More

    Di Kota Serang, Harga Telur dan Daging Ayam Melonjak

    Must Read

    Dianggap Rugikan Para Pekerja, F-PKS Banten Tolak Kebijakan Perpendek Libur Idul Fitri

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua Fraksi PKS DPRD Banten Juhaeni M Rois menyatakan menolak kebijakan Menpan-RB Tjahjo Kumolo yang akan memperpendek...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Harga daging ayam dan telur mengalami lonjakan di Pasar Induk Rau (PIR) Kota Serang. Lonjakan itu diiringi dengan menurunnya ketersediaan pasokan.

    Seperti yang disampaikan salah seorang pedagang di PIR Mustofa bahwa, untuk harga daging ayam ada kenaikan hingga mencapai Rp 5.000.

    “Yang tadinya hanya Rp 35.000/kg menjadi Rp 40.000/kg. Kenaikan harga tersebut sudah lama, terhitung sejak lebaran, ditambah dengan ketersediaan pasokan Ayam yang semakin menurun,” kata Mustofa, Rabu (1/7/2020).

    Untuk harga telur ayam, dari harga awal sebesar Rp 24.000/Kg kini menjadi Rp 27.000/Kg atau kenaikan yang terjadi mencapai Rp 3.000. “Sekarang harga telur memang naik mas, biasanya kalau naik itu memang dari pusatnya,” ucapnya.

    Pedagang lainnya, Kosim menyampaikan, telah banyak keluhan dari para pelanggan atas adanya kenikan dua komoditas itu. Namun kepada wartawan, Kosim mengaku tidak bisa berbuat apa-apa atas adanya lonjakan harga itu.

    “Banyak juga pelanggan yang ngeluh dengan naiknya harga itu, tetapi mau bagaimana lagi memang sudah dari sananya. Malahan kita juga bingung. Pinginnya mah harga kembali stabil supaya pelanggan juga tidak keberatan dan saya menjualnya juga enak,” ungkap Kosim.

    Sementara itu diwawancarai terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Industri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperdaginkop UKM) Kota Serang Yoyo Wicahyono kenaikan yang terjadi saat ini hanya kenaikan Rp 2000 hingga Rp 3000 saja.

    “Sebetulnya tidak melonjak juga, hanya kenaikan dua ribu sampe tiga ribu saja per kilo gramnya. Kita juga akan lihat kedepannya seperti apa karena kenaikan daging ayam dan telur itu tidak stabil dari kadang naik kadang turun juga, dan sekarang naik lagi,” jelas Yoyo.

    “Mungkin dari pasokannya juga,” imbuhnya.

    Menurutnya, jika beberapa waktu kedepan ini pasokan dua komoditas tersebut masih saja kurang, pihaknya akan melakukan operasi pasar.

    “Kedepan kalau memang pasokannya masih kurang kita akan lakukan operasi pasar. Begitu juga telur untuk saat ini dari pasokan jadi mempengaruhi harga,” tandasnya. (Jon)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Dianggap Rugikan Para Pekerja, F-PKS Banten Tolak Kebijakan Perpendek Libur Idul Fitri

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua Fraksi PKS DPRD Banten Juhaeni M Rois menyatakan menolak kebijakan Menpan-RB Tjahjo Kumolo yang akan memperpendek...

    DPD KNPI Banten Ali Tak Kunjung Musda, Suparta: Organisasi Dijadikan Dagelan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Tokoh Muda Banten Suparta Kurniawan menilai DPD KNPI Banten telah dijadikan dagelan organisasi oleh Ali Hanafiah. Dijelaskan Suparta, sejak digelarnya Musda DPD KNPI...

    F-Golkar DPRD Kota Serang Siap Sepakati Ruislag, Ini Syaratnya

    SERANG - Fraksi Golkar DPRD Kota Serang menyatakan siap mendukung ruislag antara Pemkot Serang dengan PT Bersama Kembang Kerep Sejahtera (BKKS). Hal tersebut langsung...

    Pengusaha Minta Perda PUK Dibatalkan, Ketua DPRD Kota Serang: Lawan, Miras Tidak Boleh Bebas Diperjual belikan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi , menyatakan siap pasang badan untuk melakukan perlawanan terhadap para pengusaha yang mengajukan permohonan pembatalan (Judicial...

    Dianggap Extra Ordinary Craem, Akademisi UNMA Desak Polda Banten Usut Pengedar Rokok Ilegal di Lebak Selatan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Akademisi Fakultas Hukum Pascasarjana Universitas Mathla'ul Anwar (UNMA) Banten Ipul Saepuloh, mendesak Kepolisian Daerah (Polda) Banten untuk mengusut tuntas peredaran rokok Ilegal...
    - Advertisement -
    - Advertisement -