More

    Cek Hewan Kurban, Distan Temukan Hewan Sakit di Lapak Penjual

    Must Read

    Gelar Refleksi Banten Dikepung Bencana, Kobar: Pemerintah Merusak Ekosistem

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah aktivis lingkungan yang terhimpun dalam aliansi kelompok pelajar (Kobar) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Alun-alun Kota...

    Datangi Ribuan Massa Pendukung HRS, Walikota Serang Bilang Begini

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ribuan massa Forum Persaudaraan Umat Islam Banten (FPUIB) menggelar siaga apel akbar persiapan kedatangan imam besar Front...

    Dikabarkan Akan Safari ke Banten, Umat Islam di Tanah Jawara Siap Kawal Ketat Rizieq Shihab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Forum Persaudaraan Umat Islam Banten (FPUIB) menggelar serangkaian apel akbar persiapan kedatangan Imam besar Front Pembela Islam...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang melalui Dinas Pertanian (Distan) Kota Serang melakukan pengecekan terhadap lapak penjual hewan kurban yang ada di Ibukota Provinsi Banten.

    Dari Hasil pengecekan di salah satu lapak penjual hewan kurban di wilayah Kelurahan Cilaku, Kota Serang, Distan menemukan beberapa hewan dalam kondisi sakit dan di bawah umur.

    “Pengecekan ini juga sesuai dengan aturan persyaratan berdasarkan agama, tadi ada yang umurnya di bawah dua tahun, itu gak boleh dijual, ada juga yang sakit mata, itu harus dipisahkan, dan baru bisa dijual kalau sudah sembuh,” jelas Siswati Kepala Bidang Peternakan Distan Kota Serang, Jum’at (3/7).

    Selain itu, dalam pelaksanaan jual beli hewan kurban ini, para pedagang dan pembeli diwajibkan mengikuti arahan protokol kesehatan agar terhindar dari bahaya Covid-19.

    “Kita juga mengecek protokol pencegahan Covid, intinya dalam jual beli hewan ini harus menggunakan protokol kesehatan, di lapak harus disediakan tempat cuci tangan dengan sabun, handsanitizer, memakai masker, sarung tangan, dan jaga jarak,” paparnya.

    Dalam masa pandemi ini, Siswati mengaku belum sama sekali mendengar ada kasus hewan yang terjangki virus mematikan itu, oleh sebab itu protokol kesehatan hanya akan ditegaskan bagi para penjual dan pembelinya saja.

    Sementara itu, Pemilik lapak Erlan Setiawan menyampaikan bahwa dalam proses mendatangkan hewan kurban yang ia dapat dari Pulau Dewata (Bali) itu sangatlah tidak mudah, disebabkan ada beberapa persyaratan khusus.

    “Persyaratan hewan untuk keluar dari Denpasar itu ada beberapa persyaratan, yaitu surat resmi hewan dari instalasi karantina hewan yang ada di Gilimanuk, Bali. Kemudian driver, pengawal, dan pemilik, harus rapid test dengan jangka waktu tujuh hari,” jelas Erlan.

    Di tengah masa pandemi ini, Erlan yang mengaku setiap tahunnya membuka lapak hewan kurban ini memprediksikan bahwa usaha yang dilakoninya akan mengalami penurunan penghasilan hingga 30persen.

    “Memang kondisi ini mengkhawatirkan, pasti ada penurunan, karena neraca tahun kemarin sekian ratus ekor, kalau sekarang kemungkinan mengalami penurunan 30 persen, ditambah hewan ternak yang tidak mudah keluar dari wilayah Denpasar karena persyaratannya sulit,” ujarnya.

    Sementara ketika disinggung soal harga hewan kurban yang dijualnya, Erlan mengatakan tidak ada penurunan harga kendati dalam masa pandemi ini, ia menjelaskan bahwa hewan kurban yang dijualnya selalu mengalami kenaikan 10 persen pada setiap tahunnya.

    “Untuk harga tidak ada penurunan, tiap tahun makin naik, bahkan sekarang ada ekstra charge nya, karena ada rapid test segala, semakin lama di jalan maka semakin mahal juga cost yang dikeluarkan, setiap tahun 10 persen, kemudian harga asal dari bandar juga sudah ada kenaikan,” pungkasnya. (Jon)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Gelar Refleksi Banten Dikepung Bencana, Kobar: Pemerintah Merusak Ekosistem

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah aktivis lingkungan yang terhimpun dalam aliansi kelompok pelajar (Kobar) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Alun-alun Kota...

    Gelar Webitalk, Unbaja Soroti Pembangunan Berkelanjutan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Unbaja menggelar Webitalk dalam mengkritsi pembangunan yang terjadi di Indonesia, khususnya di Banten. Kegiatan bertajuk 'Menyelaraskan Pertumbuhan Ekonomi...

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya kasus positif Covid-19 di Kota...

    Gelar Aksi Kamisan, Aktivis Lingkungan Soroti Dampak Geothermal Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah pegiat lingkungan menggelar aksi kamisan di depan kampus UIN SMH Banten, Jalan Jendral Soedirman nomor 30, Ciceri, Kota Serang, Banten, Kamis...

    Ribuan Massa Berkerumun di Kota Serang, Syafrudin Ogah Lakukan Swab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Walikota Serang Syafrudin menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan Tes Swab setelah deklarasi ribuan massa forum umat islam bersatu (FPUIB) Banten yang menggelar...
    - Advertisement -
    - Advertisement -