More

    Resepsi Pernikahan Diperbolehkan, Tapi Perhatikan Protokol Kesehatan

    Must Read

    Sering Disebut Thogut, Ini Nilai-nilai Islam dalam Pancasila

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Bukan sekali dua kali diletupkan isu pancasila adalah Thogut dan musuh Islam oleh oknum beberapa kelompok yang...

    Ustad di Pontang Meninggal Saat Sembelih Hewan Kurban

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Warga di Desa Pontang, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, dikejutkan dengan adanya salah seorang Ustad yang meninggal saat...

    Sidang Gugatan Pemindahan RKUD Banten Masuk Tahap Penyerahan Resume Perdamaian

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sidang Perdata gugatan dugaan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) yang dilakukan Gubernur Banten Wahidin Halim terkait Pemindahan RKUD...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Mengacu pada Perarutan Wali Kota Serang (Perwal) nomor 18 tahun 2020, Wali Kota Serang Syafrudin kembali mengijinkan pelaksanaan resepsi pernikahan (wedding) dengan beberapa catatan khusus.

    Hal tersebut karena, sebelum masa transisi new normal seperti yang diterapkan Pemerintah Kota Serang pada saat ini, sejumlah acara wedding yang berpotensi menjadi pusat keramaian tidak diperbolehkan keberlangsungannya, hal demikian sebagai upaya pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

    Dengan keluarnya Perwal itu, Syafrudin menyampaikan, segala kegiatan baik perdagangan dan jasa serta lainnya sudah bisa dilaksanakan dengan mengacu pada aturan tersebut.

    “Perwal ini mengatur kegiatan dikerumunan masa dan kegiatan perdagangan yang selalu harus mengutamakan protokol kesehatan. Jadi kegiatan wedding ini memperhatikan protokol kesehatan,” ujar Syafrudin kepada wartawan usai menghadiri simulasi wedding yang diinisiasikan diadakan oleh Asosiasi Pengusaha Jasa Dekorasi Indonesia (ASPEDI) Banten di Kebon Kubil, Kota Serang, Kamis (9/7/2020).

    Orang nomor satu di Kota Serang tersebut menuturkan bahwa jumlah pengunjung yang akan menghadiri resepsi (wedding) pun dibatasi sebanyak 30 persen dari total kapasitas tempat berlangsungnya wedding itu.

    “Karena Perwal mengatur kegiatan kerumunan dibatas hingga 30 persen isi tempat kegiatan, jadi waktunya perlu diatur,” tutur Syafrudin.

    Agar protokol kesehatan dapat dengan efektif diterapkan pada kegiatan wedding, Syafrudin berpendapat perlu adanya petugas khusus yang melakukan pengawasan serta pihak Event Organizer (EO) yang dapat mengatur.

    “Ini harus ada petugas khusus, ada EO yang mengatur kegiatan ini,” pungkasnya.

    Sementara, ia menegaskan bahwa melalui pihaknya akan menutup pelaksanaan kegiatan wedding, apabila pihak pelaksana tidak mengikuti peraturan pemerintah yang telah berlaku.

    Ditempat yang sama, Wakil Ketua ASPEDI Banten Febriansah Slamet Pribadi mengaku, ingin menjadikan simulasi wedding tersebut sebagai patokan bagi pihak yang akan melaksanakan acara pernikahan.

    “Simulasi ini berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepolisian dan pihak setempat agar keamanan dan ketertiban kegiatan terjaga,” jelas Slamet.

    Dalam simulasi tersebut pula, Slamet mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan petugas khusus seperti yang dimaksud Wali Kota Serang barusan. Hal itu dilakukan untuk memberikan pelayanan khusus kepada pengunjung untuk dilakukan pengecekan suhu tubuh, diberikan handsanitizer, serta mengatur jaga jarak.

    “Simulasi ini untuk diketahui teman-teman semua pelaksanaan kegiatan,” ungkapnya. (Jon)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Pedoman Penyusunan APBD 2021, Pemda Diminta Tetap Fokus Penanganan Covid-19

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara resmi telah menerbitkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 64 Tahun 2020...

    Sidang Gugatan Pemindahan RKUD Banten Masuk Tahap Penyerahan Resume Perdamaian

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sidang Perdata gugatan dugaan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) yang dilakukan Gubernur Banten Wahidin Halim terkait Pemindahan RKUD Bank Banten ke Bank Jawa...

    Innalilahi, Tokoh Pendiri Banten Wafat di RS Siloam Karawaci

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Masyarakat Banten kembali kehilangan salah satu tokoh pejuang sekaligus pendiri Provinsi Banten yakni Muchtar Mandala tutup usia di Rumah Sakit (RS) Siloam...

    PPDB di Banten Dinilai Marak Titipan Siswa

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Banten bagi Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Kejuruan SMA/SMK tengah berlangsung. Namun dalam pelaksanaannya PPDB 2020...

    Duh! Ada Botol Miras di Halaman Gedung Dewan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Pemandangan tidak etis nampak terlihat setelah ditemukan dua botol minuman keras (Miras) bekas berjenis anggur merah di sela-sela pohon sawit depan halaman...
    - Advertisement -
    - Advertisement -