More

    Mahal, Biaya Perawatan Pasien Covid-19 Capai Ratusan Juta

    Must Read

    Pangdam III Siliwangi: 1.000 Personil TNI Akan Ikut Amankan Pilkada Serentak

    SERANG/POSPUBLIK.CO - TNI-Polri sudah menyiapkan personil untuk mengamankan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Provinsi Banten. Pangdam III Siliwangi Mayjen...

    Dikabarkan Akan Safari ke Banten, Umat Islam di Tanah Jawara Siap Kawal Ketat Rizieq Shihab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Forum Persaudaraan Umat Islam Banten (FPUIB) menggelar serangkaian apel akbar persiapan kedatangan Imam besar Front Pembela Islam...

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Pemerintah Provinsi Banten Klaim biaya perawatan pasien Covid-19 yang diajukan ke pemerintah pusat mencapai ratusan juta.

    Alasannya, Karena pasien berbeda-beda ada yang menempati ruang Isolasi berpentilator, ruang isolasi bertekanan negatif, ruang isolasi biasa, serta rungan ICU yang biaya perawatannya cukup fantastis.

    “Klaim (pasien Covid-19) di Banten paling besar ada yang mencapai Rp 500 juta, jumlah klaim pasiennya lumayan banyak juga,” ucap Kepala Dinkes Banten Ati Pramudji Hastuti, Selasa (30/6/2020).

    Menurut Ati, waktu perawatan pasien positif di seluruh RS rujukan di Banten terbilang lama tergantung pada seberapa penyakit yang diderita pasien.

    “Rata-rata yang dirawat biasanya paling cepat dua minggu, bahkan ada yang lebih dari satu bulan dirawat sampai benar-benar dinyatakan negatif baru boleh keluar,” katanya.

    Sedangkan, Dikatakan Ati, klaim dari pemerintah pusat untuk biaya perawatan pasien Covid-19 per orang setiap harinya mencapai 22 juta, seluruh rumah sakit rujukan boleh mengklaim sesuai pasien yang ditanganinya.

    “Bukan hanya RSUD, bahkan semua RS (rumah sakit) baik negeri maupun swasta sebanyak 114 RS rujukan Covid-19 di Banten berhak untuk mengkalim ke pemerintah pusat,” ujarnya.

    Meski terbilang mahal, kata dia, masyarakat tak perlu khawatir lantaran seluruh pembiayaan ditanggung oleh pemerintah pusat. “Makanya kalau ada pasien Covid-19 semuanya itu ditanggung oleh pemerintah pusat” jelasnya.

    Meski begitu, Ati tidak memberikan rincian data pasien Covid-19 karena mekanisme pengajuannya langsung dari RS Kabupaten/Kota terkoneksi dengan pemerintah pusat.

    “Untuk data yang klaim ini jumlahnya langsung (diberikan) dari RS rujukan ke kemenkes (Kementerian Kesehatan) jadi, tidak melalui kami (Dinkes Provinsi),” ungkapnya.

    Untuk diketahui, pertanggal 28 Juni Kasus di Banten mencapai 1.277 kasus, dengan rincian: pasien di rawat 318 dan pasien sembuh 873 orang, sedangkan kasus meninggal mencapai 86 orang. (Moch)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Gelar Refleksi Banten Dikepung Bencana, Kobar: Pemerintah Merusak Ekosistem

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah aktivis lingkungan yang terhimpun dalam aliansi kelompok pelajar (Kobar) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Alun-alun Kota...

    Gelar Webitalk, Unbaja Soroti Pembangunan Berkelanjutan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Unbaja menggelar Webitalk dalam mengkritsi pembangunan yang terjadi di Indonesia, khususnya di Banten. Kegiatan bertajuk 'Menyelaraskan Pertumbuhan Ekonomi...

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya kasus positif Covid-19 di Kota...

    Gelar Aksi Kamisan, Aktivis Lingkungan Soroti Dampak Geothermal Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah pegiat lingkungan menggelar aksi kamisan di depan kampus UIN SMH Banten, Jalan Jendral Soedirman nomor 30, Ciceri, Kota Serang, Banten, Kamis...

    Ribuan Massa Berkerumun di Kota Serang, Syafrudin Ogah Lakukan Swab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Walikota Serang Syafrudin menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan Tes Swab setelah deklarasi ribuan massa forum umat islam bersatu (FPUIB) Banten yang menggelar...
    - Advertisement -
    - Advertisement -