More

    Selama Pendemi Covid-19, 18 Ribu Buruh di Banten Terkena PHK

    Must Read

    Ketua DPRD Kota Serang Tolak Perpres Investasi Miras

    SERANG - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi menyatakan menolak mengenai kebijakan dibukanya keran investasi minuman keras (Miras) di...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Sebanyak 18 ribu karyawan mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan 29 ribu lainnya dirumahkan selama Pandemi Covid-19 di Provinsi Banten.

    Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten Al Hamidi mengatakan, seluruh pekerja baik yang di PHK maupun dirumahkan tersebar di seluruh wilayah provinsi Banten.

    “Yang di PHK totalnya ada 18,587 jumlahnya bisa bertambah dan bisa berkurang, ada 29 ribu yang dirumahkan,” Ucap Al Hamidi Kepada Awak media saat dikonfirmasi lewat telephon seluler, Jum’at (10/7/2020).

    Selain itu, Al Hamidi menyebut bahwa jumlah perusahaan yang mengalami pailit (penutupan) terus meningkat, bahkan, menurutnya hingga saat ini hampir mencapai seratus perusahaan yang ditutup.

    “Totalnya ada 69 perusaahn di Banten itu semuanya gulung tikar, tapi jangan ditulis bangkrut tulis tutup saja, kalau ditulis bangkrut bahasnya menyakitkan,” ujarnya.

    Menurut dia, untuk menggenjot angka pengangguran di Banten akibat PHK Disnaker membuka program penempatan tenaga kerja di luar negeri. Pasalnya, ada dua negara yang sudah sepakat untuk melakukan kerjasama melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yakni negara Jepang dan Amerika.

    “Kita sudah MoU ( Memorandum of Understanding), yang pasti sampai tahun 2024 dibutuhkan 30.000 tenaga kerja dari Banten,” katanya.

    Saat ini, Sambung Al, Disnaker tengah membuka rekrutmen program pelatihan tenaga kerja untuk mengolah skil tenaga lokal yang nantinya akan dikirim ke luar negeri.

    “Ada pelatihan bahasa, pelatihan dengan keahlian yang di minta dari sana (Jepang dan Amerika, red). Ada tenaga untuk medis dan perawat untuk jompo ada di perusahaan,” ungkapnya.

    Meski demikain, pihaknya mengakui pelatihan akan di utamakan untuk para korban PHK di tengah pandemi serta lulusan sekolah pada angkatan 2020.

    “Itu kan untuk keluar negeri ada yang ke Amerika dan Korea ada beberapa negara yang akan kita tindak lanjuti, di sisi lain kita juga akan menempatkan tenaga kerja yang korban PHK ini, lulusan SMA dan SMK akan kita latih dan sertifikasi dan di tempatkan,” terangnya.

    Sementara, Kabid Hubungan Industri dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang Iwan Setiawan mengaku di Kabupaten Serang ada 8 perusahaan yang tutup akibat pandemi Corona.

    “PT Transformer Indonesia, PT DSG Surya Mas, PT Indo Blok, PT Roda Mas Baja Intan, PT Master Plastindo, PT Bees Pootwear, PT Frnans Putratex dan PT Grasindo Prima Sukses,” tandasnya. (Moch)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Ketua DPRD Kota Serang Tolak Perpres Investasi Miras

    SERANG - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi menyatakan menolak mengenai kebijakan dibukanya keran investasi minuman keras (Miras) di...

    Dianggap Rugikan Para Pekerja, F-PKS Banten Tolak Kebijakan Perpendek Libur Idul Fitri

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua Fraksi PKS DPRD Banten Juhaeni M Rois menyatakan menolak kebijakan Menpan-RB Tjahjo Kumolo yang akan memperpendek libur Idul Fitri. Diketahui, MenPAN-RB Tjahjo...

    DPD KNPI Banten Ali Tak Kunjung Musda, Suparta: Organisasi Dijadikan Dagelan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Tokoh Muda Banten Suparta Kurniawan menilai DPD KNPI Banten telah dijadikan dagelan organisasi oleh Ali Hanafiah. Dijelaskan Suparta, sejak digelarnya Musda DPD KNPI...

    F-Golkar DPRD Kota Serang Siap Sepakati Ruislag, Ini Syaratnya

    SERANG - Fraksi Golkar DPRD Kota Serang menyatakan siap mendukung ruislag antara Pemkot Serang dengan PT Bersama Kembang Kerep Sejahtera (BKKS). Hal tersebut langsung...

    Pengusaha Minta Perda PUK Dibatalkan, Ketua DPRD Kota Serang: Lawan, Miras Tidak Boleh Bebas Diperjual belikan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi , menyatakan siap pasang badan untuk melakukan perlawanan terhadap para pengusaha yang mengajukan permohonan pembatalan (Judicial...
    - Advertisement -
    - Advertisement -