More

    Tukin ASN Pemprov Dipangkas, Kecuali Dua Kategori Ini

    Must Read

    Gelar Aksi Kamisan, Aktivis Lingkungan Soroti Dampak Geothermal Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah pegiat lingkungan menggelar aksi kamisan di depan kampus UIN SMH Banten, Jalan Jendral Soedirman nomor 30,...

    Ibu dan Anak di Serang Diduga Jadi Korban Pencabulan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Dugaan pencabulan oleh oknum ahli gigi yang berpraktik di sekitar lampu merah Ciruas dilaporkan ke Polres Serang. Dugaan...

    Tolak Keputusan Gubernur Soal UMK 2021, Buruh Banten Bakal Gelar Aksi Mogok

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Aliansi Buruh Banten Bersatu (AB3) akan memasifkan sosialisasi penolakan Surat Keputusan (SK) Gubernur Banten Wahidin Halim, terkait...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Dampak Covid-19 Pemerintah Provinsi Banten akan memangkas Tunjangan Kinerja (Tukin) Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Pemprov Banten sebesar 50 persen. Kebijakan itu, tidak berlaku bagi kategori tenaga medis dan guru lantaran masih bekerja secara penuh.

    “Penurunannya rata-rata 50 persen. Itu secara umum, tetapi untuk guru dibayar 100 persen karena guru masih tetap bekerja, meski tidak datang ke sekolah. Kami tahu banyak guru yang beli pulsa untuk mengajar lewat daring,” ucap Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten Komarudin saat dikonfirmasi melalui sambungan telephon, Senin (29/6/2020)

    Menurut Komarudin, Tukin tenaga medis akan disesuaikan dengan kinerja dalam menanggulangi pasien yang terinfeksi virus Corona.

    “Tukin akan diberikan secara proporsional tergantung personil tenaga medis yang bekerja,” ujarnya.

    Sementara, kata dia, dalam memasuki fase new normal kurang lebih 25 persen pegawai Pemprov akan diwajibkan masuk kerja melalui skema shif kerja. Sedangkan, untuk pegawai di atas 55 tahun dan pegawai yang sedang hamil diperbolehkan tetap bekerja di rumah.

    “Terakhir WFH tanggal 28, berikutnya masuk new normal. Ketentuan dari Menkes di ruangan itu maksimal 50 persen dari kapasitas. Tetapi di Pemprov akan memasukan 25 persen, sisanya di rumah, nanti itu gantian,” tandasnya. (Moch)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Gelar Refleksi Banten Dikepung Bencana, Kobar: Pemerintah Merusak Ekosistem

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah aktivis lingkungan yang terhimpun dalam aliansi kelompok pelajar (Kobar) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Alun-alun Kota...

    Gelar Webitalk, Unbaja Soroti Pembangunan Berkelanjutan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Unbaja menggelar Webitalk dalam mengkritsi pembangunan yang terjadi di Indonesia, khususnya di Banten. Kegiatan bertajuk 'Menyelaraskan Pertumbuhan Ekonomi...

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya kasus positif Covid-19 di Kota...

    Gelar Aksi Kamisan, Aktivis Lingkungan Soroti Dampak Geothermal Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah pegiat lingkungan menggelar aksi kamisan di depan kampus UIN SMH Banten, Jalan Jendral Soedirman nomor 30, Ciceri, Kota Serang, Banten, Kamis...

    Ribuan Massa Berkerumun di Kota Serang, Syafrudin Ogah Lakukan Swab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Walikota Serang Syafrudin menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan Tes Swab setelah deklarasi ribuan massa forum umat islam bersatu (FPUIB) Banten yang menggelar...
    - Advertisement -
    - Advertisement -