More

    Cek Hewan Kurban, Distan Temukan Hewan Sakit di Lapak Penjual

    Must Read

    Dianggap Rugikan Para Pekerja, F-PKS Banten Tolak Kebijakan Perpendek Libur Idul Fitri

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua Fraksi PKS DPRD Banten Juhaeni M Rois menyatakan menolak kebijakan Menpan-RB Tjahjo Kumolo yang akan memperpendek...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang melalui Dinas Pertanian (Distan) Kota Serang melakukan pengecekan terhadap lapak penjual hewan kurban yang ada di Ibukota Provinsi Banten.

    Dari Hasil pengecekan di salah satu lapak penjual hewan kurban di wilayah Kelurahan Cilaku, Kota Serang, Distan menemukan beberapa hewan dalam kondisi sakit dan di bawah umur.

    “Pengecekan ini juga sesuai dengan aturan persyaratan berdasarkan agama, tadi ada yang umurnya di bawah dua tahun, itu gak boleh dijual, ada juga yang sakit mata, itu harus dipisahkan, dan baru bisa dijual kalau sudah sembuh,” jelas Siswati Kepala Bidang Peternakan Distan Kota Serang, Jum’at (3/7).

    Selain itu, dalam pelaksanaan jual beli hewan kurban ini, para pedagang dan pembeli diwajibkan mengikuti arahan protokol kesehatan agar terhindar dari bahaya Covid-19.

    “Kita juga mengecek protokol pencegahan Covid, intinya dalam jual beli hewan ini harus menggunakan protokol kesehatan, di lapak harus disediakan tempat cuci tangan dengan sabun, handsanitizer, memakai masker, sarung tangan, dan jaga jarak,” paparnya.

    Dalam masa pandemi ini, Siswati mengaku belum sama sekali mendengar ada kasus hewan yang terjangki virus mematikan itu, oleh sebab itu protokol kesehatan hanya akan ditegaskan bagi para penjual dan pembelinya saja.

    Sementara itu, Pemilik lapak Erlan Setiawan menyampaikan bahwa dalam proses mendatangkan hewan kurban yang ia dapat dari Pulau Dewata (Bali) itu sangatlah tidak mudah, disebabkan ada beberapa persyaratan khusus.

    “Persyaratan hewan untuk keluar dari Denpasar itu ada beberapa persyaratan, yaitu surat resmi hewan dari instalasi karantina hewan yang ada di Gilimanuk, Bali. Kemudian driver, pengawal, dan pemilik, harus rapid test dengan jangka waktu tujuh hari,” jelas Erlan.

    Di tengah masa pandemi ini, Erlan yang mengaku setiap tahunnya membuka lapak hewan kurban ini memprediksikan bahwa usaha yang dilakoninya akan mengalami penurunan penghasilan hingga 30persen.

    “Memang kondisi ini mengkhawatirkan, pasti ada penurunan, karena neraca tahun kemarin sekian ratus ekor, kalau sekarang kemungkinan mengalami penurunan 30 persen, ditambah hewan ternak yang tidak mudah keluar dari wilayah Denpasar karena persyaratannya sulit,” ujarnya.

    Sementara ketika disinggung soal harga hewan kurban yang dijualnya, Erlan mengatakan tidak ada penurunan harga kendati dalam masa pandemi ini, ia menjelaskan bahwa hewan kurban yang dijualnya selalu mengalami kenaikan 10 persen pada setiap tahunnya.

    “Untuk harga tidak ada penurunan, tiap tahun makin naik, bahkan sekarang ada ekstra charge nya, karena ada rapid test segala, semakin lama di jalan maka semakin mahal juga cost yang dikeluarkan, setiap tahun 10 persen, kemudian harga asal dari bandar juga sudah ada kenaikan,” pungkasnya. (Jon)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Dianggap Rugikan Para Pekerja, F-PKS Banten Tolak Kebijakan Perpendek Libur Idul Fitri

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua Fraksi PKS DPRD Banten Juhaeni M Rois menyatakan menolak kebijakan Menpan-RB Tjahjo Kumolo yang akan memperpendek...

    DPD KNPI Banten Ali Tak Kunjung Musda, Suparta: Organisasi Dijadikan Dagelan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Tokoh Muda Banten Suparta Kurniawan menilai DPD KNPI Banten telah dijadikan dagelan organisasi oleh Ali Hanafiah. Dijelaskan Suparta, sejak digelarnya Musda DPD KNPI...

    F-Golkar DPRD Kota Serang Siap Sepakati Ruislag, Ini Syaratnya

    SERANG - Fraksi Golkar DPRD Kota Serang menyatakan siap mendukung ruislag antara Pemkot Serang dengan PT Bersama Kembang Kerep Sejahtera (BKKS). Hal tersebut langsung...

    Pengusaha Minta Perda PUK Dibatalkan, Ketua DPRD Kota Serang: Lawan, Miras Tidak Boleh Bebas Diperjual belikan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi , menyatakan siap pasang badan untuk melakukan perlawanan terhadap para pengusaha yang mengajukan permohonan pembatalan (Judicial...

    Dianggap Extra Ordinary Craem, Akademisi UNMA Desak Polda Banten Usut Pengedar Rokok Ilegal di Lebak Selatan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Akademisi Fakultas Hukum Pascasarjana Universitas Mathla'ul Anwar (UNMA) Banten Ipul Saepuloh, mendesak Kepolisian Daerah (Polda) Banten untuk mengusut tuntas peredaran rokok Ilegal...
    - Advertisement -
    - Advertisement -