More

    Dindikbud Banten Serahkan Teknis Besaran Nominal Kuota Internet ke Pihak Sekolah

    Must Read

    Ketua DPRD Kota Serang Tolak Perpres Investasi Miras

    SERANG - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi menyatakan menolak mengenai kebijakan dibukanya keran investasi minuman keras (Miras) di...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten memastikan akan memfasilitasi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tingkat SMA/SMK secara daring dengan memberikan pulsa ke setiap siswa melalui dana yang digulirkan dari Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDa) Banten senilai Rp 5,5 juta per siswa/pertahun.

    Plt Kepala Dinas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Prov Banten M Yusuf menuturkan, Dana BOSDa yang digulirkan merupakan bentuk kepedulian pemerintah dalam kerangka membantu proses belajar siswa secara online melalui berbagai fasilitas termasuk pulsa atau kuota, sedangkan teknis pemberian bantuannya akan diserahkan ke pihak sekolah.

    “Untuk siswa difasilitasi pulsa, teknis nominalnya berapa itu diberikan ke sekolah,” ucapnya kepada wartawan saat ditemui di Setda Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Rabu (8/7/2020).

    Menurut Yusuf alokasi BOSDa akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sekolah. Terlebih, pihaknya memberikan keleluasaan kepada sekolah untuk mengatur pengelolaan serta teknis pendistribusian kuota kepada siswa.

    “Jadi nanti telpon siswa didaftarkan ke sekolah, Tidak ada ukuran berapa persen-persenan, sesuai kebutuhan saja. Siswa belajarnya berapa jam, berapa pertemuan dalam seminggu. Kan itu yang tau sekolah, sehingga nantinya setiap sekolah akan berbeda-beda nominalnya,” ujarnya.

    Disinggung terkait upaya pemprov dalam mengantisipasi penyimpangan Dana BOSDa, Yusuf menegaskan bahwa konteks pengawasan diserahkan sepenuhnya kepada aparat pengawas.

    “Gimana mau ada penyimpangan kalau benar telepon di daftarkan. Teknis juknis dari mentri seperti itu. kita melarang yang tidak sesuai SOP (Standar Operasional Procedure) dan juknis,” tandasnya.

    Untuk diketahui, Pemprov Banten Memperpanjang Kegiatan Belajar Mengajar Siswa SMA/SMK secara daring hingga Desember 2020 mendatang. (Moch)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Ketua DPRD Kota Serang Tolak Perpres Investasi Miras

    SERANG - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi menyatakan menolak mengenai kebijakan dibukanya keran investasi minuman keras (Miras) di...

    Dianggap Rugikan Para Pekerja, F-PKS Banten Tolak Kebijakan Perpendek Libur Idul Fitri

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua Fraksi PKS DPRD Banten Juhaeni M Rois menyatakan menolak kebijakan Menpan-RB Tjahjo Kumolo yang akan memperpendek libur Idul Fitri. Diketahui, MenPAN-RB Tjahjo...

    DPD KNPI Banten Ali Tak Kunjung Musda, Suparta: Organisasi Dijadikan Dagelan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Tokoh Muda Banten Suparta Kurniawan menilai DPD KNPI Banten telah dijadikan dagelan organisasi oleh Ali Hanafiah. Dijelaskan Suparta, sejak digelarnya Musda DPD KNPI...

    F-Golkar DPRD Kota Serang Siap Sepakati Ruislag, Ini Syaratnya

    SERANG - Fraksi Golkar DPRD Kota Serang menyatakan siap mendukung ruislag antara Pemkot Serang dengan PT Bersama Kembang Kerep Sejahtera (BKKS). Hal tersebut langsung...

    Pengusaha Minta Perda PUK Dibatalkan, Ketua DPRD Kota Serang: Lawan, Miras Tidak Boleh Bebas Diperjual belikan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi , menyatakan siap pasang badan untuk melakukan perlawanan terhadap para pengusaha yang mengajukan permohonan pembatalan (Judicial...
    - Advertisement -
    - Advertisement -