More

    Inspektorat Banten Panggil 80 Lembaga Penerima Beras CSR BJB

    Must Read

    UMK Banten 2021 Naik Sebesar 1,5 Persen, Ini Besaranya

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Gubernur Banten Wahidin Halim telah menetapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tahun 2021 di seluruh wilayah Banten naik...

    Sebut Gubernur WH Tak Pro Pekerja, Buruh Puji Kepemimpinan Ratu Atut Chosiyah

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ratusan buruh yang terdiri dari berbagai elmen serikat pekerja menggelar aksi demonstrasi di halaman pendopo Gubernur Banten,...

    Warga Padarincang Hadang Alat Berat PLTPB

    SERANG/POSPUBLIK.CO- Ratusan warga Padarincang, Kabupaten Serang, berhamburan disepanjang jalan bersiap melakukan penghadangan alat berat perusahaan Pembangkit ListrtikTenaga Panas Bumi...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Inspektorat Banten memanggil 80 Lembaga penerima bantuan beras CSR (Corporate Social Responsibility) BJB (Bank Jawa Barat) untuk dilakukan pemeriksaan lebih detail terkait distribusinya.

    “Ya sudah ditangani oleh Inspektorat karena pihak CSR nya meminta resmi untuk Pemeriksaan atau Audit ke Inspektorat, tinggal menguji petik, apakah bantuan yang diberikan tersebut sampai enggak kepada masyarakat, pendalaman uji petik namanya,” ucap Kepala Inspektorat Banten E Kusmayadi saat dikonfirmasi, Rabu (1/7/2020).

    Menurut Kusmayadi, uji petik merupakan tahapan lanjutan dari pemeriksaan yang sudah lebih dulu dilakukan berupa administrasi. Dalam dokumen yang diterima Inspektorat total ada 200 ton bantuan besar CSR BJB yang disalurkan. Sedangkan masing- masing lembaga penerima serta menyalurkan beras kepada sejumlah lembaga kemasyarakatan sifatnya variatif.

    “(Per dewan) ada yang menerima 3 ton, ada yang 2 ton, ada setengah ton tapi jumlahkan ditotalkan oleh kita ketemu 200 (ton). Sudah diuji, sudah dipanggil satu-satu mana berita acaranya,” katanya.

    Selanjutnya, ujar dia, Inspektorat akan melakukan uji secara faktual. Sementara untuk pemeriksaan diprediksi akan memakan waktu kurang lebih dua pekan dan hasilnya akan diungkap ke publik.

    “Nanti ditunggu, nanti dipublikasikan oleh gubernur pertengahan Juli,” ujarnya.

    Terpisah, Pelaksana Pendistirbusian Beras CSR BJB Eli Mulyadi mengaku menghormati proses yang sedang berlangsung. Baik itu pemeriksaan oleh Inspektorat maupun Kejati Banten. “Kita hormati proses hukum yang ada ya. Kita tunggu,” singkatnya.

    Untuk di ketahui, pemanggilan lembaga penerima beras tertuang dalam surat yang diterbitkan Inspektorat Provinsi Banten Nomor 005/560-Inspektorat/VI/2020 tertanggal 26 Juni 2020.

    Dalam suratnya Inspektorat meminta keterangan dalam rangka evaluasi dan monitoring distribusi beras yang bersumber dari CSR BJB yang dilaksanakan oleh Forum CSR Banten. Distribusi dilakukan melalui sejumlah lembaga yang selanjutnya disalurkan kepada masyarakat.

    Dalam lampiran surat, terdapat 80 lembaga yang dipanggil untuk diperiksa. Untuk jadwal kemarin, terdapat 18 lembaga yaitu PW Muhammadiyah, Matlaul Anwar, Alkhairiyah Cilegon, Fatayat NU Banten, Muslimat MU Banten, Dewan Masjid Indonesia Banten. Pondok Pesantren (Ponpes) Sabilal Muhtadin, Ponpes Global Al Jabar, Yayasan Abul Hasan, Himpunan Pengsuh Nahdliyin, Yayasan Pendidikan Banten, Yayasan Bina Bangsa Serang, Yayasan Sosial Bina Raksa Insan. Yayasan Dowa Al Islamiah Wanayasa Pontang, Yayasan Pesantren Modern Al Islam, Yayasan Assifa Amalindo Pratama, Yayasan Panti Asuhan Daarunnadwah, YPI Nurul Ikhsan Al Manaf.

