More

    Jika Tidak Sesuai, Ketua DPRD Kota Serang Minta Penyedia Beras Tidak Dibayar

    Must Read

    Banser Bantah Terlibat Dalam Deklarasi Penoalakan Habib Rizieq Shihab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ormas Banser Banten membantah keterlibatan dalam menolak rencana kehadiran pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab...

    Pemkot Serang Khawatir Klaster Baru Penyebaran Covid-19 di BJB KCK Banten

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Setelah di tutup nya pelayanan pada Bank BJB KCK Banten, lantaran adanya klaster baru 83 pegawai dinyatakan...

    Buruh Nilai KHL Tidak Sensitive Gender

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kesenjangan buruh gender dalam dunia pekerjaan dan upah dinilai semakin melebar, bahkan regulasi yang mengatur komponen kebutuhan...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Serang Budi Rustandi meminta Pemerintah Kota (Pemkot) tidak melakukan pembayaran, sebelum kekurangan volume beras bantuan untuk petani diperbaiki.

    Hal tersebut disampaikan ketua DPC Gerindra Kota Serang itu usai meninjau gudang beras di Kampung Suka Mulya, Kelurahan Kilasah, Kecamatan Kasemen, Rabu (8/7/2020).

    “Ini human error saja, mungkin karena banyak juga. Saya merekomendasikan, kalau belum memenuhi target sesuai dengan volume berasnya yang 10 kilogram, itu tidak akan dibayar,” kata Budi.

    Ia menuturkan, ada dua jenis timbangan yang digunakan untuk menimbang beras tersebut yakni, digital dan timbangan biasa (manual).

    “Tadi yang timbangan (manual) lebih pas dites. Kalau yang digital itu yang kurang. Tapi ini kan akan diperbaiki,” ucapnya.

    Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kota Serang Edinata Sukarya mengatakan, bahwa pihaknya tidak akan membayar pengadaan beras tersebut jika masih ditemukan kekurangan pada hasil timbangan beras yang ada.

    “Kalau masih kurang, tidak akan kita bayar, tapi hari ini diselesaikan. Harus diperbaiki,” kata Edinata.

    Diberitakan sebelumnya, pada Selasa (7/7) kemarin, Wali Kota Serang Syafrudin melakukan pengecekan terhadap gudang beras Kota Serang yang berada di Kelurahan Kilasah, Kecamatan Kasemen. Pada kesempatan itu, ditemukan kekurangan hasil timbangan beras hingga mencapai 2 – 3 gram dari satu karung beras seberat 10 kilogram.

    Pengadaan beras sebanyak 225 ton itu nantinya akan didistribusikan bagi petani yang terdampak Covid-19 dan belum tercover oleh bantuan pemerintah pusat, provinsi, maupun kota. (Jon)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Diduga Hendak Akhiri Hidup, Seorang Wanita Bergelantungan di Jembatan Baru Ciujung-Kragilan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Entah apa yang dipikirkan seorang wanita yang hendak mengakhiri hidupnya di salah satu jembatan baru Ciujung-Kragilan. Namun, menurut...

    Ibu dan Anak di Serang Diduga Jadi Korban Pencabulan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Dugaan pencabulan oleh oknum ahli gigi yang berpraktik di sekitar lampu merah Ciruas dilaporkan ke Polres Serang. Dugaan pencabulan tersebut menimpa Ika Lestari,...

    Dikawal Aparat, Warga Padarincang Pukul Mundur Alat Berat PLTPB

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ratusan warga Padarincang yang menghalau alat berat perusahaan PT Sintesa Geothermal Banten (PT SBG) atau Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) berhasil...

    Warga Padarincang Hadang Alat Berat PLTPB

    SERANG/POSPUBLIK.CO- Ratusan warga Padarincang, Kabupaten Serang, berhamburan disepanjang jalan bersiap melakukan penghadangan alat berat perusahaan Pembangkit ListrtikTenaga Panas Bumi (PLTPB) alias Getohermal. Berdasarkan informasi yang...

    UMK Banten 2021 Naik Sebesar 1,5 Persen, Ini Besaranya

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Gubernur Banten Wahidin Halim telah menetapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tahun 2021 di seluruh wilayah Banten naik sebesar 1,5 persen. Penetapan tersebut tertuang...
    - Advertisement -
    - Advertisement -