More

    Soal Bantuan Kuota Internet, Gubernur Banten dan Sekda Tidak Sepaham

    Must Read

    PAD Kota Serang Tahun 2020 Tak Capai Target

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Serang tahun 2020 tak mencapai target, lantaran PAD ini hanya mencapai Rp190...

    Warga Padarincang Hadang Alat Berat PLTPB

    SERANG/POSPUBLIK.CO- Ratusan warga Padarincang, Kabupaten Serang, berhamburan disepanjang jalan bersiap melakukan penghadangan alat berat perusahaan Pembangkit ListrtikTenaga Panas Bumi...

    Marinir Kawal Pembongkaran PLTPB, LBH: Negara Abaikan Hak Dasar Rakyat Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Rakyat Banten menduga ada persoalan besar dalam rangkaian pemaksanaan mobilisasi alat berat PT...

    SERANG/PSOPUBLIK.CO – Pernyataan Gubernur Banten Wahidin Halim dan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten berbeda terkait alokasi dana untuk bantuan kuota internet bagi siswa tingkat Sekolah Menengah dan Kejuruan (SMA/SMK).

    Jika sebelumnya Gubernur WH menyebut alokasi dana itu berasal dari Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDa) yang dikucurkan dari anggaran APBD Provinsi Banten. Sekda Banten menyatakan bantuan berasal dari dana Bantuan Operasional Sekolah Nasional (Bosnas).

    “Jadi kalau (kuota Internet) kebijakan pusat dari Bosnas, itu sudah membolehkan atau membuka ruang untuk pembelanjaan sarana pendukung pendidikan yang mengutamakan di media daring,” ucapnya usai menghadiri sidang Paripurna di DPRD Banten, Curug, Kota Serang, Selasa (14/7/2020).

    Sedangkan, Dikatakan Al, dana BOSDa lebih berkonsentrasi pada upaya menambahkan atau memastikan pengaruh gajih honorarium bagi honorer. Saat ini, berdasarkan data Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Banten ada sekitar 15.000 pegawai honorer dan sekitar 8.700 lebih di antaranya berprofesi sebagai guru.

    “Sesuai dengan peraturan gubernur bahwa dalam rangka menyuport agenda yang terkait dengan honorarium, maka menjadi prioritas untuk agenda kerja di bidang pendidikan, kita akan fokus lebih jauh ke honorarium,” katanya.

    Disinggung apakah belum ada keputusan Dana Bosda untuk alokasi pembiayaan internet sehingga alokasinya dari Bosnas Semua, Al menegaskan Bosda terfokus untuk penanganan honorer.

    “Bisa saja, nanti kita lihat dari porsinya kan besaran pembiayaan termasuk didalamnya nanti kita lihat dalam perkembangannya,” tegasnya.

    Disinggung soal Dindikbud apakah sudah ditugaskan untuk mengkaji skema Dana Bosda. Al mengakui sudah melakukan hal tersebut. “Kita sudah lakukan itu,” singkatnya

    Sebelumnya, Gubernur Banten Wahidin memastikan sekolah untuk menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDa) dari anggaran APBD Provinsi Banten untuk penyediaan pulsa atau pembelian kuota internet bagi para siswa.

    “Jangan jadi beban baru buat para orang tua,” ujarnya. (Moch)

    Baca juga

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Latest News

    Gelar Refleksi Banten Dikepung Bencana, Kobar: Pemerintah Merusak Ekosistem

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah aktivis lingkungan yang terhimpun dalam aliansi kelompok pelajar (Kobar) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Alun-alun Kota...

    Gelar Webitalk, Unbaja Soroti Pembangunan Berkelanjutan

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Unbaja menggelar Webitalk dalam mengkritsi pembangunan yang terjadi di Indonesia, khususnya di Banten. Kegiatan bertajuk 'Menyelaraskan Pertumbuhan Ekonomi...

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Kota Serang Capai 760 Orang, 20 Orang Diantaranya Meninggal

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Serang kini tembus sebanyak 760 orang, hal itu lantaran setiap harinya kasus positif Covid-19 di Kota...

    Gelar Aksi Kamisan, Aktivis Lingkungan Soroti Dampak Geothermal Padarincang

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Sejumlah pegiat lingkungan menggelar aksi kamisan di depan kampus UIN SMH Banten, Jalan Jendral Soedirman nomor 30, Ciceri, Kota Serang, Banten, Kamis...

    Ribuan Massa Berkerumun di Kota Serang, Syafrudin Ogah Lakukan Swab

    SERANG/POSPUBLIK.CO - Walikota Serang Syafrudin menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan Tes Swab setelah deklarasi ribuan massa forum umat islam bersatu (FPUIB) Banten yang menggelar...
    - Advertisement -
    - Advertisement -