More

    MUI Banten Larang Pemotongan Hewan Kurban Dalam Kondisi Pingsan

    Must Read

    Pangdam III Siliwangi: 1.000 Personil TNI Akan Ikut Amankan Pilkada Serentak

    SERANG/POSPUBLIK.CO - TNI-Polri sudah menyiapkan personil untuk mengamankan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Provinsi Banten. Pangdam III Siliwangi Mayjen...

    PAD Kota Serang Tahun 2020 Tak Capai Target

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Serang tahun 2020 tak mencapai target, lantaran PAD ini hanya mencapai Rp190...

    Dikawal Aparat, Warga Padarincang Pukul Mundur Alat Berat PLTPB

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ratusan warga Padarincang yang menghalau alat berat perusahaan PT Sintesa Geothermal Banten (PT SBG) atau Pembangkit Listrik...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Pandemi Covid-19 membuat proses pemotongan hewan kurban berbeda, karena harus dilakukan tanpa melibatkan orang banyak. Pasalnya, beberapa wacana muncul seperti metode stuning atau membuat pingsan hewan untuk pemotongan hewan kurban di area zona merah penyebaran corona di Banten.

    Namun, penyembelihan dengan sistem stuning di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) dinilai belum layak, lantaran membuat pingsan hewan tidak sesuai syariah.

    “Ya kalau dipinsankan takut mati nggak keburu disembelih, ya kalau sudah mati haram nggak bisa digunakan dagingnya, tidak dianjurkan itu,” ucap Ketua MUI Banten KH, AM Romly saat ditemui di Kantor MUI Banten, Curug, Kota Serang, Jum’at (3/7/2020).

    Dikatakan Romly, Untuk menghindari membuat pingsan hewan terlebih dahulu kurban supaya tidak mati sebaiknya di sembelih dalam kondisi normal dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

    “Ketika disembelih (darahnya) harus muncrat mengalir darahnya, daging (Kurban) didistrbusikan oleh panitia dengan kemasan yang baik dan higienis,” katanya.

    Sementara, Kepala Dinkes Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan, bahwa dalam proses pemotongan hewan kurban harus mematuhi protokol Covid-19. Untuk itu, dalam pemotongannya diwajibkan cuma ada pemotong dan sedikit panitia tanpa melibatkan kerumunan orang.

    “Tetap ada panitia, tapi harus terbatas biasanya pas distribusi orang ngantri di lapangan, itu (sekarang) sudah tidak boleh,” kata Ati

    “Daging (kurban) nya harus didistribusikan langsung ke rumahnya (door to door),” ujarnya. (Moch)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Gelar Refleksi Banten Dikepung Bencana, Kobar: Pemerintah Merusak Ekosistem

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah aktivis lingkungan yang terhimpun dalam aliansi kelompok pelajar (Kobar) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Alun-alun Kota...

    Gelar Webitalk, Unbaja Soroti Pembangunan Berkelanjutan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Unbaja menggelar Webitalk dalam mengkritsi pembangunan yang terjadi di Indonesia, khususnya di Banten. Kegiatan bertajuk 'Menyelaraskan Pertumbuhan Ekonomi...

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya kasus positif Covid-19 di Kota...

    Gelar Aksi Kamisan, Aktivis Lingkungan Soroti Dampak Geothermal Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah pegiat lingkungan menggelar aksi kamisan di depan kampus UIN SMH Banten, Jalan Jendral Soedirman nomor 30, Ciceri, Kota Serang, Banten, Kamis...

    Ribuan Massa Berkerumun di Kota Serang, Syafrudin Ogah Lakukan Swab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Walikota Serang Syafrudin menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan Tes Swab setelah deklarasi ribuan massa forum umat islam bersatu (FPUIB) Banten yang menggelar...
    - Advertisement -
    - Advertisement -