More

    Sempat Jadi Favorit, Sekolah Prisma Resmi Ditutup

    Must Read

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Puluhan Tahun berkiprah di dunia Pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Prisma yang sempat menjadi sekolah favorit di Ibu Kota Provinsi kini resmi ditutup. Sebab, dinilai yayasan sudah tidak mampu untuk mempertahankan sekolah tersebut.

    Kepala Sekolah SMA Prisma Iswandrianto membenarkan adanya penutupan sekolah Prisma, rencana penutupan sudah dimulai semenjak dari tahun 2018, namun setelah di uji coba hingga tahun 2020 penurunan jumlah siswa justru semakin menyusut sehingga sekolah tidak mampu bertahan.

    “Rencana penutupan sekolah dari dua tahun yang lalu, tapi dicoba dulu tetap saja siswanya berkurang. terus operasional kan tetap (berjalan),” ucapnya saat ditemui di sekolah Prisma di kelurahan Panancangan, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Senin (29/6/2020).

    Menurut Iswandi, keseluruhan tenaga pendidik di Prisma ada 18 orang, sedangkan manajemen sekolah ada 8 orang, semuanya dialihkan ke sekolah lain baik negeri maupun swasta.

    “Guru-gurunya disalurkan ke sekolah yang membutuhkan, ada yang ke negeri ada yang ke swasta,” ujarnya.

    Sementara, ujar dia, berdasarkan kebijakan yayasan keseluruhan siswa dialihkan ke sekolah negeri sesuai zonasi wilayah masing-masing. Meski begitu, siswa dibolehkan pindah ke swasta tapi harus melalui jalur mandiri.

    “Terbanyak siswanya ada di kelas XII totalnya ada 67 sedangkan kelas XI ada 31 siswa,” katanya.

    Terkait penjualan aset sekolah, Iswandi mengakui bahwa berdasarkan informasi yang diperolehnya sekolah tersebut akan dijual. Namun, ia tidak membeberkan nama pembeli sekolah tersebut. “Denger-denger ya (dijual),” singkat Iswandi.

    Sementara, Ketua RT 1 Lingkungan Prisma Samsuri mengatakan, bahwa masyarakat sudah mengetahui sekolah tersebut akan ditutup, karena siswanya semakin turun. “Anak-anak sini saja tidak ada yang sekolah di sini, meski deket. Karena masyarakat lebih memilih sekolah-sekolah negeri yang gratis,” ungkapnya.

    Penurunan siswa, sambung dia, mulai berkurang semenjak tahun 2019, itu pun memang tidak seramai seperti yang dulu saat menjadi favorit.

    “Dari 2019 mulai terlihat tuh jumlah siswanya sedikit. Padahal dulunya dari mana-mana pada ke sini sekolahnya,” tandasnya. (Moch)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Dianggap Rugikan Para Pekerja, F-PKS Banten Tolak Kebijakan Perpendek Libur Idul Fitri

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua Fraksi PKS DPRD Banten Juhaeni M Rois menyatakan menolak kebijakan Menpan-RB Tjahjo Kumolo yang akan memperpendek...

    DPD KNPI Banten Ali Tak Kunjung Musda, Suparta: Organisasi Dijadikan Dagelan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Tokoh Muda Banten Suparta Kurniawan menilai DPD KNPI Banten telah dijadikan dagelan organisasi oleh Ali Hanafiah. Dijelaskan Suparta, sejak digelarnya Musda DPD KNPI...

    F-Golkar DPRD Kota Serang Siap Sepakati Ruislag, Ini Syaratnya

    SERANG - Fraksi Golkar DPRD Kota Serang menyatakan siap mendukung ruislag antara Pemkot Serang dengan PT Bersama Kembang Kerep Sejahtera (BKKS). Hal tersebut langsung...

    Pengusaha Minta Perda PUK Dibatalkan, Ketua DPRD Kota Serang: Lawan, Miras Tidak Boleh Bebas Diperjual belikan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi , menyatakan siap pasang badan untuk melakukan perlawanan terhadap para pengusaha yang mengajukan permohonan pembatalan (Judicial...

    Dianggap Extra Ordinary Craem, Akademisi UNMA Desak Polda Banten Usut Pengedar Rokok Ilegal di Lebak Selatan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Akademisi Fakultas Hukum Pascasarjana Universitas Mathla'ul Anwar (UNMA) Banten Ipul Saepuloh, mendesak Kepolisian Daerah (Polda) Banten untuk mengusut tuntas peredaran rokok Ilegal...
    - Advertisement -
    - Advertisement -