More

    Soal Rombel, Sekolah Swasta Ngadu ke Dewan

    Must Read

    Gelar Webitalk, Unbaja Soroti Pembangunan Berkelanjutan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Unbaja menggelar Webitalk dalam mengkritsi pembangunan yang terjadi di Indonesia, khususnya di...

    Dikawal Aparat, Warga Padarincang Pukul Mundur Alat Berat PLTPB

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ratusan warga Padarincang yang menghalau alat berat perusahaan PT Sintesa Geothermal Banten (PT SBG) atau Pembangkit Listrik...

    Kapolda Banten: Spanduk Tak Berizin Akan di Turunkan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kapolda Banten, Irjen Pol Fiandar menegaskan untuk spanduk-spanduk yang dipasang dengan sengaja di daerah Banten dan tidak...

    Soal Rombel, Sekolah Swasta Ngadu ke Dewa

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Beberapa Kepala Sekolah yang tergabung dalam Akses (Asosiasi Kepala Sekolah SMK Swasta) Se-Banten mendatangi Komisi V DPRD Banten terkait kondisi sekolah-sekolah SMK swasta yang ada di Banten.

    Tak hanya itu, mereka mengadu terkait adanya rencana penambahan (Rombel) rombongan belajar bagi SMK negeri yang ada di Banten pada tahun ajaran Baru.

    Ketua Akses Muhamad Jaenudin menuturkan dalam aduannya tersebut ada beberapa usulan termasuk adanya pembatasan Rombel, penambahan BOSDA bagi sekolah swasta hingga insentif terhadap guru-guru yang ada di sekolah swasta.

    “Kami sangat menyadari adil itu berarti tidak sama, kalau untuk setiap siswa negeri dapat BOSDA itu Rp 3,8 juta kalau swasta Rp 500 ribu, kami mengusulkan untuk di naikan menjadi Rp 1 juta,”katanya kepada wartawan, Kamis (9/7/2020).

    Jaenudin menyebut sebelum sekolah tingkat SMA menjadi kewenangan Pemprov Banten, guru-guru sekolah swasta mendapatkan insentif dari Kabupaten/Kota sedangkan setelah tahun 2017 sampai dengan saat ini guru tersebut tidak mendapatkannya.

    “Kami mengusulkan insentif guru, pada saat masih oleh Pemkab dan pemkot masing kami mendapatkan insentif sebesar Rp 600 ribu tapi setelah ke provinsi enggak ada, itu Tangerang kota yang dapat,” tuturnya.

    Setelah tidak ada insentif, lanjut dia, sekolah berupaya untuk menekan agar wali murid tepat waktu membayar SPP ke sekolah untuk menggaji guru-guru tersebeut.

    “Mau tidak mau kita harus minta bantuan kepada setiap wali murid untuk membayar SPP pada setiap waktunya,” cetusnya.

    Sementara, Ketua Akses Kota Serang Muhamad Rasim mengungkapkan di Kota Serang saat ini sekolah SMA tidak mendapatkan jumlah murid sesuai yang di harapkan, Sebab, kata dia, seluruh masyarakat terdampak akibat pandemi corona.

    “Maaf agak beda, ada 8 kabupaten kota Tangsel enggak berdampak karena masyarkat Terdampak, kota serang Terdampak, Paling dapat 3-4 murid baru, rata-rata kota serang terpuruk, prisma aja di tutup karena murid beberapa orang, paling tinggi 10 belum ada yang di atas 20,” Ungkapnya.

    Ditempat yang sama, Anggota Komisi V DPRD Banten Furtasan Ali Yusuf mengatakan, Pemprov Banten harus ada kejelasan tentang penerimaan siswa baru jangan sampai merugikan sekolah swasta karena kehilangan calon muridnya.

    “Kalau saya melihat ada dua hal pertama komitmen dan konsisten dengan jumlah Rombel yang tersedia, yang keluar berapa dan masuk berapa untuk negeri, Kalaupun ada keinginan menambah harus melihat dari kuota yang sudah ada kecuali ada ruangan yang kosong itu boleh. Misal yang keluar 5 kelas sedangkan tersedia 10 kelas,” katanya kepada awak media.

    Saat ini, sambung dia, banyak sekolah di Kota Serang yang sudah tutup karena tidak bisa mendapatkan murid baru salah satunya SMA dan SMK Prisma yang baru-baru ini ramai diperbincangkan.

    “Sekolah yang sudah tutup, Bina taruna, Pasundan, Prisma , 17, Hasanudin, Tirtayasa, ini tinggal ngikutin sekolah lain, karena ini tergantung masukan siswa,” tandasnya. (Moch)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Gelar Refleksi Banten Dikepung Bencana, Kobar: Pemerintah Merusak Ekosistem

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah aktivis lingkungan yang terhimpun dalam aliansi kelompok pelajar (Kobar) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Alun-alun Kota...

    Gelar Webitalk, Unbaja Soroti Pembangunan Berkelanjutan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Unbaja menggelar Webitalk dalam mengkritsi pembangunan yang terjadi di Indonesia, khususnya di Banten. Kegiatan bertajuk 'Menyelaraskan Pertumbuhan Ekonomi...

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya kasus positif Covid-19 di Kota...

    Gelar Aksi Kamisan, Aktivis Lingkungan Soroti Dampak Geothermal Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah pegiat lingkungan menggelar aksi kamisan di depan kampus UIN SMH Banten, Jalan Jendral Soedirman nomor 30, Ciceri, Kota Serang, Banten, Kamis...

    Ribuan Massa Berkerumun di Kota Serang, Syafrudin Ogah Lakukan Swab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Walikota Serang Syafrudin menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan Tes Swab setelah deklarasi ribuan massa forum umat islam bersatu (FPUIB) Banten yang menggelar...
    - Advertisement -
    - Advertisement -