    Sementara, untuk hari ini Rabu (1/7) Yayasan Yatim Piatu dan Sosial Al Muklisin, Yayasan Arrokhis, Yayasan Nurul Ikhsan, Yayasan Darussalam Bani Salam, Yayaasan Pelita Disabilitas Sejahtera, Yayasan Ponpes Putra-Putri Islam Ath-Thohariyah. Yayasan Bhakti Ku Bersama, Yayasan Pendidikan Alawaliah, Ponpes Saladfi Alya’qubiyyah, Yayasan Nahdah Ulum, Yayasan Ponpes Al farhan Cipanas, Yayasan Banten Lintas Media, Ponpes Albadar Dangdeur.

    Selanjutnya, Yayasan Miftahul Jannah, Yayasan Albagdadi, Yayasan Pendidikan dan pembangunan Umat Islam, YPI Al Baheera, YPP Riyadlul Jannah dan Yayasan Assambasiah. Yayasan Bani Rahmat Putra Mandiri, Persatuan Wartawan Indonesia Banten, HIPKA Banten, ABDSI Banten, Senopati, ICMI Banten, ICMI Kota Tangerang, LSM LP-KPK, DPP Perkumpula Seni Budaya Banten, DPD KNPI Banten. LSM Japati, Ormas Perank, LSM Merah Putih Perjuangan, Korps PII Wati, PW GP Ansor Banten. KAHMI Banten, Forum Pemuda Lintas Agama, Laskar Merah Putih Kabupaten Serang, Bravo 5 anten, Bakor Banten, APTBI Banten.

    Selanjutnya, Terakhir besok pada hari Kamis (2/7), Forum Komunikasi Desa Gelam Jaya, Perhimpuann Perempuan Lintas Profesi Indonesia, Barisan Depan Akhlakul Karimah Anak Pinggir Cisadane, Forum Komunikasi Rukun Warga Kelurahan Kuta Bumi.

    Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Desa Mekarsari, DPD LSM Penjara, Bakor Pembentukan Kabupaten CIlangkahan, FKPPI Banten, TKKDH Kota Serang, Pepabri Provinsi Banten, Ikatan Dosen Republik Indonesia. Laskar Merah Putih, Organisasi Bandan Keselamatan Pariwisata Pandeglang, Bandrong Pulo Ampel, Pergerakan Pembela Aspirasi Masyarakat Pandeglang dan KNPI. (Moch)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Diduga Hendak Akhiri Hidup, Seorang Wanita Bergelantungan di Jembatan Baru Ciujung-Kragilan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Entah apa yang dipikirkan seorang wanita yang hendak mengakhiri hidupnya di salah satu jembatan baru Ciujung-Kragilan. Namun, menurut...

    Ibu dan Anak di Serang Diduga Jadi Korban Pencabulan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Dugaan pencabulan oleh oknum ahli gigi yang berpraktik di sekitar lampu merah Ciruas dilaporkan ke Polres Serang. Dugaan pencabulan tersebut menimpa Ika Lestari,...

    Dikawal Aparat, Warga Padarincang Pukul Mundur Alat Berat PLTPB

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ratusan warga Padarincang yang menghalau alat berat perusahaan PT Sintesa Geothermal Banten (PT SBG) atau Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) berhasil...

    Warga Padarincang Hadang Alat Berat PLTPB

    SERANG/POSPUBLIK.CO- Ratusan warga Padarincang, Kabupaten Serang, berhamburan disepanjang jalan bersiap melakukan penghadangan alat berat perusahaan Pembangkit ListrtikTenaga Panas Bumi (PLTPB) alias Getohermal. Berdasarkan informasi yang...

    UMK Banten 2021 Naik Sebesar 1,5 Persen, Ini Besaranya

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Gubernur Banten Wahidin Halim telah menetapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tahun 2021 di seluruh wilayah Banten naik sebesar 1,5 persen. Penetapan tersebut tertuang...
    - Advertisement -
    - Advertisement -