More

    Mahal, Biaya Perawatan Pasien Covid-19 Capai Ratusan Juta

    Must Read

    Ketua DPRD Kota Serang Tolak Perpres Investasi Miras

    SERANG - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi menyatakan menolak mengenai kebijakan dibukanya keran investasi minuman keras (Miras) di...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Pemerintah Provinsi Banten Klaim biaya perawatan pasien Covid-19 yang diajukan ke pemerintah pusat mencapai ratusan juta.

    Alasannya, Karena pasien berbeda-beda ada yang menempati ruang Isolasi berpentilator, ruang isolasi bertekanan negatif, ruang isolasi biasa, serta rungan ICU yang biaya perawatannya cukup fantastis.

    “Klaim (pasien Covid-19) di Banten paling besar ada yang mencapai Rp 500 juta, jumlah klaim pasiennya lumayan banyak juga,” ucap Kepala Dinkes Banten Ati Pramudji Hastuti, Selasa (30/6/2020).

    Menurut Ati, waktu perawatan pasien positif di seluruh RS rujukan di Banten terbilang lama tergantung pada seberapa penyakit yang diderita pasien.

    “Rata-rata yang dirawat biasanya paling cepat dua minggu, bahkan ada yang lebih dari satu bulan dirawat sampai benar-benar dinyatakan negatif baru boleh keluar,” katanya.

    Sedangkan, Dikatakan Ati, klaim dari pemerintah pusat untuk biaya perawatan pasien Covid-19 per orang setiap harinya mencapai 22 juta, seluruh rumah sakit rujukan boleh mengklaim sesuai pasien yang ditanganinya.

    “Bukan hanya RSUD, bahkan semua RS (rumah sakit) baik negeri maupun swasta sebanyak 114 RS rujukan Covid-19 di Banten berhak untuk mengkalim ke pemerintah pusat,” ujarnya.

    Meski terbilang mahal, kata dia, masyarakat tak perlu khawatir lantaran seluruh pembiayaan ditanggung oleh pemerintah pusat. “Makanya kalau ada pasien Covid-19 semuanya itu ditanggung oleh pemerintah pusat” jelasnya.

    Meski begitu, Ati tidak memberikan rincian data pasien Covid-19 karena mekanisme pengajuannya langsung dari RS Kabupaten/Kota terkoneksi dengan pemerintah pusat.

    “Untuk data yang klaim ini jumlahnya langsung (diberikan) dari RS rujukan ke kemenkes (Kementerian Kesehatan) jadi, tidak melalui kami (Dinkes Provinsi),” ungkapnya.

    Untuk diketahui, pertanggal 28 Juni Kasus di Banten mencapai 1.277 kasus, dengan rincian: pasien di rawat 318 dan pasien sembuh 873 orang, sedangkan kasus meninggal mencapai 86 orang. (Moch)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Ketua DPRD Kota Serang Tolak Perpres Investasi Miras

    SERANG - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi menyatakan menolak mengenai kebijakan dibukanya keran investasi minuman keras (Miras) di...

    Dianggap Rugikan Para Pekerja, F-PKS Banten Tolak Kebijakan Perpendek Libur Idul Fitri

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua Fraksi PKS DPRD Banten Juhaeni M Rois menyatakan menolak kebijakan Menpan-RB Tjahjo Kumolo yang akan memperpendek libur Idul Fitri. Diketahui, MenPAN-RB Tjahjo...

    DPD KNPI Banten Ali Tak Kunjung Musda, Suparta: Organisasi Dijadikan Dagelan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Tokoh Muda Banten Suparta Kurniawan menilai DPD KNPI Banten telah dijadikan dagelan organisasi oleh Ali Hanafiah. Dijelaskan Suparta, sejak digelarnya Musda DPD KNPI...

    F-Golkar DPRD Kota Serang Siap Sepakati Ruislag, Ini Syaratnya

    SERANG - Fraksi Golkar DPRD Kota Serang menyatakan siap mendukung ruislag antara Pemkot Serang dengan PT Bersama Kembang Kerep Sejahtera (BKKS). Hal tersebut langsung...

    Pengusaha Minta Perda PUK Dibatalkan, Ketua DPRD Kota Serang: Lawan, Miras Tidak Boleh Bebas Diperjual belikan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi , menyatakan siap pasang badan untuk melakukan perlawanan terhadap para pengusaha yang mengajukan permohonan pembatalan (Judicial...
    - Advertisement -
    - Advertisement -