More

    Bantuan UMKM Disoal, Dinsos Diminta Transparan

    Must Read

    Marinir Kawal Pembongkaran PLTPB, LBH: Negara Abaikan Hak Dasar Rakyat Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Rakyat Banten menduga ada persoalan besar dalam rangkaian pemaksanaan mobilisasi alat berat PT...

    Ribuan Massa Berkerumun di Kota Serang, Syafrudin Ogah Lakukan Swab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Walikota Serang Syafrudin menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan Tes Swab setelah deklarasi ribuan massa forum umat islam...

    Gelar Webitalk, Unbaja Soroti Pembangunan Berkelanjutan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Unbaja menggelar Webitalk dalam mengkritsi pembangunan yang terjadi di Indonesia, khususnya di...

    SERANG/PSOPUBLIK.CO – Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten diminta transparan soal data penerima, realisasi dana dan sistem penyaluran dana bantuan sosial (Bansos) bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) terdampak Covid-19 di Banten.

    Pasalnya, Dinsos dinilai masih tertutup, padahal Pemprov Banten sudah melakukan recofusing anggaran tahap ke-3 dengan menganggarkan bantuan UMKM sebesar Rp 15 miliar.

    Ketua Komisi II DPRD Provinsi Banten Muhsinin menuturkan, akurasi data serta tranparansi data UMKM penerima bantuan yang terdaftar di Dinsos Banten sampai saat ini belum terbuka sehingga menimbulkan indikasi permasalahan dalam penginputan data.

    “Saya belum mendapat datanya jangan sampai data yang disortir (Dinsos) dari koperasi berbeda nanti implementasi di lapangan,” ucap Muhsinin kepada wartawan saat ditemui di ruang kerja komisi II DPRD Banten, Curug, KP3B, Kota Serang, Kamis (8/7/2020).

    Menurut Muhsinin, Dinsos harus melakukan verifikasi serta validasi data secara faktual, sesuai dengan kondisi sulit yang dialami para pelaku UMKM. Karena sistem penyaluran bantuan ditetapkan melalui satu pintu yakni Dinsos.

    “Harusnya yang benar-benar murni anggota UMKM mereka mendapat bantuan, jangan sampai mentang-mentang keluarga dari pejabat seenaknya dimasukan, Pokoknya nggak boleh sistem kerok ini diterapkan,” katanya.

    Selain itu, ujar dia, realokasi anggaran untuk penanganan Bansos sangat besar akan tetapi bentuk implementasi di lapangan masih dipertanyakan, bahkan Bantuan tahap ke-1 dari pemprov belum sepenuhnya terealisasikan.

    “Jelas anggaran itu gelontorkan, tapi implementasi penggunaan uang nggak jelas,” tegasnya.

    Oleh sebab itu, pihaknya akan melakukan pemanggilan terhadap Dinsos untuk meminta transparansi data serta realisasi anggaran lantaran menuai polemik di lapangan. “Jangan sampai terjadi tumpang tindih data-data yang dikelola Dinsos, apalagi ada titipan-titipan (penyelundupan) data, karena selama ini ada indikasi kesitu,” ujarnya.

    Agar penyaluran UMKM sesuai, Pihaknya mendorong eksekutif untuk menempatkan Dinas Koperasi sebagai leading sektor penyalur bantuan terhadap UMKM Se-Banten.

    “Yang menyalurkan menurut saya harus dinas koprasi kan untuk pembinaan UMKM yang terdampak Covid-19, Koprasi sudah tau secara resmi data-datanya karena mereka yang membina dan berhadapan langsung dengan pelaku-pelaku UMKM,” ungkapnya.

    Muhsinin pun berharap, Pemprov Banten segera menyalurkan dana bantuan sosial tunai (BST) secara merata bagi warga terdampak Covid-19. Mengingat, kondisi perekonomian warga terdampak belum sepenuhnya pulih.

    “Saya prihatin dengan kondisi Covid-19, semoga saja secepatnya penyaluran BST dapat dirasakan oleh masyarakat, karena masyarakat saat ini sedang membutuhkan bantuan,” tandasnya.

    Sejak berita ini dituliskan, wartawan telah berupaya menghubungi Dinsos Banten, namun setelah berulang kali dihubungi tidak ada respon dari Dinsos. (Moch)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Gelar Refleksi Banten Dikepung Bencana, Kobar: Pemerintah Merusak Ekosistem

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah aktivis lingkungan yang terhimpun dalam aliansi kelompok pelajar (Kobar) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Alun-alun Kota...

    Gelar Webitalk, Unbaja Soroti Pembangunan Berkelanjutan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Unbaja menggelar Webitalk dalam mengkritsi pembangunan yang terjadi di Indonesia, khususnya di Banten. Kegiatan bertajuk 'Menyelaraskan Pertumbuhan Ekonomi...

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya kasus positif Covid-19 di Kota...

    Gelar Aksi Kamisan, Aktivis Lingkungan Soroti Dampak Geothermal Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah pegiat lingkungan menggelar aksi kamisan di depan kampus UIN SMH Banten, Jalan Jendral Soedirman nomor 30, Ciceri, Kota Serang, Banten, Kamis...

    Ribuan Massa Berkerumun di Kota Serang, Syafrudin Ogah Lakukan Swab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Walikota Serang Syafrudin menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan Tes Swab setelah deklarasi ribuan massa forum umat islam bersatu (FPUIB) Banten yang menggelar...
    - Advertisement -
    - Advertisement -