More

    Tahun ini, Masyarakat yang Berkurban Diprediksi Menurun

    Must Read

    Soal Pinjaman Uang, Dewan Klaim Tidak Terima Pemberitahuan Formal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Pemerintah Provinsi Banten berencana melakukan peminjaman uang sebesar Rp 4,1 triliun kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI)...

    Ini Kata WH Soal Pinjaman Rp 4,1 Triliun

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Pemerintah Provinsi Banten melakukan peminjaman uang sebesar Rp 4,1 triliun kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) untuk...

    Patuhi Protokol Covid-19, Masjid Al- Muhajirin Bagikan Ribuan Paket Hewan Kurban

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Masjid Muhajirin, Komplek P&K Panancangan Baru, Kelurahan sumur Pecung, Kecataman Serang, Kota Serang, menggelar pemotongan hewan Kurban,...

    SERANG/POSPUBLIK.CO – Pandemi Covid-19 terus mempengaruhi berbagai sektor, termasuk diantaranya jumlah pemotongan kurban. Sebab, banyak masyarakat yang terdampak secara ekonomi dan kesulitan dalam membeli hewan kurban tersebut.

    Kepala Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten M Agus Tauchid memprediksi, penurunan jumlah kurban sangat signifikan karena daya beli masyarakat terus menyusut.

    Berdasarkan data Pada tahun 2019, hewan kurban berupa sapi sebanyak 13.287 ekor dan diprediksi tahun ini menurun sekitar 12.623 ekor. kerbau sebanyak 1.018 ekor dan diprediksi menurun sekitar 967 ekor, kambing sekitar 30.686 ekor dan diprediksi menurun 29.152 ekor. Sedangkan domba sekitar 17.162 ekor diprediksi menurun 16.304 ekor.

    “Kalau melihat data ini. Ini menunjukan, dengan adanya pandemi ini daya beli masyarakat terhadap hewan kurban akan mengalami penurunan. Tetapi bukan berati keimanannya berkurang, hanya saja kondisinya di masa yang sulit,” ucapnya saat ditemui di kantornya, Distan Banten, KP3B, Kota Serang, Jumat (10/7/2020).

    Saat ini, ujar dia, stok hewan kurban di Banten yang tersedia diantaranya sapi sekitar 4.606 ekor, kerbau 4.959 ekor, kambing 29.003 ekor dan domba sekitar 16.186 ekor.

    “Angka ini sangat kecil. Kambing kurang 149 ekor, domba 118 ekor, sementara kalau kerbau kita kelebihan. kecuali sapi memang kekurangannya besar,” tegasnya.

    Disinggung soal hewan kurban dari luar daerah, ia mengakui bahwa ada impor, kendati demikian, pihaknya memastikan hal tersebut telah memenuhi standarisasi protokol kesehatan Covid-19.

    “Selain akan memastikan kesehatan hewan melalui Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) petugas yang membawa juga akan diperiksa, dan terkait harga Insya Allah masih normal,” katanya.

    Agus juga mengakui, dalam tradisi kurban tahun ini tetap akan melakukan pemotongan hewan dilapangan, hal itu, menurutnya, atas arahan gubernur dalam rangka menjaga kearifan lokal agar tetap terpelihara.

    “Pasti kebanyakan masyarakat ketika berkurban tidak ingin dipotong jadi, tetapi Ingin melihat langsung hewan kurbannya dipotong. Tapi masyarakat yang memotong harus menjalankan protokol kesehatan dan jumlahnya juga harus dibatasi,” tandasnya. (Moch)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Pedoman Penyusunan APBD 2021, Pemda Diminta Tetap Fokus Penanganan Covid-19

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara resmi telah menerbitkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 64 Tahun 2020...

    Sidang Gugatan Pemindahan RKUD Banten Masuk Tahap Penyerahan Resume Perdamaian

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sidang Perdata gugatan dugaan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) yang dilakukan Gubernur Banten Wahidin Halim terkait Pemindahan RKUD Bank Banten ke Bank Jawa...

    Innalilahi, Tokoh Pendiri Banten Wafat di RS Siloam Karawaci

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Masyarakat Banten kembali kehilangan salah satu tokoh pejuang sekaligus pendiri Provinsi Banten yakni Muchtar Mandala tutup usia di Rumah Sakit (RS) Siloam...

    PPDB di Banten Dinilai Marak Titipan Siswa

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Banten bagi Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Kejuruan SMA/SMK tengah berlangsung. Namun dalam pelaksanaannya PPDB 2020...

    Duh! Ada Botol Miras di Halaman Gedung Dewan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Pemandangan tidak etis nampak terlihat setelah ditemukan dua botol minuman keras (Miras) bekas berjenis anggur merah di sela-sela pohon sawit depan halaman...
    - Advertisement -
    - Advertisement -