More

    Ancaman Krisis Pangan di Kota Serang, Ini Penyebabnya

    Must Read

    Gelar Aksi Kamisan, Aktivis Lingkungan Soroti Dampak Geothermal Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah pegiat lingkungan menggelar aksi kamisan di depan kampus UIN SMH Banten, Jalan Jendral Soedirman nomor 30,...

    Ibu dan Anak di Serang Diduga Jadi Korban Pencabulan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Dugaan pencabulan oleh oknum ahli gigi yang berpraktik di sekitar lampu merah Ciruas dilaporkan ke Polres Serang. Dugaan...

    Awasi Anggaran Covid-19 dan Pilkada, KPK Sadap Ratusan Nomor Telepon

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nawawi Pomolango mengaku, pihaknya saat ini tengah melakukan upaya penyelidikan tindak...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kota Serang, Edinata Sukarya menyebutkan Kota Serang terancam mengalami krisis pangan. Hal itu karena, banyaknya alih fungsi lahan pertanian.

    Ia menyampaikan, Kota Serang memiliki luas lahan pertanian sebanyak kurang lebihnya 8.000 hektar, namun lahan yang terkunci hanya 3.054 hektar. Lahan itu, masih sangat kurang jika sewaktu-waktu pemerintah pusat menargetkan Kota Serang untuk meningkatkan produksi pertanian.

    “Karena lahanya sendiri juga kurang,” kata Edinata kepada awak media saat di konfirmasi di ruang kerjanya pada Senin (6/7/2020) siang.

    faktor tersebut jugalah yang menyebabkan ketersediaan pangan di Kota Madani ini berada pada fase minus. Karena, banyak alih fungsi lahan pertanian menjadi perumahan.

    “Sisanya sudah diambil oleh perumahan,” Imbuh kepala dinas itu.

    Selain faktor luas lahan pertanian yang berkurang, ia juga menuturkan bahwa faktor lainnya berasal dari ketergantungan pengairan yang berasal dari bendungan Pamarayan, Kabupaten Serang.

    “Sekarang ini untuk pengairan kita susah, kita hanya mengantungkan dari bendungan Pamarayan itu juga di jadwal pengairanya,” ungkapnya.

    Kedepan, ia menyebutkan bahwa pihaknya akan berupaya untuk meningkatkan produksi tanam padi, dari dua kali dalam satu musim, kini akan menjadi tiga kali dalam satu musim.

    Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang dalam revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Serang tahun 2020–2024, berencana akan mengubah sejumlah lahan pertanian yang tersebar di wilayah Kota Serang untuk dijadikan zona industri dan perumahan.

    Hal tersebut menyusul turunnya persetujuan substansi dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR). Meski demikian, Pemkot Serang mengklaim kendati ada rencana tersebut, tentunya tanpa meninggalkan sektor pertanian. (Jon)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Gelar Refleksi Banten Dikepung Bencana, Kobar: Pemerintah Merusak Ekosistem

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah aktivis lingkungan yang terhimpun dalam aliansi kelompok pelajar (Kobar) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Alun-alun Kota...

    Gelar Webitalk, Unbaja Soroti Pembangunan Berkelanjutan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Unbaja menggelar Webitalk dalam mengkritsi pembangunan yang terjadi di Indonesia, khususnya di Banten. Kegiatan bertajuk 'Menyelaraskan Pertumbuhan Ekonomi...

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya kasus positif Covid-19 di Kota...

    Gelar Aksi Kamisan, Aktivis Lingkungan Soroti Dampak Geothermal Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah pegiat lingkungan menggelar aksi kamisan di depan kampus UIN SMH Banten, Jalan Jendral Soedirman nomor 30, Ciceri, Kota Serang, Banten, Kamis...

    Ribuan Massa Berkerumun di Kota Serang, Syafrudin Ogah Lakukan Swab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Walikota Serang Syafrudin menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan Tes Swab setelah deklarasi ribuan massa forum umat islam bersatu (FPUIB) Banten yang menggelar...
    - Advertisement -
    - Advertisement -