wali Kota Serang Syafrudin mengatakan, dalam revisi pihaknya memperbanyak zona perumahan dan perkantoran/ industri, tentunya tanpa meninggalkan sektor pertanian.

    “Sebenarnya pertanian di kota itu harusnya tidak ada, karena kota itu harus banyak sektor industri, akan tetapi kami masih membutuhkan pertanian kurang lebih 3052 Ha yang ada di wilayah Kecamatan Kasemen,” kata Syafrudin kepada awak media usai rapat persiapan pembahasan RTRW Kota Serang tahun 2020 – 2024, di gedung Skretariat Daerah Kota Serang, Senin (29/6/2020).

    Dikatakan Syafrudin, bahwa wilayah Ibukota Provinsi yang akan dijadikan zona industri yakni Kecamatan Kasemen dan Kecamatan Walantaka. Sementara untuk zona perumahan tersebar di seluruh kecamatan yang ada di Kota Serang.

    Di tempat yang sama, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Serang Nanang Saefudin mengatakan bahwa rencana pembangunan tersebut akan dilakukan penyesuaian terhadap lahan pertanian ‘tidur’ atau non-produktif yang ada di Kota Serang.

    “Pengurangan lahan pertanian ini untuk lahan yang tada hujan, non-produktif dan lain sebagainya,” jelas Nanang.

    Setidaknya, Kota Serang dalam rencana pembangunannya harus menyisakan ruang publik sebesar 20 persen. berdasarkan keterangan Nanang, rincian kawasan industri di Kota Serang direncanakan seluas 1000 HA untuk seluruhnya, sedangkan untuk perumahan seluas 13000 Ha.

    “Rincian kawasan industri untuk Kasemen itu 350 Ha dan Walantaka sekitar 700Ha, secara detail tidak diatur dalam RTRW, tapi di RDTR (red:rencana detail tata ruang)

    Sementara itu, diwawancarai terpisah, Kepala Dinas Pertanian Kota Serang Edinata Sukarya mengatakan bahwa dirinya hanya baru menerima gambaran secara umumnya saja terkait rencana tersebut dan belum sampai pada hal yang rinci.

    “Itu baru gambaran umumnya aja, bahwa lahan pertanian kering akan dijadikan perkantoran dan perumahan,” kata Edinata saat di Konfirmasi pospublik lewat sambungan telepon.

    Menurutnya, dari kurang lebih seluas 7.900 Ha lahan pertanian yang ada di Kota Serang, yang terikat oleh Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yakni seluas 3022 Ha.”Lahan pertanian yang terikat LP2B itu tidak boleh dipake pembangunan, ditambah 32 Ha untuk tatanan, jadi total keseluruhan 3054 Ha, nah sisanya lahan kering dan boleh dijadikan pembangunan,” jelasnya.

    Kepala Ditan Kota Serang itu menuturkan bahwa Kota Serang yang menjadi Ibukota Provinsi Banten ini, mau tidak mau, suka tidak suka harus mengakomodir rencana pembangunan yang akan mengambil sebagian lahan pertanian non-produktif itu.

    “Ya kita sih mengikuti, memang kita juga Ibukota provinsi, kita harus liat pembangunan itu juga memerlukan tempat, mau tidak mau, suka tidak suka harus kita akomodir,” tandasnya.

    Ia kembali menegaskan bahwa ada sejumlah 3054 Ha lahan pertanian di Kota Serang yang tidak boleh dilakukan pembangunan, dan mempersilahkan pemerintah jika akan melakukan pembangunan diluar are pertanian yang sudah terikat LP2B. “Diluar itu mah silahkan,” pungkasnya. (Jon)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Gelar Webitalk, Unbaja Soroti Pembangunan Berkelanjutan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Unbaja menggelar Webitalk dalam mengkritsi pembangunan yang terjadi di Indonesia, khususnya di...

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya kasus positif Covid-19 di Kota...

    Gelar Aksi Kamisan, Aktivis Lingkungan Soroti Dampak Geothermal Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah pegiat lingkungan menggelar aksi kamisan di depan kampus UIN SMH Banten, Jalan Jendral Soedirman nomor 30, Ciceri, Kota Serang, Banten, Kamis...

    Ribuan Massa Berkerumun di Kota Serang, Syafrudin Ogah Lakukan Swab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Walikota Serang Syafrudin menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan Tes Swab setelah deklarasi ribuan massa forum umat islam bersatu (FPUIB) Banten yang menggelar...

    Dikabarkan Akan Safari ke Banten, Umat Islam di Tanah Jawara Siap Kawal Ketat Rizieq Shihab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Forum Persaudaraan Umat Islam Banten (FPUIB) menggelar serangkaian apel akbar persiapan kedatangan Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS)...
    - Advertisement -
    - Advertisement -