More

    Tahun ini, Masyarakat yang Berkurban Diprediksi Menurun

    Must Read

    Kota Serang Dikepung Banjir, Warga Diminta Waspada Banjir Susulan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kota Serang kembali dikepung banjir setelah diguyur hujan sejak Rabu malam hingga kamis (3/12) pagi. Beberapa titik yang...

    Ditengah Pandemi Covid-19, Tarkam Bola Di Kota Serang Picu Kerumunan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Ditengah pandemi Covid-19, ribuan warga di Kampung Graha Cibogo, Kelurahan Nyapa, Kecamatan Walantaka, Kota Serang malah berkerumun...

    Disepakati, APBD 2021 Provinsi Banten Defisit Rp4,47 Triliun

    SERANG/POSPUBLIK.CO - DPRD Provinsi Banten menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang APBD Tahun Anggaran 2021 menjadi perda. Persetujuan diambil dalam...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Pandemi Covid-19 terus mempengaruhi berbagai sektor, termasuk diantaranya jumlah pemotongan kurban. Sebab, banyak masyarakat yang terdampak secara ekonomi dan kesulitan dalam membeli hewan kurban tersebut.

    Kepala Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten M Agus Tauchid memprediksi, penurunan jumlah kurban sangat signifikan karena daya beli masyarakat terus menyusut.

    Berdasarkan data Pada tahun 2019, hewan kurban berupa sapi sebanyak 13.287 ekor dan diprediksi tahun ini menurun sekitar 12.623 ekor. kerbau sebanyak 1.018 ekor dan diprediksi menurun sekitar 967 ekor, kambing sekitar 30.686 ekor dan diprediksi menurun 29.152 ekor. Sedangkan domba sekitar 17.162 ekor diprediksi menurun 16.304 ekor.

    “Kalau melihat data ini. Ini menunjukan, dengan adanya pandemi ini daya beli masyarakat terhadap hewan kurban akan mengalami penurunan. Tetapi bukan berati keimanannya berkurang, hanya saja kondisinya di masa yang sulit,” ucapnya saat ditemui di kantornya, Distan Banten, KP3B, Kota Serang, Jumat (10/7/2020).

    Saat ini, ujar dia, stok hewan kurban di Banten yang tersedia diantaranya sapi sekitar 4.606 ekor, kerbau 4.959 ekor, kambing 29.003 ekor dan domba sekitar 16.186 ekor.

    “Angka ini sangat kecil. Kambing kurang 149 ekor, domba 118 ekor, sementara kalau kerbau kita kelebihan. kecuali sapi memang kekurangannya besar,” tegasnya.

    Disinggung soal hewan kurban dari luar daerah, ia mengakui bahwa ada impor, kendati demikian, pihaknya memastikan hal tersebut telah memenuhi standarisasi protokol kesehatan Covid-19.

    “Selain akan memastikan kesehatan hewan melalui Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) petugas yang membawa juga akan diperiksa, dan terkait harga Insya Allah masih normal,” katanya.

    Agus juga mengakui, dalam tradisi kurban tahun ini tetap akan melakukan pemotongan hewan dilapangan, hal itu, menurutnya, atas arahan gubernur dalam rangka menjaga kearifan lokal agar tetap terpelihara.

    “Pasti kebanyakan masyarakat ketika berkurban tidak ingin dipotong jadi, tetapi Ingin melihat langsung hewan kurbannya dipotong. Tapi masyarakat yang memotong harus menjalankan protokol kesehatan dan jumlahnya juga harus dibatasi,” tandasnya. (Moch)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Harga Gabah Petani di Banten Alami Penurunan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Badan Pusat Statistik (BPS) Banten mencatat rata-rata harga gabah di tingkat petani pada November 2020 mengalami penurunan. Penurunan...

    Waduh! Kapolsek Walantaka Dicopot Pasca Kerumunan pada Pertandingan Sepak Bola

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Pasca adanya kerumunan pada pertandingan sepak bola di Kecamatan Walantaka pada Rabu (3/12) lalu, Kapolsek Walantaka AKP Kasmuri, di copot jabatannya dan...

    Pasca Diguyur Hujan Deras, Sejumlah Wilayah di Kota Serang Terendam Banjir

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Setelah diguyur hujan deras semalaman, beberapa wilayah di Kota Serang terendam banjir, seperti di Komplek Citra Gading, Kampung Munjul Jaya, Kelurahan Karundang dan...

    Kota Serang Dikepung Banjir, Warga Diminta Waspada Banjir Susulan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kota Serang kembali dikepung banjir setelah diguyur hujan sejak Rabu malam hingga kamis (3/12) pagi. Beberapa titik yang jadi langganan banjir diantaranya komplek...

    Banten Dinilai Darurat Kekerasan Perempuan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Hari Internasional Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan kerap diperingati setiap tanggal 25 November, namun kali ini berbeda lantaran dihadapkan dengan situasi pandemi corona,...
    - Advertisement -
    - Advertisement -