More

    Tidak Terdampak Covid-19, Sektor Pertanian Jadi Perhatian Pemprov Banten

    Must Read

    Dianggap Rugikan Para Pekerja, F-PKS Banten Tolak Kebijakan Perpendek Libur Idul Fitri

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua Fraksi PKS DPRD Banten Juhaeni M Rois menyatakan menolak kebijakan Menpan-RB Tjahjo Kumolo yang akan memperpendek...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Pandemi Covid-19 telah melumpuhkan berbagai sektor termasuk dunia perusahaan, namun tak banyak menyangka sektor pertanian diuntungkan lantaran tidak terdampak.

    Untuk itu, sektor pertanian menjadi fokus perhatian pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan serta mendongkrak perekonomian daerah.

    Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, pihaknya akan fokus membangun sektor pertanian sebagai pondasi masyarakat untuk memulihkan kondisi ekonomi ditengah Pandemi Covid-19.

    “Di tengah krisis seperti ini, masyarakat akan membutuhkan kebutuhan pokoknya. Kekuatan sektor pertanian akan menjadi ketahanan pangan serta memastikan kekuatan stok bahan kebutuhan pokok,” ucapnya saat melakukan monitoring langsung sektor pertanian di Provinsi Banten, Jumat (3/7/2020).

    Saat ini, Dikatakan WH, Seluruh daerah sedang menghadapi wabah Covid-19 secara merata, ketika mengandalkan industri dan perdagangan yang masih dalam siklus lingkaran krisis akan berimbas terhadap krisis ekonomi.

    Namun demikian, Ujar WH, semua akan tetap bergulir dengan baik apabila ketersediaan pangan dan bahan pokok terjamin ditengah masyarakat.

    “Kita harus berupaya membudidayakan lahan-lahan yang ada di Banten untuk bisa ditanam apa saja,” katanya.

    Selain itu, lanjut WH, Dinas Pertanian Provinsi Banten harus mengerakkan sektor pertanian lebih masif dalam menanam seperti cabe, labu, ketela, dan komoditas pertanian lainnya selain padi.

    “Kita, harus semangat untuk menjadikan sektor pertanian sebagi ujung tombak perekonomian Banten. Sehingga, menjadi penghasil produk pertanian terbesar,” ungkapnya.

    WH juga mengatakan, saat daya beli masyarakat sempat turun, tapi yang menggembirakan adalah stok produk pertanian cukup sampai bulan Oktober.

    “Daya beli masyarakat berkurang tapi kebutuhan pokoknya terpenuhi. Harga sembako masih stabil, jadi tidak mengkhawatirkan,” tegasnya. (Moch)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Dianggap Rugikan Para Pekerja, F-PKS Banten Tolak Kebijakan Perpendek Libur Idul Fitri

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua Fraksi PKS DPRD Banten Juhaeni M Rois menyatakan menolak kebijakan Menpan-RB Tjahjo Kumolo yang akan memperpendek...

    DPD KNPI Banten Ali Tak Kunjung Musda, Suparta: Organisasi Dijadikan Dagelan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Tokoh Muda Banten Suparta Kurniawan menilai DPD KNPI Banten telah dijadikan dagelan organisasi oleh Ali Hanafiah. Dijelaskan Suparta, sejak digelarnya Musda DPD KNPI...

    F-Golkar DPRD Kota Serang Siap Sepakati Ruislag, Ini Syaratnya

    SERANG - Fraksi Golkar DPRD Kota Serang menyatakan siap mendukung ruislag antara Pemkot Serang dengan PT Bersama Kembang Kerep Sejahtera (BKKS). Hal tersebut langsung...

    Pengusaha Minta Perda PUK Dibatalkan, Ketua DPRD Kota Serang: Lawan, Miras Tidak Boleh Bebas Diperjual belikan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi , menyatakan siap pasang badan untuk melakukan perlawanan terhadap para pengusaha yang mengajukan permohonan pembatalan (Judicial...

    Dianggap Extra Ordinary Craem, Akademisi UNMA Desak Polda Banten Usut Pengedar Rokok Ilegal di Lebak Selatan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Akademisi Fakultas Hukum Pascasarjana Universitas Mathla'ul Anwar (UNMA) Banten Ipul Saepuloh, mendesak Kepolisian Daerah (Polda) Banten untuk mengusut tuntas peredaran rokok Ilegal...
    - Advertisement -
    - Advertisement -