More

    PKL Stadion MY ‘Kucing-kucingan’ Dengan Petugas Satpol-PP

    Must Read

    PSBB Banten Kembali Diperpanjang hingga Desember 2020

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Provinsi Banten kembali diperpanjang selama satu bulan penuh. Keputusan tersebut tertuang dalam...

    Banser Bantah Terlibat Dalam Deklarasi Penoalakan Habib Rizieq Shihab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ormas Banser Banten membantah keterlibatan dalam menolak rencana kehadiran pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab...

    Diduga Hendak Akhiri Hidup, Seorang Wanita Bergelantungan di Jembatan Baru Ciujung-Kragilan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Entah apa yang dipikirkan seorang wanita yang hendak mengakhiri hidupnya di salah satu jembatan baru Ciujung-Kragilan. Namun, menurut...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Demi mendapatkan pundi-pundi rupiah, Pedagang Kaki Lima (PKL) di Stadion Maulana Yusuf (MY), Ciceri, Kota Serang harus ‘kucing-kucingan’ dengan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP).

    Seperti yang dikatakan Khusnul salah seorang PKL di Stadion Maulana Yusuf bahwa dirinya harus kabur ketika para petugas Satpol PP datang ke lokasinya berjualan.

    “Kalo ada Satpol ya semuanya kabur tanpa kecuali,” kata Khusnul sambil melayani pembeli, Jum’at (3/7).

    “Hari ini saja saya gak tau mereka (Satpol-PP) datang atau tidak,” lanjut Khusnul.

    Ia mengaku mengetahui bahwa area yang ditempatinya untuk berdagang merupakan area bebas PKL, di samping itu ia juga mengetahui soal relokasi PKL ke Pasar Kepandean.

    “Ya tahu kalo disini gak boleh buat jualan, tapi mau gimana lagi namanya juga PKL, penghasilan saya juga gak tentu,” ungkapnya kepada pospublik.

    Ketika disinggung alasannya masih tetap memilih berjualan di Stadion, Khusnul menyampaikan bahwa jika pilihannya harus pindah ke Pasar Kepandean yang kini dikhususkan untuk PKL, maka jaraknya terlalu jauh.

    “Kalau harus ke Kepandean kan jauh kesananya, kebetulan saya orang sekitar sini (Stadion),” tuturnya.

    Sementara, PKL Stadion lainnya Yulia Fitria yang mulai kembali berjualan pasca pemerintah memberikan kelonggaran terhadap aktifitas masyarakat ini mengaku mengetahui soal larangan berjualan di Stadion, ia juga mengaku pasrah atas hal tersebut.

    “Ya mau gimana lagi? Sebenernya juga capek bolak-balik, pasrah saja paling. Satpol-PP menertibkan juga sudah jadi tugas mereka,” ujar Yulia.

    “Kita juga disini kan jualan, paling kalau ada petugas ya pindah, dorong sana dorong kesini, ya pindah dulu lah, yang penting mah bisa dagang walaupun sebentar-sebentar,” imbuhnya.

    Yulia berharap, Wali Kota Serang memperbolehkan kembali Stadion digunakan untuk berjualan. Karena bagaimanapun, menurutnya jika di tempat lain mengharuskannya mengontrak.

    “Disini jadi sumber pendapatan meski turun semenjak Covid, kalau ditempat lain harus ngontrak, sedangkan buat makan sehari-hari saja susah,” tandasnya.

    Sementara, diketahui bahwa semenjak Pemerintah Kota (Pemkot) Serang memberlakukan masa transisi New Normal di Ibukota Provinsi Banten ini, nampak sejumlah PKL mulai memadati kawasan Stadion Maulana Yusuf.

    Dari yang berjualan hanya menggunakan gerobak dagangnya hingga sekelompok pedagang yang mulai mendirikan tenda non-permanen.

    Berdasarkan hasil pantauan lapangan hari ini, tidak nampak satupun petugas Satpol PP berjaga dan melakukan patroli untuk menertibkan PKL. Kendati demikian, pada hari sebelumnya, nampak petugas menertibkan para PKL yang mulai memadati area stadion.

    Sebelumnya, pemerintah Kota Serang telah memutuskan bahwa kawasan Stadion Maulana Yusuf steril dari aktifitas para PKL. Sebagai gantinya, para PKL tersebut dibuatkan tempat untuk berjualan di sekitar kawasan Kepandean, Kota Serang.

    Namun, relokasi yang dilakukan hanya berjalan beberapa saat saja, banyak PKL yang justru malah meninggalkan lokasi yang telah disediakan oleh pemerintah dan memilih kembali berjualan di Stadion. (Jon)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Tolak Keputusan Gubernur Soal UMK 2021, Buruh Banten Bakal Gelar Aksi Mogok

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Aliansi Buruh Banten Bersatu (AB3) akan memasifkan sosialisasi penolakan Surat Keputusan (SK) Gubernur Banten Wahidin Halim, terkait...

    Marinir Kawal Pembongkaran PLTPB, LBH: Negara Abaikan Hak Dasar Rakyat Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Rakyat Banten menduga ada persoalan besar dalam rangkaian pemaksanaan mobilisasi alat berat PT Sintesa Geothermal Banten (PT SBG)...

    Awasi Anggaran Covid-19 dan Pilkada, KPK Sadap Ratusan Nomor Telepon

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nawawi Pomolango mengaku, pihaknya saat ini tengah melakukan upaya penyelidikan tindak pidana korupsi (Tipikor) secara tertutup...

    Diduga Hendak Akhiri Hidup, Seorang Wanita Bergelantungan di Jembatan Baru Ciujung-Kragilan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Entah apa yang dipikirkan seorang wanita yang hendak mengakhiri hidupnya di salah satu jembatan baru Ciujung-Kragilan. Namun, menurut keterangan warga setempat yang berada...

    Ibu dan Anak di Serang Diduga Jadi Korban Pencabulan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Dugaan pencabulan oleh oknum ahli gigi yang berpraktik di sekitar lampu merah Ciruas dilaporkan ke Polres Serang. Dugaan pencabulan tersebut menimpa Ika Lestari,...
    - Advertisement -
    - Advertisement -